Hubungan Asupan Makanan Indeks Glikemik Tinggi dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe Ii Rawat Jalan di RSUD Karanganyar

Hernie Mayawati, Farida Nur Isnaeni

DOI: https://doi.org/10.23917/jurkes.v10i1.5495

Abstract

Asupan makanan dengan indeks glikemik tinggi merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan tingginya kadar glukosa darah. Selain itu aktivitas fisik juga dapat mengubah glukosa menjadi energi, sehingga ringan atau beratnya aktivitas fisik dapat berpengaruh pada kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan makanan indeks glikemik tinggi dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II rawat jalan di RSUD Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian yang digunakan adalah 52 pasien DM Tipe II yang berusia 40-65 tahun. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Data asupan makanan indeks glikemik tinggi diperoleh melalui teknik Semi Quantitatif Food Frequency Quesionnare (SQFFQ). Data aktivitas fisik menggunakan Form Recall 24 jam untuk mengetahui nilai PAL. Data kadar glukosa darah diperoleh dari catatan rekam medis RSUD Karanganyar. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mamiliki asupan makanan indeks glikemik tinggi yang rendah (65,4%), aktivitas fisik yang ringan (78,8%), dan kadar glukosa darah yang tinggi (69,2%). Responden dengan asupan indeks glikemik tinggi yang rendah cenderung memiliki kadar glukosa darah tinggi 64,7% (p= 0,276). Responden dengan aktivitas fisik ringan cenderung memiliki kadar glukosa darah tinggi 78%   (p= 0,127). Tidak ada hubungan antara asupan makanan indeks glikemik tinggi dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II rawat jalan di RSUD Karanganyar.

Keywords

Aktivitas fisik; diabetes mellitus tipe II; glukosa darah; indeks glikemik

Full Text:

PDF

References

Almatsier, S., 2006, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, edisi ke -6, Gramedia Pustaka utama, Jakarta.

American Diabetes Association (ADA)., 2004, Diagnosis and Classification of DM, Diabetes Care, vol 27.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan., 2013, Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Brunner dan Suddarth., 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8, EGC, Jakarta.

Dinkes Provinsi Jawa Tengah., 2012, Buku Profil Kesehatan, Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Hariyanto, F., 2013, Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Cilegon Tahun 2013, Skripsi, Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta.

Jelantik, I.M.G dan Haryati, E., 2014, Hubungan Faktor Resiko, Jenis Kelamin, Kegemukan dan Hipertensi dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram, Media Bina Ilmiah Vol 8: No1.

Ilyas, E. I., 2011, Olahraga bagi Diabetesi dalam: Soegondo, S., Soewondo, P., Subekti, I., Editor. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu bagi dokter maupun edukator diabetes, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Irawan, D., 2010, Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Daerah Urban Indonesia (Analisa Data Sekunder Riskesdas 2007), Tesis, Universitas Indonesia, Jakarta.

Jenkins DJ, Kendall CW, Augustin LS., 2002, Glycemic index: overweightview of implications in health and disease, Am J Clin Nutr 76, 266S–273S .

Kementrian Kesehatan Indonesia., 2010, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2009. Kementrian Kesehatan RI, Jakarta.

Kriska, S., 2007, Cara Mudah Mencegah Dan Mengatasi Diabetes Mellitus, Aulia Publising, Yogyakarta.

Kronenberg, H., Larsen, P.R., Polonsky, K., Melmed, S., 2008, Williams Textbook of Endocrinology, Saunders Elservier Publishing; 11: 1563-80.

Listiana, N., Mulyasari, I., Paundrianagari, MD., 2015, Hubungan asupan karbohidrat sederhana dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 wanita usia 45-55 tahun di kelurahan Gedawang kecamatan Banyumanik kota Semarang, Jurnal Gizi dan Kesehatan volume 7 no 13.

Ostman, E.M., 2001, Regular of produk "Inconsistency between glycemic and insulinemic responses” , American Journal of Clinical Nutrition 74 (1): pp. 96- 100. PMID11451723.

Paramitha, G.M., 2014, Hubungan Aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Karanganyar, Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Perkeni., 2011, Konsensus Pengelolaan DM di Indonesia, PERKENI, Jakarta.

Rimbawan dan Siagian, A., 2004, Indeks Glikemik Pangan, Penebar Swadaya, Jakarta.

Rizkalla SW, Laika T, Laromiguiere M, Huet D, Boillot J, Rigoir A, Slama G., 2004, Improved plasma glucose control, whole body glucose utilization and lipid profile on a low glycemic index diet in type 2 diabetic men: A randomized-controlled trial, Diabetes Care 2004; 27:1866-72.

Soegondo., 2005, Diabetes Mellitus Penalataksanaan Terpadu, Balai Penerbitan FKUI, Jakarta.

Sustrani, L., Alam, S., Hadibroto, L., 2006, Diabetes, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Waspadji, S., Suyono., Sukardji, K., Moenarko, R., 2003, Indeks Glikemik Berbagai Makanan Indonesia, Balai Penerbitan FKUI, Jakarta.

Wiardani, N.K, Ni Nyoman S, Yusi S., 2012, Indeks Glikemik Menu Makanan Rumah Sakit Dan Pengendalian Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Rawat Inap Di RSUP Sanglah Denpasar, Jurnal Skala Husada, Volume 9 Nomor 1 April 2012 : 44-50.

WHO., 1994, Prevention of Diabetes Mellitus kchnical Report Series. Geneva.

Article Metrics

Abstract view(s): 1178 time(s)
PDF: 2089 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.