Hubungan Usia, Lama Paparan Debu, Penggunaan APD, Kebiasaan Merokok dengan Gangguan Fungsi Paru Tenaga Kerja Mebel di Kec. Kalijambe Sragen

Bintang Setyo Pinugroho, Yuli Kusumawati

DOI: https://doi.org/10.23917/jurkes.v10i2.5529

Abstract

Gangguan fungsi paru merupakan tanda adanya penyakit pada sistem pernafasan yang dapat mengganggu metabolisme tubuh dan menurunkan produktifitas kerja. Gangguan fungsi paru sering terjadi pada pekerja yang terpapar debu seperti pabrik mebel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, lama paparan, penggunaan APD dan kebiasaan merokok dengan gangguan fungsi paru. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh pekerja yang bekerja di UD. Indri Jati dan UD. Wanna Jati kecamatan Kalijambe Sragen berjumlah 53 Orang. Sampel diambil secara keseluruhan (Exhaustive Sampling). Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan pengukuran kapasitas fungsi paru dengan spirometri. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara usia (p=0,021) dan kebiasaan merokok (p=0,019) dengan gangguan fungsi paru, sedangkan variabel lama paparan (p=0,740) dan penggunaan APD (p=0,250) tidak ada hubungan dengan gangguan fungsi paru.

Keywords

APD; gangguan fungsi paru; merokok; paparan; usia

References

Balitbang Kemenkes RI., 2013, Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS, Balitbang Kemenkes RI, Jakarta.

Budino, I., 2007, Faktor Resiko Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Pengecatan Mobil Studi Pada Bengkel Pengecatan Mobil di kota Semarang, Tesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang.

Darmojo, R.B., 2011, Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut) Edisi ke – 4, FKUI, Jakarta.

Effendy, N., 2010, Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Yogjakarta.

Fathmaulida, A., 2013, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Pengolahan Batu Kapur di Desa Tamansari Kabupaten Karawang Tahun 2013, Skripsi, Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Guyton, AC., 2008, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Alih Bahasa dr. Irawati Setiawan, dr. LMA Ken Ariata Tengadi dan dr. Alex Santoso, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Kuswana, W.S., 2014, Ergonomi dan Kesehatan Keselamatan Kerja, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Laga, H., 2014, Faktor yang Berhubungan dengan Kapasitas Paru Tenaga Kerja Di Kawasan Industri Mebel Antang Makassar [online], Repository Unhas. http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/6712, diakses pada tanggal 22 April 2016.

Meita, Audia Candra., 2012, Hubungan Paparan Debu dengan Kapasitas Vital Paru pada Pekerja Penyapu Pasar Johar Kota Semarang, Junal Kesehatan Masyarakat 2012; 1: 654-662.

Mengkidi, D., 2006, Gangguan Fungsi Paru dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya Pada Karyawan Pt.Semen Tonasa Pangkep Sulawesi Selatan, Tesis, Universitas Dipenogoro, Semarang.

Nugrahaeni S., 2004, Analisis Faktor Risiko Kadar Debu Organik di Udara Terhadap Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Industri Penggilingan Padi di Demak, Tesis, Universitas Dipenogoro, Semarang.

Rikmiarif, D.E, Pawenang, E.T dan Cahyati, W. H., 2012, Hubungan Pemakaian Alat Pelindung Pernapasan dengan Tingkat Kapasitas Vital Paru, Unnes Journal of Public Health 1 (1) (2012).

Suryani M., 2005, Analisis Faktor-Faktor Resiko Paparan Debu Kayu Terhadap Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Industri Pengolahan Kayu PT. Surya Sindoro Sumbing Wood Industry Wonosobo, Tesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang

Suyono, S., 2001, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Edisi 3, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.

Triatmo W, Adi S.M, Hanani Y., 2006, Paparan Debu Kayu Dan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Mebel (Studi di PT Alis Ciptatama), Jurnal Kesehatan Lingkungan Indoneseia Volume 5. Nomor 2. Oktober 2006.

WHO., 2015, The 10 leading causes of death in the world, 2000 and 2012 (online), http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs310/en/, diakses 22 juni 2016.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.