ANALOGI DALAM TUTUR MASYARAKAT DESA KALIPANCUR KECAMATAN BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN

Agus Budi Wahyudi, Yudha Satyo Wibowo

DOI: https://doi.org/10.23917/kls.v26i1.4081

Abstract

Tujuan penelitian (1) Mendeskripsikan struktur analogi tutur dan . (2) Mendeskripsikan proses analogi tutur masyarakat desa Kalipancur kecamatan Bojong kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan analogi (struktur dan proses) tutur masyarakat di bidang psikolinguistik. Penyediaan data menggunakan metode cakap (wawancara) dan simak.Metode cakap dengan teknik dasar berupa teknik pancing. Peneliti bercakap langsung dengan subjek penelitian. Teknik menguji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumberpemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan mengecek ulang data yang didapat. Analisis data menggunakan metode padan. Teknik dasar yang digunakan yaitu teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) alat penentunya adalah kenyataan yang ditunjuk oleh bahasa.Hasil penelitian menemukan struktur dan poses analogis tutur masyarakat desa Kalipancur kecamatan Bojong kabupaten Pekalongan berbentuk frase berstruktur FN terdiri N + N, N + FN, FN + N, dan satuan lingual penanda analogi bersifat eksplisit. N teranalogi misal: suami, masyarakat, dan keluarga. Wujud satuan lingual analogis sebagai analog. Misal: atap rumah, menanam padi, dan surga. Proses analogi tutur masyarakat terjadi karena pengungkapan perasaan dan pemikiran O1 kepada O2.

Kata Kunci: analogi dan tutur masyarakat

Full Text:

PDF

References

Chaer, Abdul . 2009. Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Djajasudarma, Fatimah. 2009. Semantik Makna Leksikal dan Gramatikal. Bandung: PT Refika Aditama.

Hutabarat, A.B. dkk. 1980. Logika. Jakarta: Erlangga.

Moleong, Lexy J. 2009.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT RemajaRosdakarya.

Mundiri. 1998. Logika. Jakarta: PT Grefindo Persada.

Nurlina, Wiwin Erni Siti. 2004. “Tuturan Pengekspresi Prinsip Kesopanan dalam Bahasa Jawa” dalam Jurnal Ilmiah kebahasaan dan kesastraan Widyaparwa Volume 32, Nomor 1, Juni. Yogyakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Putrayasa, Ida Bagus. 2009. Kalimat Efektif Diksi, Struktur, dan Logika. Bandung: PT Rafika Aditama.

Rahayu, Oktorita. 2012. “Pemakaian Konjungsi Pada Bahasa Percakapan Anak Usia 7-9 Tahun Di Desa Pabelan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo”.Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rahayu, Tri Puji. 2010. “Pemetaan Diksi, Gaya Bahasa, dan Latar Belakang Penulis Cerita Anak di Solopos dalam Kajian Psikolinguistik”. Skripsi. Surakarta: Universitas

Muhammadiyah Surakarta.

Soekardijo, R.G. 1994. Logika Dasar (tradisional, simbolik, dan induktif). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Soetomo. 2012. Keswadayaan Masyarakat Manifestasi Masyarakat untuk Berkembang secara Mandiri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Tarigan, Henry Guntur. 1986. Psikolinguistik. Bandung: Angkasa Bandung.

Yanti, Yusrita. 2001. “Tindak Tutur Maaf di dalam Bahasa Indonesia di Kalangan Penutur Minangkabau” dalam Jurnal Ilmiah Masyarakat Linguistik Indonesia. Februari, Tahun 19 Nomor 1. Jakarta: Masyarakat Linguistik Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Obor Indonesia.

Article Metrics

Abstract view(s): 438 time(s)
PDF: 300 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.