PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS DAN BAHAN PENYANGGA PADA PEMBENTUKAN PLANTLET KANTONG SEMAR ADRIANII (Nepenthes adrianii) DENGAN KULTUR IN VITRO

Egi Nuryadin, Sugiyono Sugiyono, Elly Proklamasiningsih

DOI: https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v3i2.5180

Abstract

Nepenthes adrianii (Kantong Semar) merupakan tanaman endemik khas Gunung Slamet, termasuk dalam Convention on International Trade of Endangered Species (CITES) terdapat apendiks I (Tahun 2003) dan II yaitu tanaman ini tergolong hampir punah dan langka. Mengingat besarnya potensi yang dimiliki tanaman ini, maka perlu adanya upaya konservasi untuk mengembangkan dan melestarikannya. Penerapan bioteknologi kultur jaringan atau kultur in vitro merupakan solusi yang tepat untuk melestarikan dan mengembangkan tanaman ini. Kultur in-vitro digunakan untuk multiplikasi tunas dan pembentukan plantlet.

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mempelajari pengaruh interaksi BAP dan NAA pada multiplikasi tunas: 2)  menentukan konsentrasi interaksi BAP dan NAA yang paling baik untuk memacu multiplikasi tunas; 3) mempelajari pengaruh bahan penyangga eksplan dan NAA pada pembentukan plantlet kantong semar (Nepenthes adrianii); dan 4) menentukan jenis bahan penyangga eksplan dan konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA yang paling baik untuk memacu pembentukan plantlet kantong semar  (Nepenthes adrianii).

Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, penelitian ini terdiri atas 2 tahap yaitu multiplikasi tunas dan pembentukan plantlet. Tujuan penelitian  pada tahap multiplikasi tunas adalah untuk perbanyakan tunas dan tujuan penelitian pada tahap pembentukan plantlet adalah untuk mendapatkan tanaman kecil yang sejati. Tahap Multiplikasi Tunas menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah konsentrasi BAP yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 µM, 5 µM, 10 µM, dan 15 µM, Faktor II  konsentrasi NAA yang terdiri dari 4 taraf yaitu yaitu 0 µM, 0,5 µM, 1 µM, dan 1,5 µM. Tahap Pembentukan Plantlet menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) sebagai petak utama adalah bahan penyangga eskplan (P) yaitu:  agar dan jembatan kertas saring, sedangkan sebagai anak petak adalah konsentrasi NAA yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 µM, 5 µM, 10 µM, dan 15 µM. Parameter yang diukur dalam multiplikasi tunas yaitu waktu muncul tunas, waktu muncul daun, waktu muncul akar, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Parameter yang diukur dalam pembentukan plantlet yaitu jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar, daun terpanjang, akar terpanjang dan tinggi tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Anova : Analysis of Variance) dengan  tingkat kepercayaan 95%. Pengujian F menunjukan hasil sangat nyata kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahap multiplikasi tunas terbaik didapat pada perlakuan interaksi BAP 10 mM dan NAA 0,5 mM. Tahap Pembentukan plantlet terbaik di dapat pada perlakuan interaksi bahan penyangga jembatan kertas saring dengan zat pengatur tumbuh NAA 5 mM dan 10 mM.

Keywords

Nepenthes adrianii, multiplication of shoots, the formation of plantlet

References

Alitalia, Y. 2008. Pengaruh Pemberian BAP dan NAA Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tunas Mikro Kantong Semar (Nepenthes mirabilis) secara In vitro. Skripsi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Anwar, N. 2007. Pengaruh Media Multiplikasi Terhadap Pembentukan Akar pada Tunas In vitro Nenas (Ananas comocus (L.) Merr.) cv. Smooth Cayenne di Media Pengakaran. Skripsi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Darmayanti, F., Roostika I, dan Samsurianto. 2010. Induksi Keragaman Somaklonal Tanaman Kantong Semar (Nepenthes mirabilis) dengan Mutagen Kimia Kolkisin Secara In vitro. Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi FKIP UNS.

Dinarti, D., Sayekti U dan Alitalia Y. 2010. Kultur Jaringan Kantong Semar (Nepenthes mirabilis). J. Hort. Indonesia 1(2). Hal 59-65.

Direktorat Budidaya Tanaman Hias. 2006. Profil Tanaman Hias: Zingiberaceae -Phalaenopsis – Cordyline. Jakarta.

Eilenberg H, Cohen S.P., Rahamin Y, Sionov E, Segal E, Carmeli S, Zilberstein A. 2010. Induced production of antifungal naphtoquinones in the pitchers of the carnivorous plant Nepenthes khasiana. J. Experimental Botany 61:911-922.

Ekawati, M. 2006. Pengaruh Media Multiplikasi Terhadap Pembentukan Akar dari Tunas In Vitro Nenas (Ananas comosus (L.) Merr.) cv. Smooth Cayenne pada Media Pengakaran. Skripsi. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Harahap, A. S., 2010. Mikropropogasi Tunas kantong semar (Nepenthes gracillis Korth.) dengan pemberian NAA dan BAP secara in vitro. http://repository.usu.ac.id/handle/ 123456789/20283

Iqwal, M.T. 2008. Pengujian Plantlet Kantong Semar (Nepenthes spp.) Pada Berbagai Media Aklimatisasi. Skripsi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Tidak dipublikasikan.

Karjadi, A.K. dan Buchory, A. 2007. Pengaruh NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Jaringan Meristem Bawang Putih pada Media B5. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Bandung. J. Hort. 17(3):217-223, 2007

Lestari, E.G, 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan. Jurnal AgroBiogen 7(1):63-68.

Mansur M. 2006. Nepenthes, Kantong Semar yang Unik. Penebar Swadaya: Jakarta.

Misdayani, 2014. Pengaruh BAP (Benzyl Amino Purin) Dan NAA (α-Napthalene Acetic Acid) terhadap Pertumbuhan Kantong Semar (Nepenthes Mirabilis (Lour.) Druce) Secara In Vitro. Skripsi Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Mufa’adi, A. 2003. Pengaruh Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh BAP dan IAA Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Daun Dewa (Gynura procumbens (Back.)) dalam Kultur In Vitro. Skripsi. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Purwanto, A. W. 2007. Budi Daya Ex-Situ Nepenthes Kantong Semar nan Eksotis. Kanisius: Yogyakarta.

Sukamto, L.A., Mujiono, Djukri, V. Henuhili, 2011. Shoot Tip Culture of Nepenthes albomarginata Lobb ex Lindl. In Vitro. Jurnal Biologi Indonesia 7 (2): 251-261.

Sukawan, I. K. 2000. Perbanyakan Tanaman Nenas Varietas Veriegata (Ananas comosus ”veriegatus”) secara In Vitro. Skripsi. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Watimena, G.A. 1987. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Dept. Agron, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Yudhanto, A. S., 2012. Pengaruh Kombinasi NAA Dengan Sitokinin (BAP, Kinetin dan 2iP) Terhadap Daya Ploriferasi Tanaman Kantong Semar (Nepenthes mirabilis) Secara In Vitro. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57620.

Zulkarnain, 2009. Kultur Jaringan Tanaman. Bumi Aksara : Jakarta.

Article Level Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.