STUDI HUBUNGAN KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DENGAN KANDUNGAN C-ORGANIK DAN ORGANOPHOSFAT TANAH DI PERKEBUNAN COKELAT (Theobroma cacao L.) KALIBARU BANYUWANGI

Endrik Nurrohman, Abdulkadir Rahardjanto, Sri Wahyuni

DOI: https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v4i1.5923

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan FebruariMaret 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman makrofauna tanah, kandungan C-organik dan organophosfat tanah. Metode dalam penelitian ini adalah jebakan (pitt fall trap) untuk mengetahui keanekaragaman makrofauna tanah dan analisis laboratorium untuk mengetahui kandungan C-Organik dan organophosfat tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kepadatan berkisar antara 0,25 ind/m2–4,75 ind/m2, kepadatan relatif berkisar antara 0,002-0,052. Frekuensi berkisar antara 0,16–1,00, frekuensi relatif berkisar antara 0,018–0,115. Indeks keanekaragaman jenis Shannon wiener (H’) kategori keanekaragaman jenis rendah. Hasil Uji C-Organik tanah sangat
tinggi berarti tanah tergolong tanah yang subur. Organophosfat jenis Carbokfuran sangat tinggi

Keywords

Keanekaragaman makrofauna tanah, C-organik, Organophosfat

Full Text:

PDF

References

Agustina, Lyli dkk. 2007. Preferensi Berbagai Jenis Makrofauna Tanah Terhadap Sisa Bahan Organik

Tanaman pada Intensitas Cahaya Berbeda. Biodiversitas, 7(4): 96-100.

Ariani, Desi. 2009. Komposisi Komunitas Makrofauna Tanah untuk Memantau Kualitas Tanah

Secara Biologis pada Areal Perkebunan PTPN Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan.Bioteknologi 4 (1): 20-27.

Atmojo, S. W. 2003. Peranan Bahan Organik terhadap Kesuburan Tanah dan Upaya Pengelolaannya. Pengukuhan Guru Besar Ilmu Kesuburan Tanah. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Boror, D. J,. C. A. Triplehorn & N.F. Johnson. 1997. Pengenalan Pelajaran Serangga. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press: 1083 hal.

Brussaard, L. 1998. Soil Fauna, Guilds, Functional Groups and Ecosystem Processes. Appl. Soil Ecol. 9: 123-136.

Bruyn et al. 1997. Th Status of Soil Macrofauna as Indicators of Soil Health to Monitor the Sustainability of Australian Agricultural Soil. Ecological Economics 23 (1997) 167-178.

Fitrahtunnisa dkk. 2002. Perbandingan Keanekaragaman dan Predominasi Fauna Tanah dalam Proses Pengomposan Sampah Organik. Jurnal Bumi Lestari. 13(2): 413-421.

Fachrul, M. F. 2012. Metode Sampling Bioekologi. Edisi I Cetakan III. Jakarta: Bumi Aksara.

Giller, K.E., M.H. Beare, P. Lavelle, A.M.N. Izac and M.J. Swift. 1997. Agricultural Intensifiation,Soil Biodiversity and Agroecosystem Function. Appl. Soil Ecol. 6: 3-16.

Hanafih, K.A. 2013. Dasar-Dasar Imu Tanah. Jakarta: PT. Raja Grafido Persada.

Hilwan. 2013. Keanekaragaman Mesofauna dan Makrofauna Tanah pada Areal Bekas Tambang Timah di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Jurnal Silvilkultur Tropika. 4(1): 35-41.

Imawan, Hardi. 2013. Keanekaragaman Makrofauna Tanah pada Vegetasi Pohon Pinus (Pinus merkusii) di Kesatuan pemangkuhan Hutan (KPH) Wisata Alam Coban Rondo Kecamatan

Pujon Kabupaten Malang. Skripsi Pendidikan Biologi UMM. Tidak diterbitkan. Malang.

Ibrahim, Hasan. 2014. Keanekaragaman Mesofauana Tanah Daerah Pertanian Apel Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu Sebagai Bioindikator Kesuburan Tanah dan Bahan Ajar Biologi SMA. Skripsi Pendidikan Biologi UMM. Tidak diterbitkan. Malang.

Leksono, A.S 2011. Keanekaragaman Hayati. Malang: UB Press.

Maharadatunkamsi. 2011. Profi Mamalia Kecil Gunung Slamet Jawa Tengah. Jurnal Biologi Indonesia, 7(1): 171-185.

Merlim, Analy de Oliveira, José Guilherme Marinho Guerra; Rodrigo Modesto Junqueira. Adriana Maria de Aquino. 2005. Soil Macrofauna in Cover Crops of Figs Grown Under Organic Management. Sci. Agric. (Piracicaba, Braz.), 62(1): 57-61.

Miguran, A.E. 2004. Measuring Biological Diversity. Australia: Black Well Publising.

Ningsih, Dwi Septi. 2014. Analisis Keanekaragaman Semut di Daerah Pemukiman Daerah Aliran Sungai (Das) Brantas Hulu Dusun Wukir Sebagai Sumber Belajar Biologi SMA Kelas X. Skripsi.Tidak diterbitkan. Pendidikan Biologi UMM. Malang.

Njira, Keston Oliver Willard & Nabwami, Janet. 2013. Soil Management Practices that Improve Soil Health: Elucidating their Implications on Biological Indicators. Journal of Animal & Plant Sciences. 18(2): 2750-2760.

Putra, Muhammad dkk. 2012. Makrofauna Tanah Pada Ultisol di Bawah Tegakan Berbagai Umur Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Jurnal Penelitian UNRI: Riau.

Nusroh, Zaidatun. 2007. Studi Diversitas Makrofauna Tanah di Bawah Beberapa Tanaman Palawija yang Berbeda di Lahan Kering pada Saat Musim Penghujan. Jurnal Penelitian UNS: Surakarta.

Odum, E. P. 1998. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Terjemahan Tjahjono Samingan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 967 hal.

Peritika, M. Z. 2010. Keanekaragaman Makrofauna Tanah pada Berbagai Pola Agroforestri Lahan Miring di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Skripsi. Tidak diterbitkan. Surakarta: Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret.

Rahayuningsih dkk. 2012. Persebaran dan Keanekaragaman Herpetofauna dalam Mendukung Konservasi Keanekaragaman Hayati di Kampus Sekaran Universitas Negeri Semarang.

Indonesian Journal of Conservation.1(1): 1-10.

Rahmawati, D. A. 2012. Upaya Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Penggunaan Pupuk Organik (Studi Kasus Pada Petani Jagung di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan). Malang: Program Studi Agribisnis. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya.

Samudra, Budi dkk. 2013. Kelimpahan dan Keanekaragaman Arthropoda Tanah di Lahan Sayuran Organik “Urban Farming”. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 2013.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.