ISOLASI DAN ANALISIS KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA KEMBANG LESON

Ambar Pratiwi, Listiatie Budi Utami

DOI: https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v4i1.5930

Abstract

Kembang leson sering dimanfaatkan sebagai aromaterapi pada saat pemulihan bagi pasien karena dipercaya dapat menghilangkan rasa lesu. Komposisi kembang leson sangat beragam, terdiri dari beraneka bunga dan rimpang, serta belum ada kajian mendalam terkait dengan kandungan senyawa terutama minyak atsiri pada kembang leson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan minyak atsiri yang terdapat pada kembang leson. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi minyak atsiri dengan metode destilasi Stahl, minyak atsiri yang diperoleh dianalisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif minyak atsiri meliputi pengamatan organoleptis; sementara analisis kuantitatif minyak atsiri dilakukan dengan kromatograf gas-spektra massa (KG-SM). Minyak atsiri yang diperoleh memiliki bentuk cair, jernih, berwarna kuning kecokelatan, bau aromatis. Rendaman minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,75% (v/b). Analisis KG-SM diperoleh 50 komponen penyusun minyak atsiri, lima komponen minyak atsiri yang memiliki luas area tertinggi yaitu camphene kadarnya sebanyak 1,29% , benzene metil cymene 4,93%, camphor 4,75%, cyclohexane
methanol 7,56% dan curdione 4,83%.

Keywords

kembang leson, destilasi, minyak atsiri, kromatografi gas

Full Text:

PDF

References

Amiarsi, D. Yulianingsih, Sabari S.D. 2006. Pengaruh Jenis dan Perbandingan Pelarut terhadap Hasil Ekstraksi Minyak Atsiri Mawar. Journal of Holticulture. 16(4):356-359.

Arniputri, R.B., A.T. Sakya., M. Rahayu. 2007. Identifiasi Komponen Utama Minyak Atsiri Temu Kunci (Kaempferia pandurata) pada Ketinggian Tempat yang Berbeda. Biodiversitas.8(2): 135-137.

Astuti, W. Rahayu, H.S.E. Wijayanti, K. 2015. Pengaruh aromaterapi Bitter Orange terhadap Nyeri dan Kecemasan Fase Aktif Kala 1. Th 2nd University Research Coloqium. ISSN 2407-9189.371-382.

Bakkali, F. S. Averbeck, D. Averbeck, M. Idaomar. 2008. Biological Effcts of Essential Oils-A Review. Food and Chemical Toxikology. 46: 446-475.

Buchbauer, G., Jager, W., Dietrich, H., Plank, Ch., Karamat, E. 1991. Aromatherapy: Evidence for Sedative Effcts of Essensial Oil of Lavender After Inhalation. Journal of Biosciences; 46c:1067-1071.

Buchbauer, G. 2010. Handbook of Essensial Oils: Science, Technology, and Applications. New York:CRC Press, Taylor and Francis Group.

Buckle, J. 1999. Use of Aromatherapy as Complementary Treatment for Chronic Pain. J. Alternative Thrapies. 5: 42-51.

Ganjewala, D. 2009. Cymbopogon Essensial Oils: Chemical Compositions and Bioactivities.International Journal of Essential Oil Thrapeutics. 3: 56-65.

Koensoemardiyah. 2009. A-Z Aromaterapi untuk Kesehatan, Kebugaran, dan Kecantikan. Yogyakarta: ANDI.

Kuriya, S., W. Takaaki, N. Ichiro, S. Masakazu, K. Noriko, Y. Daiki, M. Toshiaki T. Kotaro, O. K. Fukui, and J. Imanishi. 2006. Immunological and Psychological Benefis of Aromatherapy Massage. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine 2 (2): 179-184.

Muchtaridi dan Moelyono M.W. 2015. Aroma Terapi; Tinjauan Aspek Kimia Medisinal. Yogyakarta:Graha Ilmu.

Muchtaridi. 2015. Penelitian Pengembangan Minyak Atsiri sebagai Aromaterapi dan Potensinya sebagai Produk Sediaan Farmasi. J. Tek. Ind. Pert. 17(3), 80-88.

Perez, C. 2003. Clinical Aromatherapy Part I: An Introduction Into Nursing Practice. Clinical Journal of Oncology Nursing. 7:5.

Naquvi, K.J., S.H. Anshari, M. Ali, K. Najmi. 2014. Volatile Composition of Rosa damascene (Rosaceae). Journal of Pharmacognosy and Phytochemsitry. 2(5): 177-181.

Prianto H., R. Retnowati, U. P. Juswono. 2013. Isolasi dan Karakterisasi dari Minyak Bunga Cengkeh (Syzigium aromaticum) Kering Hasil Distilasi Uap. Kimia Student Journal,Universitas Brawijaya, 1(2): 269-275.

Sastrohamidjojo, H. 2004. Kimia Minyak Atsiri. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Sukardi, Rizka N., M. Hindun Pulungan, Arie Febrianto. 2014. Ekstraksi Minyak Atsiri Bunga Mawar dengan Metode Pelarut Menguap Menggunakan Perlakuan PEF. Diakses dari http://skripsitip.staffub.ac.id/fies/2014/09/Rizka-Noviaty.pdf. 10 Februari 2016.

Supriyanto dan B. Cahyono. 2012. Perbandingan Kandungan Minyak Atsiri antara Jahe Segar dan Jahe Kering. Chem. Prog. 5(2):81-85.

Zwenger S and C. Basu. 2008. Plant Terpenoids: Applications and Future Potentials. Biotechnology and Molecular Biology Reviews. 3(1): 001-007.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.