KEANEKARAGAMAN KEPITING BIOLA DI KAWASAN MANGROVE KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH

Slamet Mardiyanto Rahayu, Wiryanto Wiryanto, Sunarto Sunarto

DOI: https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v4i1.5933

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang khas dan memiliki fungsi penting secara ekologi, sosial-ekonomi, dan pendidikan. Luas kawasan mangrove di Kabupaten Purworejo semakin berkurang akibat adanya penebangan, permukiman, tambak,
dan pertanian. Berkurangnya tegakan mangrove akan mempengaruhi keberadaan berbagai fauna yang berasosiasi dengannya. Oleh karena itu dilakukan pada bulan Agustus-September 2016 untuk mengetahui keanekaragaman kepiting biola di kawasan mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ada tiga stasiun, yaitu mangrove lebat (Desa Gedangan), mangrove sedang (Desa Jatikontal), dan mangrove jarang (Desa Ngentak). Dari penelitian didapatkan 7 jenis kepiting biola, yaitu Uca annulipes, U.crassipes, U.paradussumieri, U.rosea, U.tetragonon, U.vocans, dan U.vomeris. Indeks keanekaragaman kepiting biola di kawasan mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada stasiun 1 (1,67)
dan stasiun 2 (1,90) tergolong sedang. Adapun indeks keanekaragaman kepiting biola di stasiun 3 (0,64) tergolong rendah. Kondisi lingkungan di seluruh stasiun relatif baik untuk kehidupan mangrove dan kepiting biola, yaitu suhu
26-30°C, pH 6-8, oksigen terlarut 3,5-6,6 mg/L, salinitas 3-9 ppt, dan substrat lumpur berpasir. Vegetasi mangrove pada stasiun I adalah Rhizophora mucronata, Nypa fruticans, Sonneratia alba, dan Hibiscus tiliaceus. Vegetasi mangrove
pada stasiun II adalah Sonneratia caseolaris, Rhizophora stylosa, N.fruticans, H.tiliaceus, dan Morinda citrifolia.Vegetasi mangrove pada stasiun III adalah S.alba, S.caseolaris, N.fruticans, dan R.mucronata. Kerapatan vegetasi mangrove
berkaitan dengan kelimpahan jenis (kepadatan) kepiting biola.

Keywords

kepiting biola, mangrove, Purworejo, keanekaragaman

Full Text:

PDF

References

Arsana, I N. 2003. Komunitas Kepiting (Brachyura: Ocypodidae dan Sesarmidae) di Teluk Lembar, Lombok Barat. Tesis. Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Purworejo. 2016. Potensi Unggulan Daerah. Purworejo: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Purworejo.

Bengen, D.G. 1999. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Bogor: Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor.

___________. 2001. Ekosistem dan Sumber Daya Pesisir dan Laut serta Pengelolaan secara Terpadu dan Berkelanjutan. Prosiding Pelatihan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu 29 Oktober–3November 2001. Bogor.

Crane, J. 1975. Fiddler Crabs of the Word Ocypodidae: Genus Uca. New Jersey: Princetown University Press.

Hamidah, A., Fratiwi, M., dan J. Siburian. 2014. Kepadatan Kepiting Biola (Uca spp) Jantan dan Betina di Desa Tungkal 1 Tanjung Jabung Barat. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains 16 (2): 43-50.

Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.

Kolehmainen, S., T. Morgan, and R. Castro. 1974. Mangrove Root Communities in A Thrmally altered area in Guayanilla Bay. In Gibbons, J.W., and R.R. Sharitz (Eds) Thrmal Ecology.U.S:Atomic Energy Commission.

Kulkarni, V.A., T.G. Jagta, N.M. Mhalsekar, and A.N. Naik. 2010. Biological and Environmental Characteristics of Mangrove Habitats from Manori Creek, West Coast, India. Environ Monit Assess. 168:587-596.

Murniati, D.C. 2009. Perbandingan Luas Tutupan Spoon Toped Setae Maksiliped Kedua pada Uca spp, (Brachyura: Ocypodidae). Zoo Indonesia, 18 (1): 1-8.

Murniati, D.C. 2010. Keanekaragaman Uca spp dari Segara-Anakan, Cilacap, Jawa Tengah sebagai Pemakan Deposit. Fauna Indonesia, 9 (1): 19-23.

Ng, Peter K.L. and N. Sivasothi.2001. A Guide to Mangroves of Singapore. Singapore: Singapore Science Center.

Noor, Y.R., Khazali M., dan I.N.N Suryadiputra. 2012. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Bogor: Wetlands International Indonesia Programme.

Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Onrizal.2008. Panduan Pengenalan dan Analisis Vegetasi Hutan Mangrove. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Pemerintah Kabupaten Purworejo. 2011. Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor.27 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Purworejo Tahun 2011-2031.

Purworejo: Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo.

Polidoro, B.A., Carpenter, K.E., Collins, L., Duke, N.C., Ellison, A.M., Ellison, E.J., Farnsworth, Fernando, E.S., Kathiresan, K., Nico, E., Koedam,Livingstone, S.R., Miyagi, T., Moore, G.E., Nam, V.N., Ong, J.E., Primavera, J.H., Salmo, S.G., Sanciangco, J.C, Sukardjo, S., Wang,

Y., and J.W.H. Yong. 2010. Th Loss of Species: Mangrove Extinction Risk and Geographic Areas of Global Concern. PLoS ONE April 2010 (5): 1-10.

Pratiwi, R. 2010. Asosiasi Krustasea di Ekosistem Padang Lamun Perairan Teluk Lampung. Ilmu Kelautan, 15 (2): 66-76.

Rosenberg, M. 2001. Filddler Crab Claw Shape Variation: a Geometric Morphometric Analysis Across the Genus Uca (Crustacea: Brachyura: Ocypodidae). Biological Jurnal of the Linean Society, 75 (13): 147-162.

Saparinto C. 2010. Usaha Ikan Konsumsi di Lahan 100 m2. Jakarta: Penebar Swadaya.

Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif: Metode Analisis Populasi dan Komunitas. Jakarta: Usaha Nasional.

Suprayogi, D., Siburian, J., dan A. Hamidah. 2014. Keanekaragaman kepiting biola (Uca spp) di Desa Tungkal 1 Tanjung Jabung Barat. Biospecies 7 (1): 22-28.

Wilsey, B. J. 2000. Biodiversity and Ecosystem functioning Importance of Species Evennes in an Old Field. Ecology, 81: 887–892.

Wulandari,T. Hamidah A. dan Sirbulan J. 2013. Morfologi Kepiting Biola (Uca spp) di Desa Tungkal 1 Tanjung Jabung Barat Jambi. Biospecies, 6 (1): 6-14.

Yulianto, A. 2006. Keanekaragaman Kepiting di Hutan Mangrove Desa Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.