Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang Pada Media Alternatif Tepung Biji Jewawut dengan Konsentrasi yang Berbeda

Suparti Suparti, Lailia Zubaidah

DOI: https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v4i2.6887

Abstract

Biji-bijian merupakan salah satu sumber karbohidrat yang dibutuhkan  untuk pertumbuhan miselium jamur merang dan tiram. Tepung biji jewawut memiliki kandungan karbohidrat (68,32 g) dalam 100 g, sehingga bisa digunakan  sebagai
sumber nutrisi pertumbuhan jamur pangan.  Oleh karenanya dapat digunakan sebagai pengganti kentang untuk pembuatan bibit F0. Sedangkan kentang mengandung 19,10 g  karbohidrat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram dan jamur merang yang ditumbuhkan pada media tepung jewawut dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian  menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi media tepung biji jewawut (J) dan jenis jamur (T). Teknik analisis data menggunakan
deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rerata pertumbuhan miselium jamur terbaik pada konsentrasi tepung biji jewawut 15%, indukan jamur merang, yaitu dengan diameter 3,1 cm dan miselium yang rapat. Sedangkan
rerata pertumbuhan miselium jamur terendah pada Konsentrasi tepung biji jewawut 20%, indukan jamur tiram dengan miselium yang tidak mengalami pertumbuhan.

Keywords

tepung biji jewawut, jamur tiram, jamur merang, pertumbuhan miselium

Full Text:

PDF

References

Achmad, Mugiono, Arlianti, Tias dan Azmi, Chotimatul. 2011. Panduan Lengkap Jamur. Depok:Panebar Swadaya.

Asegab, Muad. 2010. Bisnis Pembibitan Jamur Tiram, Jamur Merang dan Jamur Kuping. Jakarta:AgroMedia Pustaka.

Astuti, Novita Indri. 2017. Pertumbuhan Miselium Bibit F1 Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dan Jamur Merang (Volvariella volvacea) pada Media Biji Kacang Tolo dan Biji Turi dari Bibit F0 Media Ubi Ungu. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Betharia, Nawangwulan Rhaina. 2017. Pemanfaatan Biji Nangka sebagai Media Alternatif untuk Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang. Skripsi. Universitas Muhammadiyah

Surakarta.

Handiyanto, Sugeng, Hastuti, Utami Sri dan Prabaningtyas, Sitoresmi. 2013. Kajian Penggunaan Air Cucian Beras sebagai Bahan Media Pertumbuhan Biakan Murni Jmur Tiram Putih

(Pleurotus ostreatus var. florida). Skrpsi. Universitas Negeri Malang.

Lesmana, Agung, Triyanti, Merti dan Widiya, Mareta. 2016. Pengaruh Penambahan Tepung Beras Putih pada Media Potatoe Dextrose Agar (PDA) terhadap Miselium Biakan Murni Jamur

Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Skripsi. STKIP PGRI Lubuklinggau.

Muyasarah, Fatimah. 2017. Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang Pada Media Ubi Jalar Ungu. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pertiwi, Anita Prabawati. 2017. Pemanfaatan Singkong sebagai Media Alternatif untuk Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sainsjournal-fst11. 2015. Miselium Jamur Tiram Putih. http://sainsjournal-fst11.web.unair.ac.id/artikel_detail-140062-MIKROBIOLOGI-Miselium%20Jamur%20Tiram%20Putih.html.

Diakses pada tanggal 23 Januari 2018.

Seswati, Ramza, Nurmiati dan Periadnadi. 2013. Pengaruh Pengaturan Keasaman Media Serbuk Gergaji Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jamur Tiram Coklat (Pleurotus cystidiosus O.K.Miller. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 2(1). Hal: 31-36.

Setiadi, Yuwono, Sunarto, Hutagalung, Sihong P. 2015. Potensi Tepung Jewawut dalam Meningkatkan Kadar Fe dan Daya Terima Nugget Ayam. Jurnal Riset Kesehatan, 4(2). Hal:

-762.

Singgih, Widian Dharma dan Harijono. 2015.Pengaruh Subtitusi Proporsi Tepung Beras Ketan Dengan Kentang Pada Pembuatan Wingko Kentang. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3 (4).

Hal: 1573-1583.

Soeka, Yati Sudaryati dan Sulistiani. 2016. Profil Vitamin, Kalsium, Asam Amino dan Asam Lemak Tepung Jewawut (Setaria italica L.) Fermentasi. Jurnal Biologi Indonesia, 13(1). Hal: 85-96.

Sumarsih, Sri. 2010. Untung Besar Usaha Bibit Jamur Tiram. Depok: Panebar Swadaya Sunarmi, Yohana Ipuk. 2010. Usaha 6 Jenis Jamur Skala Rumah Tangga. Jakarta: Panebar Swadaya.

Suparti, dan Nurul Karimawati. 2017. Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang pada Media Umbi Talas dengan Konsentrasi yang Berbeda. Bioeksperimen, 3(1).Hal: 64-72.

Thongklang, N, et al. 2010. Culture Condition, Inoculum Production and Host Response of a Wild Mushroom Phlebopus portentosus Strain CMUHH121-005. Maejo International Journal of Science and Technology, 5(3). Pages: 413-425.

Tokopedia, 2018. Toko Laboratirium PDA MERCK. https://www.tokopedia.com/tokolaboratorium/

potato-dextrose-agar-500-g-merck-1101300500-pda-merck. Diakses pada tanggal 23 Januari 2018.

Utoyo, Norwiyono. 2010. Bertanam Jamur Kuping Di Lahan Sempit. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Wiardani, Isnaen. 2010. Budi Daya Jamur Konsumsi. Yogyakarta: Lily Publisher.

Wijaya, Erinna Nydia. 2010. Pemanfaatan Tepung Jewawut (Pennisetum glaucum) dan Tepung Ampas Tahu dalam Formulasi Snack Bar. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Yusron, Farid Nur. 2017. Pemanfaatan Umbi Kentang Hitam sebagai Media Alternatif untuk Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang. Skripsi. Universitas Muhammadiyah

Surakarta.

Article Metrics

Abstract view(s): 231 time(s)
PDF: 143 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.