Kualitas Gel Pembersih Tangan (Handsanitizer) dari Ekstrak Batang Pisang dengan Penambahan Alkohol, Triklosan dan Gliserin yang Berbeda Dosisnya

Aminah Asngad, Aprilia Bagas R, Nopitasari Nopitasari

DOI: https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v4i2.6888

Abstract

Antiseptik atau hand sanitizer bila digunakan terus menerus dapat berbahaya dan mengakibatkan iritasi hingga menimbulkan rasa terbakar pada kulit. Karena menggunakan  alkohol dan triklosan yang merupakan bahan kimia. Salah
satu  upaya untuk mengurangi   alkohol dan triklosan, maka dilakukan inovasi produk antiseptik handsanitizer dengan menggunakan ekstrak batang tanaman pisang yang mengandung senyawa antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui  untuk mengetahui kualitas  handsanitizer dalam bentuk gel berbahan batang pisang dengan penambahan alkohol, triklosan dan gliserin yang berbeda dosisnya. Penelitian dilakukan di laboratorim Prodi Pendidikan Biologi FKIP
UMS, metode penelitian eksperimen. Rancangan penelitian acak lengkap dengan 2 faktor perlakuan  yaitu: Faktor 1 Perbandingan konsentrasi alkohol dan triklosan yakni  = 2 ml : 1,75 g;  = 1 ml : 1,5 g. Faktor 2 Volume Gliserin   = 4 ml; =
3 ml;  = 2 ml. Analisis yang digunakan deskriptif kualitatif untuk Uji daya hambat bakteri dan untuk Uji Viskositas. Hasil penelitian menunjukkan Pada perlakuan  dan  paling efektif membunuh bakteri dibandingkan perlakuan yang lainnya.
viskositas tertinggi terdapat pada perlakuandengan hasil uji viskositas sebesar 1250 cps. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan ada perbedaan kualitas handsanitizer dalam bentuk gel berbahan batang pisang dengan penambahan
alkohol, triklosan dan gliserin yang berbeda dosisnya.

Keywords

handsanitizer, batang pisang, viskositas, triklosan

Full Text:

PDF

References

Apriasari, M. L. 2013. “Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Batang Pisang Mauli (Musa sp.)terhadap Streptococcus mutans”. Dentofasial, 12(3), 148-151.

Astuti, D. P. , Husni, P. , Hartono, K. (2015). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Antiseptik Tangan Minyak Atsiri Bunga Lavender (Lavanda angustifolia miller). Farmaka,15(1), 176-184.

Burt, S. (2004). Essential Oils : Their Antibacterial Properties and Potential Application in Foods-A Review, Int. J. Food Microbiology, (4 (3) : 223-253.

Damayanti, A. , & Fitriana, E. A. (2012). Pemungutan Minyak Atsiri Mawar (Rose Oil) Dengan Metode Maserasi. Jurnal Bahan Alam Terbarukan, 1(2), 1-8.

Fadhilah, N. L. (2017). Potensi Pelepah Daun Pisang Kepok Sebagai Handsanitizer Alami. Biologi,2(5), 1-8.

Fitri, L. (2016). Kemampuan Daya Hambat Beberapa Macam Sabun Antiseptik Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Biology, 1(2), 1-7.

Harimurti, S., Hidayaturahmah, R. (2016). Pengaruh Variasi Konsentrasi Karbomer Sebagai Gelling Agent Terhadap Viskositas dan pH Sediaan Gel Antiseptik Ekstrak Etanolik Daun Sirih Merah. FKIK, 1(5), 1-8.

Herrry M. S., Amy Nindia C., Maharani Laillyza A. (2013). Uji Efektivitas Antifungi Ekstrak Metanol Batang Pisang Mauli terhadap Candida albicans.Jurnal PDGI. Vol. 62; 7-10.

Ismail, I. (2013). Formulasi Kosmetik (Produk Perawatan Kulit dan Rambut. Makassar : Universitas Alauddin Press.

Jessica. (2012). Optimasi Formula Gel Hand Sanitizer Minyak Atsiri Jeruk Bergamot dengan Kombinasi CMC Na dan Gliserin. Skripsi, Universitas Sanata Dharma, 1-108.

Lachman L., Libermen H. A., & Kaning J. L. (2004). Theori and Practise of Industrial Pharmacy.Easton Pennysylvania : Mack Publishing Company.

Nopitasari. (2018). Pemanfaatan Pelepah Pisang Sebagai Bahan Pembuatan Hand Sanitizer dalam Bentuk Gel dengan Penambahan Alkohol dan Triklosan. Publikasi Ilmiah, Universitas

Muhammadiyah Surakarta, 1-9.

Nugroho, K. M. 2016. “Isolasi Senyawa Bioaktif Batang Pisang Ambon (Musa paradisiaca Var.Sapientum) sebagai Bahan Baku Antibakteri”. Indo. J. Chem. Sci., 5(3), 206-210.

Noviansari, R., Sudarmin, Siadi, K. (2013). Transformasi Metil Eugenol Menjadi 3-(3,4 DimetoksiFenil)-1-Propanol dan Uji Aktivitasnya Sebagai Antibakteri.Jurnal Jurusan Kimia

FMIPA, Universitas Negeri Semarang. 2(2).

Nur, J et al. (2013). Bioaktivitas Getah Pelepah Pisang Ambon Musa paradisiaca L. var Sapientum terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeroginosa dan Escherichia coli. Skripsi. Fakultas Biologi, Universitas Hasanuddin.

Rini, E. P., & Nugraheni E. R. (2018). Uji Daya Hambat Berbagai Merek Handsanitizer Gel Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 1(10), 18-26.

Rowe, R. C. (2009). Handbook of Pharmaceutical Excipients e-book Pharmaceutical. USA : American Pharmatic Assosiation Press.

Septian, D. (2012). Perbandingan Variasi Jumlah riethanolamine Terhadap Stabilitas Sifat Fisik Dan Sifat Kimia Gel Antiseptik Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.). FMIPA, 3(1),2-3.

Shu, M. (2013). Formulasi Sediaan Gel Handsanitizer Dengan Bahan Aktif Triklosan 0,5% Dan 1%. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(1), 1-14.

Verica, S. P. (2014). Pengaruh Konsentrasi Carbopol 940 Sebagai Gelling Agent Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas Gel Handsanitizer Minyak Daun Mint (Oleum mentha piperita). Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

World Health Organization. (2005). Guidelines for Handsanitizer Formulation Design and Drug Delivery. Singapore : John Wiley and Sons.

Wijaya, J. I. (2013). Formulasi Sediaan Gel Handsanitizer Dengan Bahan Aktif Triklosan 1,5% dan 2%. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(1), 1-14.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.