KOMPOSISI JENIS-JENIS TUMBUHAN PADA DUA KOMUNITAS TEMPAT TUMBUH Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl. DI DESA GAJAHREJO KABUPATEN PASURUAN DAN DESA JERU KABUPATEN MALANG

Solikin Solikin

Abstract

Stachytarpheta jamaicensis  termasuk tumbuhan berkhasiat obat  dan berpotensi sebagai tanaman hias. Penelitian yang bertujuan untuk menentukan   komposisi jenis-jenis tumbuhan,  keragaman dan  kemelimpahan jenisnya  serta   indeks kesamaan  pada dua  komunitas tempat tumbuh   Stachytarpheta jamaicensis telah dilakukan  pada bulan Agustus 2012 di  Desa  Gajahrejo Kabupaten Pasuruan dan Desa Jeru Kabupaten Malang dengan metode survey dan pembuatan  petak. Petak contoh dibuat berukuran 1x1 m yang  penempatannya  disesuaikan dengan keberadaan Stachytarpheta jamaicensis.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa   terdapat  sekitar 43 jenis  tumbuhan yang ditemukan tumbuh bersama jenis tumbuhan ini, 12 jenis  diantaranya  ditemukan tumbuh pada dua  komunitas. Komunitas tumbuhan di Gajahrejo lebih beragam denganjumlah  39 jenistumbuhan, nilai Indeks Keragaman  Shannon-Weaver3,231, dan Indeks Kemelimpahan  Margalef6,735.   Sedangkan di  Jeru ditemukan 23 jenis dengan nilai Indeks Keragaman Shannon-Weaver 2,751 dan Indeks Kemelimpahan  Margalef5,051.  Jenis tumbuhan yang  paling dominan  di sekitar  Stachytarpheta jamaicensis   di Gajahrejo adalah  Panicum brevifolium. Sedangkan di Jeru adalah  Salvia riparia. Indeks kesamaan jenis kedua komunitas sebesar  0,452.

Keywords

obat; Stachitarpeta jamaicensisl; keragaman;komposisi

Full Text:

PDF

References

Backer, C.A. and Van den Brink, R.C.Jr., 1963. Flora of Java. Vol I. NVP Noordhoff. Groningen. The Netherland.

Backer, C.A. and Van den Brink, B. Jr., 1965. Flora of Java. Vol II. NVP Noordhoff. Groningen. The Netherland.

Backer, CA and Van den Brink Jr. ,R.C. 1968. Flora of Java. Vol III. Wolters- Noordhofs- Groningen. Netherland.

Corner, I.J.H. dan Watanabe, K.1969.

Illustrated guide to tropical plants. Hirokawa Publishing Company. Tokyo.

Gilliland, HB. 1971. A Revised Flora

of Malaya: Grasses of Malaya. Auspies TheBotanic Gardens Singapore.

Grime,J.P. 1979. Plantt Strategies and vegetation processes. Wiley. New York.

Holm, C.G. 1978.Some characteristics of weed problems in the world.roc.west.Soc.Weed.Sci.pp 3-12.

Krebs, C.J. 1994. Ecology.Fourth Edition. Harper Colleus Publishers. New York.

PT Eisei, 1995. Medicinal herb index

in Indonesia. PT Eisei Indoneisa. Jakarta.

Retnaningdyah,C.,E. Arisoesilaningsih, B. Yanuwiadi, U. Marwati, S. Samino, 1999. Penuntun Praktikum Ekologi. Jurusan Biologi –Fakultas MIPA. Universitas Brawijaya Malang.

Solikin, 2006. Pertumbuhan dan kadar

andrograpolida tanaman sambiloto (Andrographispaniculata(Burm.f) Wallich ex Nees) pada berbagai dosis pupuk kotoran sapi dan kerapatan tanaman. Tesis. Program Pascasarjana Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Sastroutomo, S.S, 1990. Ekologi Gulma. PT Gramedia. Jakarta

Solikin, 2008. Kajian jenis-jenis rumput herba pada berbagai naungan di Kebun Raya Purwodadi. Prosiiding Seminar Nasional.

Van Valkenburg, J.L.C.H. dan Bunyapraphatsara, N. 2002. Medicinal and Poisonous Plants (12)2. PROSEA. Bogor. 510-513.

Article Level Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.