UJI DAYA ANTIHELMINTIK EKSTRAK ETANOL 70 % BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP CACING Ascaridia galli In vitro

Yusmira G, Isti’anah S

DOI: https://doi.org/10.23917/biomedika.v7i1.1586

Abstract

Prevalensi penyakit Askariasisdi Indonesia masih cukup tinggi, terutama pada anak-anak.Penyakit ini juga memiliki dampak merugikan, sehingga diperlukan usaha untuk mengatasi infeksi Ascaris lumbricoides. Penggunaan obat cacing di masyarakat masih belum optimal, sehingga perlu adanya alternatif pengobatan lain untuk penyakit ini. Bawang putih (Allium sativum L.) mengandung saponin dan flavonoid yang diduga memiliki efek antihelmintik. Mengetahui daya antihelmintik ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) terhadap cacing Ascaridia galli In vitro.Penelitian merupakan eksperimental laboratoris.Ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) terdiri atas 4 konsentrasi 100%, 50%, 25% dan 12,5% dengan empat kali replikasi. Pada
setiap kelompok perlakuan dimasukkan 10 ekor cacing yang diamati kematiannya setiap 1 jam sampai batas maksimal. Data dianalisis menggunakan One Way Anova, dan dilanjutkan dengan analisis probit dilakukan untuk mengetahui LC50, LC90, LT50 dan LT90. Rerata waktu kematian cacing pada konsentrasi 100%, 50%, 25% dan
12,5% serta kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang bermakna p=0,000 (p<0,05) dengan LC50 sebesar 26,852% dan LC90 sebesar 65,85%. Pada konsentrasi 100% ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum) nilai LT50 adalah 3,207 jam dan nilai LT90 adalah 5,481 jam. Ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) memiliki efek antihelmintik terhadap cacing Ascaridia galli in vitro.
Kata Kunci : Antihelmintik, Bawang putih (Allium sativum), Ascaridia galli, in vitro

Full Text:

PDF

References

Departemen Kesehatan RI, 2007. Profil Kesehatan Indonesia 2006. Pusat Data dan Informasi, Jakarta.

Djajanegara, I., Wahyudi, P., 2009. Pemakaian Sel HeLa dalam Uji Sitotoksisitas Fraksi Kloroform dan Etanol Ekstrak Daun Annona squamosa.

Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 7(1) : 7-11.

Hieronymus, 2007. Ragam & Khasiat Tanaman Obat. Agromedika, Jakarta. Katzung, B. G. 2004. Farmakologi Dasar dan Klinik. Buku 3 Edisi 8. Jakarta : EGC.

Kuswinarti, 1993. Penelitian In Vitro Terhadap Beberapa Tanaman yang Dikenal Sebagai Obat Cacing. Majalah Kedokteran Bandung. 25 (3) : 100-103.

Nagaich, S., Singh, K., Studies on the anthelmintic activity of Allium sativum (Garlic) oil on common poultry worms Ascaridia galli and

Heterakis gallinae. Journal of Parasitology and Applied Animal Biology .2000;9:47–52.

Nio, K.O., 1989. Zat- zat Toksik yang Secara Alamiah Ada Pada Bahan Makanan Nabati. Cermin Dunia Kedokteran no.58(25).

Rahmawati, Y., 2011. Sehat dengan Bumbu Dapur. Prima Pustaka : Yogyakarta Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik

Indonesia No.424/Menkes/SK/VI.2006.

Pedoman Pengendalian Cacingan. Depkes: Jakarta. Singh T.U., Kumar D., & Tandan S.K.,2008.Paralytic effect of alcoholic extract of Allium sativum

and Piper longum on liver amphistome, Gigantocotyle explanatum. Indian J

Pharmacol. 2008. 40(2): 64–68

WHO, 2006. Soil Transmitted Helminths. http://www.who.int/intestinal_worms/en/. Diakses pada tanggal 8 Januari 2012.

Wijayakusuma, H. M. 2007. Penyembuhan dengan Bawang Putih dan Bawang Merah. Cetakan I. Jakarta : Sarana Pustaka Prima.

Article Metrics

Abstract view(s): 847 time(s)
PDF: 786 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.