UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH LEUNCA (SOLANUM NIGRUM L.) SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI DAN ANOPHELES ACONITUS

Reisya Tiara Kandita, Riandini Aisyah, Wulandari Berliani Putri

DOI: https://doi.org/10.23917/biomedika.v7i2.1898

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles aconitus merupakan beberapa vektor penting pada penyakit tropis di Indonesia, antara lain seperti penyakit demam berdarah dan malaria. Salah satu cara pemberantasan nyamuk yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida kimiawi yang bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa juga menimbulkan permasalahan tersendiri yaitu timbulnya resistensi nyamuk dan efek toksik pada manusia. Oleh karena itu, diperlukan insektisida alternatif yang lebih aman terhadap lingkungan yang berasal dari tanaman. Salah satunya dengan menggunakan ekstrak buah Leunca (Solanum nigrum). Buah Leunca mengandung glikoalkaloid yang beracun. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak buah Leunca mempunyai potensi sebagai insektisida alami terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles aconitus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan true experimental-post test only control group design. Sampel yang digunakan adalah nyamuk Aedes aegypti dengan konsentrasi ekstrak 20%, 40%, 60%, dan 80% dan nyamuk Anopheles aconitus dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 20% dan 40%. Dilakukan penyemprotan pada glass chamber kemudian diamati sampai 20 menit, setelah itu nyamuk dipindah ke dalam paper cup dan diamati selama 24 jam. Pengulangan dilakukan sebanyak empat kali. Uji yang digunakan adalah uji Oneway Anova dengan nilai p < 0,05 dan analisis probit.Hasil uji Oneway Anova diperoleh nilai signifikansi < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah Leunca memiliki efek insektisida terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles aconitus. Hasil analisis probit nyamuk Aedes aegypti LC50 terletak antara 69,890% dan 156,417% dengan estimasi 91,128% dan LC90 terletak antara 337,934% dan 5842,532% dengan estimasi 785,398%, sedangkan nyamuk Anopheles aconitus LC50 terletak antara 19,809% dan 33,570%. Dengan estimasi 24,767% dan LC90 terletak antara 96,540% dengan 450,875% dengan estimasi 169,046%. Peneliti menyimpulkan bahwa ekstrak buah Leunca (Solanum nigrum L.) memiliki efek insektisida terhadap nyamuk Aedes aegypti dengan konsentrasi 80% dan Anopheles aconitus dengan konsentrasi 40%.

Kata Kunci: Ekstrak buah Leunca (Solanum nigrum), insektisida, Aedes aegypti, Anopheles aconitus

Full Text:

PDF

References

Astuti, E.P. 2008. Efektivitas Minyak Biji Kamadrah (Croton tiglium) dan Jarak Pagar (Jatropha curcas) sebagai Larvasida, Anti-oviposisi dan Ovisida Nyamuk Aedes aepypti dan Aedes albopictus. Institut Pertanian Bogor. Tesis.

Badan POM RI, 2008.Pencegahan Keracunan Racun Alami Dari Tanaman Pangan. Info POM. 9 (3): 5-7.

Depkes RI. 2013. Program Pengendalian Penyakit Capai Target. Direktur Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

Diakses pada tanggal 26 Juni 2013 dari: http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/2242-program-pengendalianpenyakit- capai-target.html.

Depkes RI. 2011. Pengendalian Malaria Masih Hadapi Tantangan. Diakses pada tanggal 26 Juni 2013 dari: http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1488-pengendalian-malaria-masih-hadapitantangan.html.

Dinkes Jawa Tengah. 2011. Data/Informasi Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011. Diakses pada tanggal 25 Juni 2013 dari: http://www.depkes.go.id/downloads/kunker/13_jateng.pdf

Freedman, D.O. 2008. Malaria Prevention in Short- Term Travelers. N Engl J Med. 359:603-12.

Gurbus, N. 2010.Genetic Mapping and Characterization of Eggplant for Glycoalkaloid Content. The Graduate School of Engineering and Sciences of İzmir Institute of Technology. Tesis.

Hadi, U.K., Susi S. & Dwi D. G. 2012. Aktivitas Nokturnal Vektor Demam Berdarah Dengue Di Beberapa Daerah Di Indonesia. Indonesia Journal of Entomology. 9 (1): 1-6.

Irwadi, D., M. Arif & Hardjoeno. 2007. Gambaran Serologis IgM – IgG Cepat Dan Hematologi Rutin Penderita DBD. Indonesia Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory. 13 (2): 45-48.

Lailatul, L., Asep K. & Ratnaningsih E. 2010. Efektifitas Biolarvasida Ekstrak Etanol Limbah Penyulingan Minyak Akar Wangi (Vetiveria zizanoides) terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti, Culek sp., dan Anopheles sundaicus. Jurnal Sains dan Teknologi Kimia. 1 (1): 59-65.

Lidia, K. & Setianingrum E. L. S. 2008. Deteksi Dini Resistensi Nyamuk Aedes albopictus terhadap Insektisida Organofosfat di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue di Pulu (Sulawesi Tengah). Media Kesehatan Masyarakat. 3 (2): 105-110.

Mohyuddin, A. 2009. Chemotaxonomical Characterization of Solanum nigrum L. and its Varieties. Pakistan: Department of Chemistry, GC University Lahore.

Widiarti, Suskamdani & Mujiono. 2009. Resistensi Vektor Malaria terhadap Insektisida di Dusun Karyasari dan Tukatpule Pulau Bali dan Desa Lendang Ree dan Labuhan Haji Pulau Lombok. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 19 (3): 154-164.

Article Metrics

Abstract view(s): 1680 time(s)
PDF: 1071 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.