HUBUNGAN PEKERJA BASAH DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJAPADA PETUGAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT X TANJUNG, TABALONG, KALIMANTAN SELATAN

Rizadin Anshar, Ratih Pramuningtyas, Devi Usdiana

DOI: https://doi.org/10.23917/biomedika.v8i2.2913

Abstract

Prevalensi dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) di dunia terbilang tinggi. Kontak kulit terhadap iritan atau alergen di tempat kerja dapat mengakibatkan terjadinya DKAK.Petugas kesehatan merupakan salah satu profesi yang berisiko terjadinya DKAK. Hasil survei pendahuluan yang dilakukan di RS X, Tanjung, didapatkan 6 orang menderita DKAK dari 20 petugas kesehatan yang diwawancarai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan basah dengan kejadian DKAK pada petugas kesehatan. Desain penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden penelitian sebanyak 80 petugas kesehatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data primer dianalisis dengan uji Chi Square menggunakan program SPSS 17.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p = 0,001 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan basah dengan kejadian DKAK.Terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan basah dengan kejadian DKAK pada petugas kesehatan di RS X Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan.

 

Kata Kunci : Pekerja Basah, Petugas Kesehatan, Dermatitis Kontak Akibat Kerja

Full Text:

PDF

References

Behroozy, A., & Keegel, T.G. 2014. A Main Risk Factor for Occupational Hand Dermatitis. Elsevier. Vol 5: (175-180)

Bock, M., Schimdt, A., Bruckner, T., & Diepgen, T.L. 2003. Contact Dermatitis and Allergy, Occupational Skin Disease in The Construction Industry.British Journal of Dermatology. Vol 21: (45-51)

Buss, Z.S., & Frode, S.S. 2007. Latex Allergen Sensitization and Risk Factor Due To Glove use by Health Care Workers at Public Health Units in Florianopolis Brazil, J Investig Allergol Clin Immunol 2007; Vol. 17(1):27-33

Djuanda, A., Hamzah, M., & Aisah, S. 2013. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia.

Fathiya, I. 2011. Dermatitis Kontak Iritan dengan Sekunder Infeksi.Diakses pada tanggal 23 Juli 2015.http://www.fkumyecase.net/wiki/index. php?page= DERMATITIS+KONTAK+ IRITAN+ DENGAN+SEKUNDER+ INFEKSI+ EC+ SABUN

Health and Safety Executive . 2008. Work Related Contact Dermatitis. Inggris Raya

Honari, G., Taylor, J.S., & Sood, A. 2012. Occupational Skin Diseases Due To Irritants And Allergens At Glance in: Fitszpatrick’s Dermatology in General Medicine, 8th Edition.McGraw-Hill’s: 3716-3732

Ngajilo. 2014. Occupational Contact Dermatitis Among Nurses. Diakses pada tanggal 22 Juli 2015.http:www.sabinet.co.za-irritantcontact-dermatitis-and-allergic-contactdermatitis?mobile=no%5Fmobile

Nugraha, W. 2008.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak pada Karyawan yang Terpajan dengan Bahan Kimia di Perusahaan Industri Otomotif Kawasan Industri Cibitung Jawa Barat.Thesis

Perry, A.D., & Trafeli J.P. 2009. Hand Dermatitis: Review of Etiology, Diagnosis, and Treatment. United States Navy, Camp Pendleton Naval Hospital, California. Vol. 22: (325-330)

Sasseville, D. 2008. Occupational Contact Dermatitis.McGill University Health Centre, Montreal, QC. Vol 4: (59-65)

Smith, R.D., Wei, N., Zhao, L., & Wang, S.R. 2005.Hand Dermatitis Among Nurses In A Newly Developing Region Of Mainland China. International Journal Of Nursing Studies. Vol 42: (13-19).

Sumantri. 2008. Dermatitis Kontak. Jogjakarta : Universitas Gajah Mada.

Tardan, M.P.C., & Zug, A.K. 2012.Allergic Contact Dermatitis in: Fitszpatrick’s Dermatology in General Medicine, 8th Edition. McGraw-Hill’s: 244-260

Taylor, J. S., Erkek, E. 2004. Latex Allergy: Diagnosis and Management. Dermatol Ther.; 17:289-301.

Article Metrics

Abstract view(s): 709 time(s)
PDF: 1883 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.