EEG AWAL TERAPI SEBAGAI PREDIKTOR KEKAMBUHAN PADA PENDERITA EPILEPSI YANG MENDAPAT TERAPI OBAT ANTIEPILEPSI

Iwan Setiawan, Harsono Harsono, Ahmad Asmedi

DOI: https://doi.org/10.23917/biomedika.v10i1.5849

Abstract

Epilepsi merupakan problem kesehatan yang penting di negara berkembang termasuk Indonesia. Faktor prediktor yang penting dalam meningkatkan kekambuhan bangkitan, diantaranya gambaran EEG abnormal. Nilai EEG sebagai prediktor kekambuhan pada penderita epilepsi masih kontroversi. EEG dengan spike wave yang persisten pada epilepsi umum primer, menunjukkan peluang yang tinggi terjadinya kekambuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengukur besar peran EEG di awal terapi sebagai prediktor prognosis kekambuhan bangkitan pada pasien yang mendapat terapi obat anti-epilepsi secara teratur. Penelitian ini merupakan penelitian historikal kohort yang melibatkan 104 penderita epilepsi yang datang kontrol ke poliklinik saraf RS dr.Sardjito, Jogjakarta, dari januari 2006 sampai maret 2006. Dari analisis univariat didapatkan risiko relatif EEG RR: 1,957 (95% CI, 1,357-

2,822). Hasil yang bermakna sebagai prediktor kekambuhan adalah gambaran EEG dengan tingkat kemaknaan P<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran EEG abnormal merupakan prediktor kekambuhan pada penderita epilepsi yang mendapat terapi obat antiepilepsi, dengan risiko relatif 1,957.

 

Kata kunci: elektroensefalografi, epilepsi, prognosis, kekambuhan

Full Text:

PDF

References

Andersson T., Braathen G., Person A., Theorell K. 1997. A Comparison Between One and Three Years of Treatment in Uncomplicated Childhood Epilepsy: A Prospective Study. The EEG as Predictor of Outcome after Withdrawal of Treatment, Epilepsia, 38(2): 225-232.

Berg AT., Shinnar S. 1994. Relapse Following Discontinuation of Antiepileptic Drugs; a Meta- analysis.Neurology; 44 : 601-608.

Bromfield EB. 2002. Epileptiform Discharge, eMedicine World Medical Library

Dreifuss FE. 1994. Prognosis of Childhood Seizure Disorders: Present and Future, Epilepsia, 35 (suppl2) s30-s34.

Emerson RD., Souza B., Vinning E. 1981. Stopping Medication in Children with Epilepsy. Predictor of Outcome. N Engl J Med; 304: 1125-1129.

Kaiser C., Benninger C., Asaba G., Mugisa C. 1998. Clinical and Electro Clinical Classification of Epileptic Seizure in West Uganda, 3rd Congress of Tropical Neurology, 30 November-2 Desember 1998.

Kilpatrick CJ. 2004. Withdrawal of Antiepileptic Drugs in Seizure-free Adults, Australian Prescriber, vol.27, No.5:114-117.

Lamdhade SJ., Taori GM. 2002. Study of Responsible for Recurrence of Seizures in Controlled Epileptics for more than 1,5 years after Withdrawal of Antiepileptic Drugs, Neurology India; 50: 295-300.

Leary PM., Riordan G., Sceleigei B., Morris S. 1999. Childhood Secondary (Symptomatic) Epilepsy Seizure Control, and Intelectual Handicap in a Notropical Region of South Africa, Epilepsia, 40(8); 1110-13.

Mardjono M, 1996. Majalah Kedokteran Indonesia, volume: 46, Nomor: 8, Agustus.

Maytal J., Shinar S., Moshe SL., Alvarez LA. 1989. Law morbidity and mortality of Status Epilepticus in Children, Pediatric 83; 323-331.

Sacket DL, 2001. Evidence Based Medicine: How to Practice and Teach EBM, Oxford University Press.

Smith SJM, 2005. EEG in The Diagnosis, Classification, and Management of Patient with Epilepsy, J Neurol Neurosurg Psychiatry; 76 (Suppl III): ii2-ii7

Sundaram M., Sadler RM., Young GB., Pillay N. 1999. EEG in Epilepsy: Current Perspectives, Canadian Journal of Neurological Sciences; 26: 255- 62.

WHR 2001. Epilepsy in the World Report, Mental Health: New Understanding, New Hope, WHO.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.