PENGARUH KONSENTRASI KALIUM FEROSIANIDA TERHADAP PEWARNAAN Fe PADA SUMSUM TULANG

Khoiriyatunnisa Khoiriyatuinnisa, Stalls Norma Ethica, Budi Santosa

DOI: https://doi.org/10.23917/biomedika.v10i2.7016

Abstract

ABSTRAK

Pemeriksaan sumsum tulang merupakan uji diagnostik standar emas untuk penilaian cadangan zat besi di dalam tubuh, sehingga pemeriksaan ini dianggap pentingPemeriksaan cadangan besi sumsum tulang dalam prakteknya, ada beberapa variasi konsentrasi larutan kalium ferosianida (K4Fe(CN)6·3HO) yang digunakan.Faktanya, kalium ferosianida merupakan zat beracun yang berdampak buruk pada kesehatan jika terpapar pada konsentrasi tinggi. Di sisi lain, pengaruh konsentrasi kalium ferosianida terhadap kualitas hasil pewarnaan Fe belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kalium ferosianida terhadap kualitas hasil pewarnaan Fe berdasarkan interpretasi visual sebagai bagian dari pemeriksaan sumsum tulang. Secara lebih khusus, penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi kalium ferosianida terendah dengan hasil kualitas pewarnaan Fe dengan interpretasi baik. Objek penelitian ini adalah sampel sumsum tulang pasien terdiagnosis anemia. Kemudian sampel diperiksa dengan pewarnaan Fe berbagai variasi konsentrasi kalium ferosianida, yaitu: 1 %, 2 %, 3 %, 4 %, dan 5% b/v (artinya b/v apa? Jangan menyingkat sebelum diberikan kepanjangannya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil interpretasi tingkat cadangan besi akibat kualitas hasil pewarnaan yang berbeda akibat pengaruh variasi konsentrasi ferosianida dengan nilai uji signifikansi 0,00 (p< 0,05) berdasarkan uji statistik Fisher. Dari hasil penelitian ini, konsentrasi kalium ferosianida yang paling direkomendasikan untuk pemeriksaan cadangan besi dalam sumsum tulang adalah 2% b/v, karena konsentrasi kalium ferosianidanya tidak terlalu tinggi namun menghasilkan kualitas penafsiran terbaik .

Kata kunci: Pewarnaan Besi, Cadangan Besi Tubuh, Kalium Ferosianida, Sumsum Tulang

 

ABSTRACT

Bone marrow examination is one of the most crucial diagnostic test considered as gold standard for the assessment of iron reserves in the body. In practice, there has been variation of potassium ferocyanide (K4Fe(CN)6·3HO) concentrations used in the iron staining step of the exam by medical laboratory workers. Infact, ferrocyanide is a toxic substance exposing health risks if used in high concentration. Yet, there have been no reports about the effect of ferrocyanide concentration on the quality of Fe staining results. This study aims to determine the effect of potassium ferrocyanide concentration on Fe staining result quality by visual interpretation as part of bone marrow examination. In more particular, it determines the lowest possible concentration (lowest toxicity) of ferrocyanide that could result in acceptable quality of Fe staining results. Objects of this study were bone marrow samples of patients diagnosed with anemia, which later examined by Fe staining using ferrocyanide at varied concentrations of 1, 2, 3, 4, and 5% b/v, respectively. Results indicated that there was significant difference on interpretation quality of iron reserves due to variation of ferrocyniade concentrations with significance test value of 0.00 <0.05 based on Fisher’s test statistic. Results showed that the most recommended concentration of potassium ferrocyanide, which is not too high but resulting in the best possible interpretation quality of iron reserves on bone marrow is 2% b/v.

Keywords: Fe Staining, Iron Reserves, Potassium Ferrocyanide, Bone Marrow

Full Text:

PDF

References

Adewoyin, A. S., Ezire, E. S., Adeyemi, O., Idubor, N. T. and Edewor-okiyo, D. O. 2015. Bone Marrow Aspiration Cytology Studies In A Tertiary Hospital , Nigeria : A Serie Of 88 Cases. Annals of Pathology and Laboratory Medicine. Volume 2: A108-A114

Bain, B. J. 2001. Bone Marrow Trephine Biopsy. Journal Clin Pathol. (54): 657–663.

Bain, B. J., Clark, D. M., Lampert, I. A., Wilkins, B. S. 2001. Bone Marrow Pathology – Third Edition. Australia: Blackwell Science Ltd.

Bakta, I. M. 2006. Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta: EGC.

Polysciences, www.polysciences.com 3 Juli 2017 (18.10).

Bio-protocol, www.bio-protocol.org 3 Juli 2017 (22.20).

BioGenex. www.biogenex.com. 30 Oktober 2017 (10.05).

Cheles, M., Couture, R., Holliday, J. M., Smith, S., Stanforth, D. A. 2004. Guide To Special Stain. California USA : DakoCytomation.

Ethica, S.N. and Setiaji, A.B., 2002. Simulasi Monte Carlo sistem Co2+ dalam air melibatkan potensial badan tiga (Master thesis, [Yogyakarta]: Universitas Gadjah Mada).

Gale, E., Torrence, J., Bothwell, T. 1963. The quantitative estimation of total iron stores in human bone marrow. Journal Clin Invest. (42):1076–82.

Gandasoebrata, R. 2013. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta: Dian Rakyat.

Hayat, M. A. 1993. Stains and Cythochemical Methods. New York. Plenum Press.

IUPAC, P.P., Everett, D., Haul, R., Moscou, L., Pierotti, R., Rouquerol, J. and Siemieniewska, T., 1985. Pure Appl. Chem, 57, p.603.

Material Safety Data Sheet (MSDS) Potassium Ferrocyanide Solution. 2010. Katalog Nomor 184. Canada: Leica Mucrosystems Canada Inc.

Mescher, A. L. 2012. Histologi Dasar Junqueira Teks Dan Atlas. Edisi 11. Jakarta: EGC.

Ochai, J dan A. Kolhatar. 2008. Medical Laboratory Science Theory and Practice.. New Delhi: Tata McGraw-Hill Publsihing.

Santosa, B., 2010. Differential Counting Berdasarkan Zona Baca Atas Dan Bawah Pada Preparat Darah Apus. In Prosiding Seminar Nasional & Internasional.

Smith, S. E. S., Hughes, D. A., Bain, B. J., 2005. Are Routine Iron On Bone Marrow Trephine Biopsy Specimens Necessary?. Journal Clin Pathol (58): 269-272.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.