KUALITAS JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR SECARA MIKROBIOLOGI DI KECAMATAN KOTO TANGAH PADANG SUMATERA BARAT

Rahmawita Rahmawita, Dwi Hilda Putri, Linda Advinda

DOI: https://doi.org/10.23917/biomedika.v10i2.7020

Abstract

ABSTRAK

Pangan jajanan merupakan sarana bagi anak-anak dalam pemenuhan kebutuhan kecukupan gizi, tetapi juga berisiko menimbulkan keracunan jika tidak higienis. Menurut Undang–Undang RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan menyatakan bahwa keamanan pangan adalah usaha mencegah pangan dari kontaminasi biologis, kimia dan fisik. Laporan kasus kejadian luar biasa (KLB) yang dikeluarkan oleh BPOM tahun 2016 menyatakan bahwa 16,35% keracunan makanan di Indonesia berasal dari pangan jajanan di sekolah dan sebanyak 42,14%  berasal dari jajanan yang dibuat dari pangan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menguji kualitas  jajanan anak sekolah dasar secara mikrobiologi di Kecamatan Koto Tangah Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif untuk mengidentifikasi mikroba patogen dalam jajanan yang di jual pada 19 Kantin Sekolah Dasar pada bulan Maret hingga April 2018. Total sampel yang dapat disampling sebanyak 49 sampel. Pengambilan sampel dilakukan pagi hari hingga menjelang jam istirahat siang. Sampel yang disampling dari kantin dibagi dalam tiga bentuk yaitu jajanan kering, jajanan basah dan minuman yang diberi es batu. Hasil penelitian dengan ditemukannya S.aureus pengkontaminasi pada 1 sampel (2,04%) dari jajanan kering dan E. coli sebanyak 3 sampel (6,12%) dari minuman yang diberi es batu, dan bakteri jenis lain sebanyak  91.82 %.

Kata kunci:  Kualitas Mikrobiologi, Jajanan Anak Sekolah, Mikroba Patogen Pengkontaminan.

 

ABSTRACT

School Children Food (SCF) played an important role in providing nutrient intake of children nutritional  needs, in the other hand, it may has a risk of poisioning if unhygienic. According to the Law of Republic Indonesia number 18 of 2012 on food states that food security is an attempt to prevent food from biological, chemical and physical contamination. Report on Outbreaks issued by BPOM in 2016 states that 16.35% of food poisoning in Indonesia caused by contaminated SCF, and as much as 42.14% caused by contaminated of household SCF. The aim of this study is to test the microbiological quality of Elementay SCF in Sub-district Koto Tangah Padang. This descriptive research would like to identify pathogenic microbial in SCF which sold at 19 elementary school canteen during periode of time March to April 2018. The total samples are 49. Time of sampling conducted from morning until right before lunchtime. The samples categorized into three forms which are dried, wet and ice-cubed drinks. The result showed that one sample (2.04%) of dried SCF was contaminated by S. aureus, three samples (6.12%) of Iced-cube drinks was contaminated by E.coli and the rest (91.82%) was contaminated by other bacteria.

Keyword: Microbiological Quality, School Children Food, Pathogenic Bacteria.

Full Text:

PDF

References

Badan POM RI. 2013. Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah Untuk Pencapaian Gizi Seimbang. Jakarta: Badan POM RI.

Kumalasari, C. R., Martini, P., dan Susiana. 2017. “Hubungan Sanitasi Dengan Status Bakteriologi Koliform Dan Keberadaan Salm0nella Sp Pada Jajanan Di Sekolah Dasar Wilayah Kecamatan Tembalang, Semarang.” Aplikasi Tekhnologi Pangan 6 (1): 19–22.

Depkes RI. 2010. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas ). Jakarta: Depkes.

Irianto, K. 2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikrobiologi. Bandung: CV.Yrama Widya.

Jawetz, Melnick. and Adelberg. 2008. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.

Menteri Kesehatan. 2003. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 942/Menkes/SK/VII/2003. Indonesia.

Kuswiyanto. 2017. Bakteriologi 2 Buku Ajar Analis Kesehatan. Jakarta: EGC.

Majumdar, A., Neha, P., Jibin, S., Ananya, A., Nupur, O., Swathy, B., Sutapa, B. 2018. Microbial Contamination And Food Degradation. India: Indian Institute of Science Education and Research (IISER).

Marhamah, Huda, dan Misbahul. 2014. “Kualitas Mikrobiologi Minuman Jajanan (Es, Sirup) Pada Kantin SD Negeri Di Wilayah Kota Bandar Lampung.” Analis Kesehatan 3 No.1: 321–26.

Mirawati, M. Lestari, E., dan Djajaninggrat, H. 2014. “Identifikasi Salmonella Yang Dijual Di Kantin Dan Luar Kantin Sekolah Dasar.” Jurnal Ilmu dan Tekhnologi Kesehatan 1: 141–47.

Okolie, N.P, Omonigbehin, E. , Badru, O, A. And Akande, I.S. 2012. “Isolation of Pathogenic Bacteria from Some Foods Sold at Selected Private School in Akoka Area of Yaba Lagos.” African journal of Food Science 6: 65–69.

Pelczar, Michael. E.C.S., dan Chan. 2014. Dasar-Dasar Mikrobiologi 2. Jakarta: UI-Press.

SNI. 2009. “Batas Maksimum Cemaran Mikroba Pangan.”

Susanna, D dan Hartono, B. 2003. ““ Pemantauan Kualitas Makanan Ketoprak Dan Gado-Gado Di Lingkungan Kampus UI Depok Melalui Pemeriksaan Bakteriologi “.” Makara Seri Kesehatan 7 (1): 21–29.

Vitria, E., dan Deni, A. 2013. “Hubungan Hygiene Sanitasi Dan Cara Pengolahan Mie Ayam Dengan Angka Kuman Di Kota Padang.” Kesehatan Masyarakat 7.

Yunaenah. 2009. “ Kontaminasi E. coli Pada Makanan Jajanan di Kantin Sekolah Dasar Wilayah Jakarta Pusat Tahun 2009 “. Tesis Fakultas Kesehatan Masyarakat.

WHO. 2004. “Diagnosis and Management of Foodborne Illnesses.” In America: American Medical Association.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.