EFEKTIVITAS EKSTRAK AKAR PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolus Roxb.) SEBAGAI ANTIMALARIA TERHADAP JUMLAH MONOSIT DALAM DARAH MENCIT (Mus musculus) YANG DIINFEKSI Plasmodium berghei

Gata Dila, Muhammad Ibnu Kahtan, Ari Widiyantoro

DOI: https://doi.org/10.23917/biomedika.v12i1.9237

Abstract

ABSTRAK

Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang memberikan morbiditas yang cukup tinggi di dunia dan merupakan infeksi yang ketiga teratas dalam jumlah kematian. Di Indonesia, pemberantasan penyakit malaria kurang maksimal karena adanya resistensi parasit terhadap obat antimalaria dan gangguan sistem imun. Monosit merupakan sel efektor imun yang penting dalam perlindungan terhadap patogenesis malaria yang bersifat sitostatik dan sitotoksik. Tanaman pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) memiliki senyawa yang dapat bekerja sebagai antimalaria dan imunomodulator. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas ekstrak metanol akar pandan wangi sebagai antimalaria terhadap jumlah parasitemia dan monosit dalam darah mencit (Mus musculus) yang diinfeksi Plasmodium berghei. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen murni (true experiment design) in vivo dengan desain rancangan acak lengkap (completely randomized design). Uji efektivitas ekstrak metanol akar pandan wangi sebagai antimalaria dilakukan dengan konsentrasi 6,5%, 13% dan 26%. Kontrol positif diberi 3,74 mg/mL Dihydroartemisinin-Piperaquin (DHP), kontrol negatif diberikan akuades dan kontrol normal tidak diintervensi Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 6,5%, 13% dan 26% memiliki aktivitas antimalaria dengan menurunkan persentase parasitemia dan meningkatkan jumlah monosit. Kesimpulan dalam penelitian ini ekstrak akar pandan wangi memiliki aktivitas malaria dengan konsentrasi yang paling baik yaitu 26% untuk menurunkan jumlah parasitemia dan meningkatkan monosit.

Kata Kunci: Pandanus amaryllifolius Roxb. Antimalaria, Monosit, Plasmodium berghei

ABSTRACT

Malaria is one of the most common infectious diseases in the world and is the third highest infection in mortality. In Indonesia, eradication of malaria is not maximal because of parasitic resistance to antimalarial drugs and immune system disorders. Monocytes are important effector immune cells in the protection of the cytostatic and cytotoxic pathogenesis of malaria. Pandanus amaryllifolius Roxb. root plant have compounds that can work as antimalarials and immunomodulators. This research aim to determine the effectiveness of the methanol extract of Pandanus amoryllifolius Roxb. as antimalarial to parasitemia and monocytes count of blood mice (Mus musculus) with Plasmodium berghei infection. This study is a true experiment design in vivo with complete randomized design. Methanol extract of Pandanus amaryllifolius Roxb. with concentration 6.5%, 13% and 26% used as antimalarial. Dihydroartemisinin-Piperaquine (DHP) 3.74 mg/mL used as positive control, aquades used as negative control groups and the control group was not intervened. The result of this research show effectiveness as antimalarial in methanol extract of Pandanus amaryllifolius Roxb. with concentration 6,5%, 13% and 26% have antimalarial activity by decreasing percentage of parasitemia and increasing monocyte count. The conclusion of this research is the high antimalarial activity in methanol extract of Pandanus amaryllifolius Roxb. in 26% concreation which could decreased parasitemia precentage and increased monocytes count.

Keywords: Pandanus amaryllifolius Roxb, Antimalarial, Monocyte, Plasmodium berghei

References

Basir, R, Rahiman, SSF, Hasballah K, Chong WC, Talib H, Yan, MF, Jabbarzare M, Tie TH, Othman F, Moklas MAM, Abadullah WO, Ahmad Z. 2012. Plasmodium berghei ANKA Infection in IRC Mice as a Model of Cerebral Malaria, Iranian J. Parasitol. 7(4); 62-74

Chanwitheesuk A, Teerawutgulgrag A, Rakariyatham N. 2005. Screening of Antioxidant Activity and Antioxidant Compounds of Some Ediless Plants of Thailand. Food Chem. 92:491-497

Darlina. 2011. Parasit Malaria Rodensia sebagai Model Penelitian Vaksin dengan Teknik Nuklir. Buletin Alara, 13 (2): 53-60

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia

Enechi, O.C., Okemu, B.C., Ikechukwu, U.R. 2016. Antimalarial Activity and Effect Ethanol Extract of Pleiocarpa mutica Leaves on Some Haemotological Indicesn of Plasmodium berghei-Infected Mice. American-Eurasian J. Agric & Environ. Sci., 16 (5) : 860-867

Hilou, A., Naucolma, O.G., Guiguemde, T.R. 2006. In Vivo Antimalarial Activities of Extract from Amaranthus spinosus L. and Boerhavia erecta L. in Mice. J. Ethnopharm. 103: 236-240

Jambou R, El-Asssad F, Combes V, Grau GE. 2011. In Vitro Culture of Plasmodium berghei-ANKA Maintains Invectivity of Mouse Erythrocytes Inducing Cerebral Malaria. Malaria Journal, 10 : 346-350

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia.

Mustofa, D., Kahtan, M.I., dan Widiyantoro, A. 2019. Efektivitas Ekstrak Etanol Akar Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) sebagai Antimalaria Terhadap Jumlah Limfosit dalam Darah Mencit (Mus musculus) yang Diinfeksi

Plasmodium berghei. Intisari Sains Medis, 10 (2) : 489-496

Perlmann, P., and Blomberg, M.T. 2002. Malaria and The Immune System in Humans. Chem. Immunol., 80 :321-325

World Health Organization. 2015. Malaria Report, Geneva.

World Health Organization. 2006. Malaria Report, Geneva.

Article Metrics

Abstract view(s): 141 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 90 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.