Resiliensi pada Penderita Kanker Serviks Stadium Lanjut

Rayi Dwi Vica Shally, Juliani Prasetyaningrum

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v2i1.3058

Abstract

Kanker serviks pada stadium lanjut merupakan penyakit yang seringkali tidak bisa disembuhkan dan mempunyai perjalanan penyakit kronik yang akhirnya mematikan. Penyakit kanker serviks yang mengakibatkan penderita tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara normal juga menimbulkan perasaan menjadi beban bagi orang lain. Penderita kanker serviks stadium lanjut diharapkan memiliki kemampuan untuk bangkit dan pulih sehingga dapat menjadi motivasi untuk sembuh dan menjalani kehidupannya dengan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, mendalami dan mendeskripsikan dinamika resiliensi pada penderita kanker serviks stadium lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Metode pengumpulan data berupa interview, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini diambil informan utama sebanyak 3 orang dengan karakteristik sebagai berikut: 1) Informan usia minimal 40 tahun, 2) Informan didiagnosa menderita kanker serviks stadium lanjut (stadium III-IV), 3) Informan sudah memiliki keturunan. Adapun informan pendukung dalam penelitian ini yaitu keluarga informan utama. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa informan memiliki resiliensi yang baik , informan yakin dapat sembuh dan berusaha agar dapat menjalani kehidupannya dengan baik. Dinamika pembentukan resiliensi yang dialami masing-masing informan berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh kemampuan informan untuk bangkit dan bertahan dalam menjalani penyakit yang dideritanya. Informan mengalami sejumlah reaksi seperti shock, encounter, dan retreat. Informan juga merasakan ketakutan akan kematian serta kecemasan akan kondisinya di masa yang akan datang. Faktor-faktor yang turut mendukung pembentukan resiliensi pada informan yaitu keyakinan dan optimisme akan kesembuhan, spiritualitas dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitar. 

Kata kunci : resiliensi, penderita kanker serviks, stadium lanjut

References

Bobey, M. (1999). Resilience: The Ability to Bounce Back from Adversity. American of Pediatric. Http://www.Crhahealth.ab.ca/clin/womwn102 Mar Apr. HTM. Diakses pada tanggal 20 November 2011

Grotberg, E. (1995). A Guide to Promoting Resilience in Children: Strengthening The Human Spirit. Benard Van Leer Fondation.

Hadjam, N.R. (2000). Tinjauan Psikologis Tentang Kanker: Studi Kasuistik Tentang Kondisi Aspek Psikologis Penyebab Kanker. Laporan Penelitian. Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.

Hawari, D. (2004). Al Quran: Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Bhakti Prima Yasa.

Holaday, M. (1997). Resilience and Severe Burns. Journal of Counseling and Development. 75. 346-357

Holland, J, & Evcimen, Y. (2009). Depression in cancer patients. Supportive care in cancer therapy. USA: Humana Press.

Lubis, N.L. (2009)a. Depresi: Tinjauan Psikologis. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

_________ (2009)b. Makna Hidup Pada Penderita Kanker Leher Rahim. Majalah Kedokteran Nusantara Volume 42. No. 1.

Reivich, K. & Shatte, A. (2002). The Resilience Factor:7 Essential Skills For Overcoming Life’s Inevitable Obstacles. Newyork: Broadway Book.

Rini, I.R.S. (2007). Resiliensi Pada Penderita Kanker Ditinjau Dari Dukungan Sosial. Tesis (tidak diterbitkan). Program Pasca Sajana Fakultas Psikologi. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Schoon, I. (2006). Risk & Resilience: Adaptations in Changing Times. Cambridge University Press.

Tugade M.M & B.L. Fredrickson. (2004). Resilient Individual Use Positive Emotions To Bounce Back From Negative Emotional Experiences. Journal of Personality and Social Psychology, Volume 24, no 2. 320-333.

Umaroh. (2008). Ketakutan Akan Kematian Pada Penderita Kanker Stadium Lanjut. Skripsi (tidak diterbitkan). Universitas Muhammadiyah Surakarta: Fakultas Psikologi.

Article Metrics

Abstract view(s): 373 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 488 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.