Kualitas Interaksi Sosial antara Penjual dan Pembeli di Taman Pintar Book Store Yogyakarta

Amestia Prasinata Panggabean

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v2i2.4460

Abstract

Interaksi sosial antara penjual dan pembeli terjadi karenahubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan menguntungkan. Penjual membutuhkan pembeli untuk membeli barang dagangannya, dan pembeli membutuhkan penjual untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan kualitas interaksi sosial pada pagi, siang, dan sore hari. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif terhadap 8 subjek dengan usia antara 21 sampai 29 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Metode pengumpulan data adalahobservasi dan wawancara. Teknik pencatatan behavior tallying and charting selama 3 jam sebagai sampel berdasarkan 11 indikator dan 6 interval. Jenis wawancara yang dilakukan adalah wawancara survey. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan ada 11 indikator yang digunakan untuk menilai interaksi yang dilakukan oleh penjual dengan persentase interaksi sosial tertinggi terjadi pada siang hari yaitu 34,43%, serta 4 faktor utama yang mempengaruhi interaksi sosial antara penjual dan pembeli.

Kata kunci : interaksi sosial, pembeli, penjual

References

Aryani, D., & Rosinta, F. (2010). Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan dalam membentuk loyalitas pelanggan bisnis & birokrasi. Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi. 7(2). 114-126.

Bastian, D, A. (2014). Analisa pengaruh citra merek (brand image) dan kepercayaan merek (brand trust) terhadap loyalitas merek (brand loyalty) ades pt. ades alfindo putra setia. Jurnal Manajemen Pemasaran Petra. 2(1). 1-9.

Claudiu-Catalin, M., & Dorian-Laurentiu, F. (2014). Radical brand extensions and consumer profile - a new perspective on innovation and consumer innovativeness. Procedia -Social and Behavioral Sciences. 109. 108-112.

Dantes, N. (2012). Metode penelitian. Yogyakarta. Andi Offset.

Fatnar, N, V., & Anam, C. (2014). Kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga. Jurnal Fakultas Psikologi. 2(2). 71-75.

Herimanto & Winarmo. (2008). Ilmu sosial & budaya dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Kusdiyati, S., & Fahmi, I. (2015). Observasi psikologi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Myers, D, G. (2012). Social psychology. New York: Mc Graw Hill Education

Parise, S., Guinan, P. J., & Kafka, R. (2016). Solving the crisis of immediacy: How digital technology can transform the customer experience. Business Horizons (2016). Retrieved March 4, 2016, from http://dx.doi.org/10.1016/

Sandstrom, G, M., & Dunn, E, W. (2014). Social interactions and well-being: The surprising power of weak ties. Personality and Social Psychology Bulletin. Retrieved November 29, 2014http://psp.sagepub.com/

Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada.

Wahyudi, J., Milla, M, N., & Muluk, H. (2017). Persepsi keadilan sosial dan kepercayaan interpersonal sebagai prediktor kepercayaan politik pada mahasiswa di Indonesia. Jurnal Psikologi Sosial 15(1). 59-71.

Waluya, B. (2007). Sosiologi: Menyelami fenomena sosial di masyarakat. Bandung: PT Setia Purna Inves.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.