Pengembangan Psikologi Indigenous di Indonesia

Koesdwirarti Setiono

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v0i0.4626

Abstract

Psikologi Indigeous muncul dari tradisi budaya setempat , berupa tingkah laku keseharian, dipahami dan diintrepretasi dalam kerangka pemahaman budaya setempat dan didesain untuk orang-orang setempat. Perkembangan Psikologi Indogeonus di Indonesia dapat dibangun melalui proses indigenesasi yang diwarnai oleh etnik yang ada di Indonesia sebagai sumber pengetahuan budaya setempat. Kendala yang ada pada saat ini dihadapi adalah kurangnya penelitian dasar untuk menemukan konsep-konsep psikologi yang indigenous. Untuk itu perlu kampanye penyadaran diantara psikologi sendiri untuk tidak semena-mena mentransport teori-tori Barat guna pemecahan masalah di Indonesia. Strategi melalui pendidikan tinggi pasca sarjana psikologi dipandang tepat sebagai penyebaran gagasan indigenisasi psikologi di Indonesia.

References

Adair, J.G. (1992). “Empirical Studies of Indegenization and Develpoment of The Dicipline in Developing Countriens”. In S. Iwakaki , Y. Khasima, & K, Leung(Eds). Innovations in Cross Cultural Psychology. Amsterdam: Swets&Zeitlinger.

Berry, J.W., Poortinga, Y.H., Segall, M.H., & Dasen, P.R. (1992). Cross Cultural Psychology. Cambridge: Cambrigde University Press.

_________. (1997). Handbook of Cross-Cultural Psychology . Volume I. Theory and Method. Boston: Allyn and Bacon.

Kim, U. & Berry, J.W. (1993). Indigenous Psychologies. London: Sage.

Sarwono, S.W. (1996). “Psychology in Indonesia”. World Psychology. 2(2): 177-196.

Sinha, D. (1995). “Integration of Modern Psychology With Indian Thought”. In A.J Sutchi & M.A Vick (Eds). Reading in Humanistic Psychology. New York: Free Press

Article Metrics

Abstract view(s): 2205 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 827 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.