HUBUNGAN ANTARA KECERDASAR RUHANIAH DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA LANJUT USIA

Septiyani Dwi Nugraheni

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v0i0.4639

Abstract

Kecemasan yang timbul dalam menghadapi kematian muncul karena belum adanya alasan logis dan rasional mengenai bayangan kematian. Kehidupan seorang lanjut usia penuh dengan berbagai perubahan yang sering dipandang sebagai suatu penurunan yang berkonotasi negative, yang membutuhkan suatu kemampuan dalam menghadapi, memahami dan memaknai secara tepat. Kemampuan tersebut biasanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan ruhaniah, yang bertumpu pada rasa cinta pada Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan ruhaniah dengan kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan yang negative antara kecerdasan ruhaniah dengan kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia. Penelitian dilakukan terhadap lanjut usia yang berada di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta, dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang. Teknik yang digunakan adalah purposive quota sample dan metode pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan ruhaniah dengan skala kecemasan menghadapi kematian. Hasil analisa data dengan menggunakan korelasi product moment menunjukkan nilai r = -0.400 dengan p = 0.01 yang menunjukkan ada hubungan negative yang sangat signifikan antara kecerdasan ruhaniah dengan kecemasan menghadapi kematian dan mempunyai sumbangan efektif sebesar 16%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan ruhaniah memberikan kontribusi sebesar 16% terhadap pengurangan kecemasan menghadapi kematian. Dengan kata lain, semakin tinggi kecerdasan ruhaniah yang dimiliki, maka semakin rendah kecemasan menghadapi kematian. 

References

Adi, A.W. 1988. Hubungan Shalat dengan Kecemasan. Surakarta: Studio Press.

Az-Zibary, A.S. 2001. Peringatan Bagi Orang yang berbuat Maksiat. Jakarta: Pustaka Azam.

Badriyah, R. 2001. “Kemampuan Berafiliasi Remaja ditinjau dari Kecemasan dan Tipe kepribadian”. Skripsi. Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Creagan, E.T dan Minnesota, R. 2004. Mayo Clinic: Hidup Sehat Lebih lama. Jakarta: PT. Intisari Mediatama.

Daradjat, Z. 1990. Hygiene Mental. Jakarta: PT. Gunung Agung.

Faqih, K.A. 2003. Manajemen Kematian: Bagi Mereka Yang Merindukan Kematian Mulia. Bandung: PT. Syamil Pustaka Media.

Ghazali, M. 2000. Metode Menjemput Maut. Penerjemah Ahsin Muhammad. Bandung: Mizan

Gunarsa, S.D. 1987. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja cetakan V. Jakarta: Gunung Mulia.

Hakim, S.N. 2003. Lanjut Usia dan Kecerdasan Ruhaniah: Buku Kenangan API. 10 Oktober 2003, Hal 68-72.

Halimy, O. 1992. Eythanasia: Cara Menjemput Mati Terhormat Orang Modern. Solo: Ramadhoni.

Hawari, D. 1997. Al-Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: Victory Jaya Abadi.

Holahan, C., dan Wonacott, N. 1999. Self Aprasial, Life satisfaction dan Retrospective Life Choise Across one and Three Decades. Journal of Psychology ang aging. Vol. 14 No. 2, 238-244.

Hurlock, E.B. 1999. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Indati, A. 2003. Citra Diri dan Kepuasan Hidup Lansia. Panduan Temu Ilmiah. Fakultas Psikologi UGM.

Jalaludin. 1997. Psikologi Agama. Jakarta: PT. Radja Grafindo Persada.

Kartono, K. 1980. Gangguan-gangguan Psikis. Bandung: Sinar Baru.

Lazarus, R. 1976. Pattern of Adjusment and Personality. New York: Mc Graw Hill Book Co. Inc.

Maskawaih, I. 1999. Menuju Kesempurnaan Akhlak. Penerjemah Helmi H. Bandung: Mizan.

Malik, A. 2002. Dahsyatnya Menjelang Ajal. Solo: Pustaka Barokah.

Mappiare, A. 1983. Psikologi Orang Dewasa: Bagi Penyesuaian dan Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

Muthahhari, M. 1991. Menguak Masa Depan Umat Manusia. Jakarta: Pustaka hidayah.

Monks, F.J., Knoers, A.M.P. dan Haditono, S.R. 1999. Psikologi Perkembangan Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurkhasanah. 1998. Kebermaknaan Hidup ditinjau dari Tingkah Laku Koping dan Aktivitas pada Lanjut Usia Pensiunan di Kotamadya. Surakarta. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Priest, R. 1987. Stress dan Depresi. Semarang: Bahasa Priest.

Santrock, J.W. 1999. Life Span Development. Seventh Edition. Boston: Mc Graw Hill Companies, Inc.

Schultz, D. 1978. The Psychology of Death, Dying and Bereavemen. Massachuset: Adson Wesley Publishing Company.

Supratiknya, A. 1995. Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta: Kanisius.

Suryabrata, S. 1984. Pembimbing ke Psikodiag-nostik. Yogyakarta: rakesarasin.

Suyuti, J. Perjalanan ke Alam Barzakh. Bandung: Pustaka Hidayah.

Syarif, Adnan. 2000. Psikologi Quran. Bandung: Pustaka Hidayah.

Tasmara, T. 2001. Kecerdasan Ruhaniah (Trancedental Intellegent). Jakarta: Gema Insani Press.

Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengantar Bahasa. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Ulwan, A.N. 1999. Tarbiyah Ruhaniyah: Petunjuk Praktis Mencapai derajat Taqwa. Jakarta: Robbani Press.

Zohar, D. 2000. SQ Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan. Bandung: Pustaka Mizan.

Article Metrics

Abstract view(s): 713 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 170 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.