FENOMENA ANAK KEMBAR: TELAAH SIBLING RIVALRY

Yoga Waluyo, eny purwandari

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v0i0.4754

Abstract

Sibling rivalry merupakan persaingan diantara anak-anak dalam satu keluarga yang teristimewa untuk mendapatkan afeksi atau cinta kasih dari orangtua. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami secara mendalam mengenai dinamika sibling rivalry pada anak kembar dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Informan penelitian adalah 6 pasang anak kembar yang berasal dari Surakarta dan Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetisi pada anak kembar terjadi disebabkan karena dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal disebabkan karena adanya keinginan untuk menjadi lebih baik dari apa yang dapat dilakukon saudaranya, sedangkan faktor eksternal karena adanya perbedaan penghargaan yang didapat oleh anak kembar dilingkungan sosial dan hal ini menyebabkan munculnya keinginan pada anak kembar untuk diakui oleh lingkungan sosial bahwa ia lebih baik clibandingkan saudaranya. Kompetisi pada anak kembar ini seringkali tampak pada perilaku bersaing dalam bidang akademik, penampilian, bertengkar secara fisik, tidak mau membantu saudara, tidak mau berbagi, perilaku saling ejek, tidak mau beraktivitas bersama, marah, mencubit, berebut mainan, dan perilaku mengganggu saudaranya. Dampak yang muncul akibat kompetisi pada anak kembar dapat dibagi rnenjadi dua yaitu positif dan negatif. Dampak positif muncul akibat persaingan adalah meningkatnya motivasi dan munculnya kasih sayang dan pengertian antar saudara kembar. Dampak negatif yang muncul adalah perilaku menyendiri dan menangis.

References

Aspuah, 5.(2008). Sibling Rivalry di Desa Karang Wangkal, Kecamatan Purwokerto Utara. Diakses melalui www.materiku.com pada tanggal 16 Mei 2009.

Bank, S.P., Khan, D., Michael, D. (1997). The Sibling Bond; First Major Account of the Powerful Emotional Connections Among Brothers and Sisters Throughtout Life.USA: basic books.

Boyle, W. A. (1999). Sibling Rivalry and Why Everyone (and not only parent) Should care about this age-old problem. Diakses melalui http://www.angelfire.com/md/imsystem/sibrivl.html, pada tanggal 18 Desember 2009.

Hurlock, E.B. (1996) . Psikologi Perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan edisi kelima. terj. Isti widayanti). Jakarta: Erlangga.

_____.(1997). Psikologi Perkembangan Anak. (terj. Tjandrasa & Zarkasih). Jakarta : Erlangga.

Kartono, K., Gulo.(2000). Kamus Psikologi. Bandung : Pion Jaya

Priaha, C., Yulia, A. (2006). Mengatasi Persaingan Saudara Kandung Pada Anak-anak. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Purbo, A. (2004). Katau Kakak Cemburu pada Adiknya. http://www.sahabatnestle.co.id. Diakses pada 11 Januari 2010.

Sadarjoen, S.S. (2005). Konsultasi psikologi: sibling rivalry, apa itu ? Diakses melalui htp://www.kompas.com/kesehatan/news/05l2/11/135537.html. padatanggal 8 Januari 2010.

Scheinfeld,A. (1973). Twins and supertwins. London: Pelican Books.

Setiorini,A. (2003). Sibling Rivalry. Diperoleh dari http://beta.tnial.mil.id/cakrad_cetak.php?id=159. Diakses pada tanggal 15 Januari 2010.

Soendjojo, R.P. (2000). Dampak Buruk sikap pilih kasih bisa mempermalukan dan menciptakan permusuhan. Tabloid Nova edisi April no 693/XIV.

Spungin, P., Richardson, V. (2007). Kiat mengatasi persaingan kakak-adik; menciptakan harmoni agar putra-putri kita saling menyayangi. Yogyakarta: ANDI Offset.

www.Indonesiaselebriti.com. Diakses pada tanggal 4 Desember 2010.

www.sks18.net. Diakses pada tanggal 7 Desember 2010.

Article Metrics

Abstract view(s): 2027 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 853 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.