RESILIENSI PADA REMAJA DENGAN ORANGTUA YANG MENGALAMI KONFLIK ANTARA KELUARGA DAN PEKERJAAN

Fi Aunillah

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v0i0.4759

Abstract

Penelitian ini bernjuan untuk mengetahui tingkat konflik yang terjadi pada orangtua danmemahami resiliensi pada remaja dengan orangtua yang menglami konflik antara keluarga dan pekerjaan. Metode penggabungan antara kuantitatif dan kualitatif dipilih oleh peneliti untuk mencapai tujuan penelitian ini. Responden penelitian ini diambil dari populasi siswa Sekolah Menengah Al Firdaus, Surakarta. Penelitian ini menggunakan skala konflik kerja-keluarga yang dianalisis dengan total skor dan menggunakan kuesioner terbuka tentang resiliensi yang dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa 52% orangtua dari populasi dalam penelitian ini memiliki konflikyang tergolong sedang, 29 % untuk kategori agak tinggi, 28%  agak rendah, dan 2 % tinggi. Remaja dalam kondisi konflikyang dialami orangtua terkait keluarga dan pekerjaan ternyata mampu menunjukkan sikap resilien meski mengalami pengalaman-pengalaman yang buruk. Sikap resilien tersebut mencakup kemampuan bangkit kembali ketika mendapat kegagalan dan mampu mengendalikan tekanan-tekanan hidup sehingga tetap produktif.

References

Afifah, Y.Y. (2006). Hubungan antara keharmonisan keluarga dengan resiliensi pada remaja. Skripsi. Diakses dari http://digilib.umm.ac.id/ pada tanggal l9 Desember 2010.

Branren, J. (1997). Memadu Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. (Terjemahan oleh H. Nuktah Arfawie Kurde, Imam Syafe'i, dan Noorhaidi A.H). Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Samarinda bekerjasama dengan Pustaka Pelajar.

Bungin, B. (2008). Analisis data penelitian kualitatif: Pemahaman filosofi dan metodologis ke arah penguasaan model aplikasi. Jakarta: Rajawali Press.

Denzin. N.K., Yvonna S.L. (2009). Handbook of qualitative research.(Terjemahan oleh Dariyanto, Badrus samsur Fata, Abi, dan John Rinaldi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Murtiningrum, A. (2005). Analisis pengaruh konflik pekerjaan-keluarga terhadap stress kerja dengan dukungan sosial sebagai variabel moderasi (studi kasus pada guru kelas 3 SMP Negeri Di Kabupaten Kendal). Tesis. Diakses dari http://eprints.undip.ac.id/15215/1/Afina_Murtin-ingrum.pdf pada tanggal 04 Oktober 2010

Nurofia, F. (2010). Resilience pada wanita bekerja. Buku Panduan Acara dan Kumpulan Abstrak Temu llmiah Nasional dan Kongres XI Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI): Dalam Keberagaman Menuju Indonesia yang Lebih Baik. Himpunan Psikologi Indonesia.

Prawitasari, Kusumoayu,A., Purwanto, Y., Yuwono, S. (2007). Hubungan work-family conflicts dengan kepuasan kerja pada karyawati berperan jenis kelamin androgini di PT Tiga Putera Abadi Perkasa cabang Purbalingga. Indigenous, jumal ilmiah berkala psikologi. Vol. 9, No. 2, November 2007, l-13.

Prihartanti, N, Sulistiyanto, M., Purwanto, S., Partini, Aunillah, F., Hudiyah Bil Haq, A. (2009). Pendidikan kepribadian berbasis psikologi indigenous. Laporan Penelitian Insentif Pemberdayaan Riset Unggulan (tidak diterbitkan). Surakarta : Fakultas Psikologi, Universitas

Muhammadiyah Surakarta.

Pujiatni, K., Purwati. (1997). Komunikasi interpersonal yang efektif dalam keluarga. Kognisi, majalah ilmiah Fakultas Psikologi UMS, No.III, Mei.

________. Psychological resilience. Diakses dari www.wikipedia.org/wiki/PsychologicalResilience. htm pada tanggal 15 Oktober 2009.

Article Metrics

Abstract view(s): 1148 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 358 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.