“Ngajeni Wong Liyo” ; Menghormati Orang yang Lebih Tua pada Remaja Etnis Jawa

Fivien Luthfia Rahmi Wardani, Zahrotul Uyun

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v2i2.5681

Abstract

Remaja etnis Jawa sangat di sorot penerapannya dalam sikap menghormati  kepada orang yang lebih tua. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap menghormati kepada orang yang lebih tua pada remaja etnis Jawa. Informan penelitian berjumlah 6 remaja etnis Jawa berusia 13-23 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologi, menggunakan wawancara semi-terstruktur. Penelitian ini menghasilkan gambaran sikap menghormati pada orang yang lebih tua dilihat dari komponen sikap. Budaya Jawa merupakan identitas orang Jawa yang diajarkan sejak kecil dan telah menjadi adat. Sikap menghormati merupakan sikap santun dan lembut untuk orang lain yang lebih tua. Bahasa Jawa digunakan informan untuk berkomunikasi. Informan merasa aneh ketika tidak menghormati orang yang lebih tua dan merasa bersalah ketika mengatahui ada orang yang lebih tua merasa tidak di hormati. Informan menghormati, menyapa, dan tersenyum ketika bertemu dengan orang yang lebih tua, menerima tamu dengan bahasa halus, menunduk atau membungkukkan badan ketika lewat di depan orang yang lebih tua. Hal ini seharusnya diterapkan dalam kehidupan masyarakat Jawa supaya identitas utamanya tidak luntur.

Kata kunci : budaya jawa, ngajeni, sikap menghormati remaja etnis jawa

References

Azizah, Biyanka. (2016, Mei 23). Degradasi Moral Bangsa Indonesia. Kompasiana. Diunduh dari http://www.kompasiana.com/biyanka/degradasi-moral-bangsa-indonesia_5742766d949773c304e0b781

Dimas. (2016, Mei 08). Budaya Bangsa Mulai Luntur, Bambang Haryo Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. World in News. Diunduh dari http://www.world-in-news.com/article/11080/Budaya-Bangsa-Mulai-Luntur-Bambang-Haryo-Sosialisasi-Empat-Pilar-Kebangsaan.aspx

Hidayat, Awalludin. (2016). Lunturnya Budaya Jawa di Era Globalisasi. Imadiklus. Diunduh dari http://imadiklus.com/lunturnya-budaya-jawa-di-era- globalisasi/Kesehatan Masyarakat Public Health (2016, Maret 17). Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhi Sikap. Public Health. Diunduh dari http://www.indonesian-publichealth.com/teori-sikap/

Maula, Finayatul. (2012). “Sopan Santun” Sebuah Budaya yang Terlupakan. Informasi Pendidikan Nasional. Diunduh dari http://www.infodiknas.com/%E2%80%9Csopan-santun%E2%80%9D-sebuah-budaya-yang-terlupakan.html

Rachel C. F. Sun dan Daniel T. L. Shek. (2012). Student Classroom Misbehavior: An Exploratory Study Based on Teachers’ Perceptions. The Scientific World Journal. doi:10.1100/2012/208907

Ray, W. Grozier. (2016). The Blush: Literary and Psychological Perspectives. Journal for the Theory of Social Behaviour. 46(4). doi: 10.1111/jtsb.12105

Rizal, Saiful. (2016, September 16). Unggah-ungguh, Bahasa Indonesia yang Dijunjung Tinggi Hingga Hari Ini. Traveling Yuk. Diunduh dari http://travelingyuk.com/budaya-unggah-ungguh/

Septiarum, Lila. (2013, Oktober 18). Unggah-Ungguh Bahasa Jawa yang Kian Memudar. Guru Era Baru. Diunduh dari http://guraru.org/guru-berbagi/unggah-ungguh-bahasa-jawa-yang-kian-memudar/

Soekanto, Soerjono. (1987). Sosiologi Hukum dalam Masyarakat. Rajawali: Jakarta.

Soemarwoto, Otto. (1989). Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan

Sunaryo, Arie. (2013, Desember 07). Kesal Disuruh Sabar, Murid Tantang dan Aniaya Guru dengan Pisau Cutter. Merdeka.com. Diunduh dari http://www.merdeka.com/peristiwa/kesal-disuruh-sabar-murid-tantang-aniaya-guru-dengan-cutter.html

Suseno, Frans Magnis. (1996). Etika Jawa. Jakarta: Gramedia

Walgito, Bimo. (2003) Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta: Andi.

Zubaedi. (2011). Pendidikan Karakter: Konsep dan Aplikasinya dalam Lembaga Pedidikan. Jakarta: Kencana

Refbacks

  • There are currently no refbacks.