Open Journal Systems

PENGARUH EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) TERHADAP PENYEMBUHAN ULKUS TRAUMATIK PADA Rattus norvegicus STRAIN WISTAR

Resti Puspita Wardani, Mahmud Kholifa, Sartari Entin Yuletnawati

Abstract

Ulkus   traumatik   merupakan   inflamasi   pada   mukosa   mulut   yang disebabkan oleh perlukaan traumatik seperti perlukaan termal, kimiawi, radiasi, mekanik dan elektrik. Salah satu alternatif pengobatannya adalah dengan ekstrak etanol kulit jeruk nipis. Ekstrak etanol kulit jeruk nipis merupakan hasil maserasi kulit jeruk nipis yang memiliki zat anti-inflamasi dan membantu proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serta konsentrasi  efektif  ekstrak  kulit  jeruk   nipis  terhadap  penyembuhan  ulkus traumatik pada Rattus norvegicus strain Wistar.

Eksperimental  laboratorik  murni  dengan  posttest  only  control  group design digunakan dalam penelitian ini. Dua puluh empat ekor tikus Wistar diberi 1 tetes perhidrol pada mukosa bibir bawah untuk membentuk lesi ulserasi. Dua tetes ekstrak etanol kulit jeruk nipis konsentrasi 6,25%; 12,5%, 25% dan 50%, akuades sebagai kontrol negatif dan Aloclair sebagai kontrol positif diaplikasikan pada area yang sama sebanyak 2 kali sehari. Diameter akhir ulkus diukur menggunakan jangka sorong pada hari kelima.

Hasil menyatakan ekstrak etanol kulit jeruk nipis telah meningkatan penyembuhan ulkus traumatik dengan p = 0.001. Konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk   nipis   yang   paling   efektif   ada   pada   konsentrasi   25-50%.   Sehingga disimpulkan ekstrak etanol kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) berpengaruh terhadap penyembuhan ulkus traumatik pada Rattus norvegicus strain Wistar.

Keywords

Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle; Kulit jeruk nipis; Rattus norvegicus; Ulkus Traumatik

Full Text:

PDF

References

Bakar, A., 2012, Kedokteran Gigi Klinis Edisi Dua, Jakarta, Quantum, 21.

Harty, F.J., Ogston, R., 2012, Kamus Kedokteran Gigi, Jakarta, EGC, 231.

Scully, C., Felix, D.H., 2005, Oral medicine—update for dental practitioner: Aphtous and other common ulcers, BDJ, 199 (5), 259-64.

Feely, J., 2008, The OTC treatment clinic common condition and their treatment option, TM NPA Module, 1-4.

Laskaris,G., 1994, Color Atlas of Oral Disease, New York, Thieme MedicalPublisher Inc, 44-5.

Lewis, M.A.O., Lamey, P.J., 2012, Tinjauan Klinis Penyakit Mulut, Jakarta, Widya Medika, 47-8.

Regezi, J.A., Sciubba, J.J., Jordan, R.C.K., 2012, Oral pathology : clinical pathologic correlations 6th Ed., St. Louis-Missoun Elsevier, 22-6.

Birnbaum, W., Dunne, S.M., 2012, Diagnosis Kelainan dalam Mulut, Jakarta, EGC, 29, 245-6.

Nogata, Y., Sakamoto, K., Shiratsuchi, H., Ishii, T., Yano, M., Ohta, H., 2006, Flavonoid of Fruit Tissues of Citrus Species, Biosci Biothecnol Biochem, 70 (1), 178-92.

Lizzo, M.R., Tundis, R., Bonesi, M., 2012, Evaluation of Citrus aurantifolia Peel and Leaves Extract for Their Chemical Composition, Antioxidant, and Anti-Cholinesterase Activities, J Sci Food Agric. 92(15), 2960-7.

Rathee, P., Chaudhary, H., Rathee, S., Rathee, D., Kumar, V., Kohli, K., 2009, Mecchanism of action of flavonoids as anti-inflammatory agents: a review, Inflamm and allerg - Drug targets, Bentham science publisher 8 (3), 229-35.

Mu’nim, A., Hanani, E., 2011, Fitoterapi Dasar, Jakarta, Dian Rakyat, 20.

Indah, S.Y., Supriyanto, B., 2013, Keajaiban Kulit Buah : Tumpas Tuntas Penyakit, Surabaya, Tibbun Media, 52-9.

Codoner-Franch, P., Valls-Belles, V., 2010, Citrus as Functional Foods, Curr top in nutr res 8 (4), 173-184.

Aibinu, I., Adenipekun, T., Adelowotan, T., Ogunsanya, T., Odugbemi, T., 2007, Evaluation of the antimicrobial properties of different parts of citrus aurantifolia (lime fruit) as used locally, Afr.J.Trad.CAM 4(2), 185-90.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.