PENINGKATAN KUALITAS PRODUK KERAMIK DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA PADA INDUSTRI KERAMIK DINOYO – MALANG

Annisa Kesy Garside

DOI: https://doi.org/10.23917/jiti.v6i1.1636

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan konsep Six Sigma untuk mengurangi terjadinya cacat dan menekan adanya variabilitas yang terjadi pada proses pembuatan keramik. Proses perbaikan dilakukan secara sistematis dan kontinyu dengan menggunakan siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control).
Dengan menggunakan diagram Pareto diperoleh dua jenis cacat kritis yang menjadi permasalahan utama yaitu retak dan bintik melepuh. Selanjutnya alternatif-alternatif perbaikan pada proses diperoleh dengan FMEA. Berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN) yang tertinggi diambil 3 alternatif perbaikan dan selanjutnya dipilih satu alternatif terbaik dengan menggunakan metode AHP. Implementasi perbaikan dilakukan dengan menggunakan timer dan menugaskan operator khusus pada saat pembakaran untuk mengurangi cacat retak dan membersihkan kotoran bodi dengan menggunakan kompresor untuk mengurangi bintik melepuh. Setelah dilakukan evaluasi hasil implementasi alternatif perbaikan pada proses pembuatan keramik diperoleh kenaikan level sigma dari 2,8 menjadi 3 yang diikuti penurunan DPMO dari 104.167 menjadi 65.625. Sedangkan prosentase biaya akibat kualitas keramik yang jelek (COPQ) terhadap total penjualan mengalami penurunan dari 16,48% menjadi 9,93%.

Keywords

siklus DMAIC; six sigma; AHP; FMEA; RPN

References

Adrianda Dian, 2004, Teori Pembakaran dan Pengeringan, Kumpulan materi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keramik dasar bagi pengusaha dan sektor industri komoditi keramik, Malang.

Amar Kifayah and Zuraidah Mohd Z. 2003. Six Sigma Initiative : A Short Overview, Jurnal Matrik, vol. 1 no. 1 pp. 1-7, Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Gresik.

Besterfield, Dale H., 1999, Total Quality Management , edisi kedua, Prentice Hall, New Jersey.

Chrysler Corporation, Ford Motor Company and General Motors Corporation, 2001.

Herawati Ida Siti, 2004, Pengembangan Desain Kerajinan Keramik Dinoyo, Kumpulan materi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keramik dasar bagi pengusaha dan sektor industri komoditi keramik, Malang.

Indriyo Gitosudarmo, 2000, Sistem Perencanaan dan Pengendalian Produksi, edisi kelima, BPFE, Yogyakarta.

Lucas, J. M., 2002, The Essential Six Sigma – How Successful Six sigma Implementation Can Improve The Bottom Line, Quality Progress, Vol. 35 No.1, pp 27-31., The American Society for Quality (ASQ), Wisconsin.

Montgomery, Douglas C., 1996, Pengantar Pengendalian Kualitas Statistik, terjemahan, edisi 4, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Nugroho Yanto, 2004, Identifikasi Masalah dan Tindakan Perbaikan, Kumpulan materi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keramik dasar bagi pengusaha dan sektor industri komoditi keramik, Malang.

Nugroho Yanto, 2004, Pengolahan dan Penyiapan Bahan Baku, Kumpulan materi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keramik dasar bagi pengusaha dan sektor industri komoditi keramik, Malang.

Pande, Peter S., Neuman, Robert P., Roland R. 2000, The Six Sigma Way, McGraw Hill, New York.

Roger, Hoerl, 2001, Six Sigma Black Belts : What do they Need To Know, Journal Of Quality Technology, Vol. 33 no.4, The American Society for Quality (ASQ), Wisconsin.

Saaty, Thomas L., 1993, Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin : Proses Hirarki Analitik Untuk Pengambilan Keputusan dalam Situasi yang Kompleks, cetakan kedua, PT Pustaka Binaman Pressindo.

Sucahyo Febriyanto, 2004, Identifikasi Kualitas Keramik di Sentra Industri Kecil Keramik Dinoyo dan Betek dengan Metode Pengendalian Kualitas, Tugas akhir, Jurusan Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Malang.

Vincent Gaspersz, 2002, Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi dengan ISO 9001:2000, MBNQA dan HACCP , edisi pertama, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Article Metrics

Abstract view(s): 451 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 499 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.