Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah terhadap Kejadian Infeksi Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar

Umi Mahmudah

DOI: https://doi.org/10.23917/jk.v10i1.5490

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor penentu kualitas sumber daya manusia. Masalah gizi tidak hanya dipengaruhi oleh kurangnya asupan makanan, akan tetapi juga dipengaruhi oleh infeksi, salah satunya adalah infeksi kecacingan. Siklus hidup cacing dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi sanitasi lingkungan, perilaku personal hygiene, serta kondisi sosio ekonomi demografi daerah sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan rumah terhadap kejadian infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan teknik observasional dengan rancangan cross sectional, pada populasi anak sekolah dasar kelas 1 sampai kelas 5 di SD Barengan Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali. Data kecacingan pada anak diperoleh dengan pengambilan sampel feses dan diperiksa menggunakan metode formol ether concentration di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Data sanitasi lingkungan rumah diperoleh dengan questioner dengan metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar di SD Barengan adalah 40,21%. Jenis lantai, ketersediaan air bersih, kepemilikan tempat sampah, dan sarana pembuangan air limbah berhubungan dengan kejadian infeksi kecacingan. Kepemilikan jamban tidak berhubungan dengan kejadian infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar. Sanitasi lingkungan rumah berhubungan dengan kejadian infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar.

Keywords

Anak sekolah dasar; infeksi kecacingan; sanitasi lingkungan rumah

Full Text:

PDF

References

Alemu, A., Atnafu, A., Addis, Z., Shiferaw, Y., Teklu, T., Mathewos, B., Birhan, W., Gebretsadik, S., dan Gelaw, B., 2011, Soil Transmitted Helminths and Schistosoma mansoni Infections among School Children in Zarima Town, Northwest Ethiopia, BMC Infectious Diseases, vol. 11, no. 189.

Andaruni, A., Sari, F., dan Bangun, S., 2012, Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Infeksi Cacingan pada Anak Di SDN 01 Pasirlangu Cisarua, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjajaran Bandung.

Augusto, G., Nala, R., Casmo, V., Sabonete, A., Mapaco, L., dan Monteiro, J., 2009, Geographic Distribution and Prevalence of Schistosomiasis and SoilTransmitted Helminths among School Children in Mozambique, American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, vol. 81, no.5, hlm. 799-803.

Chammartin, F, Scholte, R.G.C., Malone, J.B., Bavia, M.E., Nieto, P., Utzinger, J., dan Vounatsou, P., 2013, Modelling The Geographical Distribution of Soil-Transmitted Helminth Infections in Bolivia, Parasiet Vectors 6; 152.

Dachi, R. A., 2005, Hubungan Perilaku Anak Sekolah Dasar No.174593 Hatoguan Terhadap Infeksi Cacing Perut di Kecamatan Palipi Kabupten Samosir, http://repository.usu.ac.id, diakses tanggal 23 Maret 2016.

Debalke, S., Worku, A., Jahur, N., dan Mekonnen, Z., 2013, Soil Transmitted Helminths and Associated Factors among School Children in Government and Private Primary School in Jimma Town, Southwest Ethiopia, Ethiopian Journal of Health Science, vol. 23, no. 3.

Ekpo, U.F., Odoemene, S., Mafiana, C.F. dan Wobo., 2008, Helminthiasis and Hygiene Conditions of Schools in Ikenne, Ogun State, Nigeria, PLoS Neglected Tropical Diseases, vol. 2, Issue 1 e146.

Fakhrina, A dan Wulandari K., 2007, Infestasi Nematoda Usus pada Balita di Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupatan Bantul, Yogyakarta, Hubungannya dengan Faktor-Faktor Resiko Pasca GempaI. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Yogyakarta. Available at http://publikasi.umy.ac.id/index.php/pend-dokter/article/view/4754/4061, diakses tanggal 12 April 2016.

Fitri, J., Saam, F.J., dan Hamidy, Z., 2012, Analisis Faktor-Faktor Risiko Infeksi Kecacingan Murid Sekolah Dasar Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2012, Jurnal Lingkungan, ISSN 1978-5283.

Ilechukwu, G.C., Ilechukwi, C.G.A., Ozumba, A.N., Ojinnaka, N.C., Ibe, B.C., dan Onwasigwe., C.N., 2010, Some Behavioural Risk Factors for Intestinal Helminthiasis in Nursery and Primary School Children Inenugu South Easthern Nigeria, Nigerian Journal of Clinical Practice, vol. 13, no.3, hlm 288-293.

Kemenkes RI., 2012, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tahun 2012. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kounnavong, S., Vonglokham, M., Houamboun, K., Odermatt, P., dan Boupha, B., 2011, Soil-Transmitted Helminth Infections and Risk Factors in Preschool Children in Southern Rural Lao People’s Democratic Republic, Transactions of the Royal Sociaty of Tropical Medicine and Hygiene, vol. 105, hlm. 160-166.

Kundaian, F., Umboh, J.M.L., dan Kepel., 2011, Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan dengan Infestasi Cacing pada Murid Sekolah Dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado.

Machfoedz, I., 2008, Menjaga Kesehatan Rumah dari Berbagai Penyakit, Fitramaya, Yogyakarta.

Ngui, R., Ishak, S., Chuen, C.S., Mahmud, R., dan Lim, Y.A.L., 2011, Prevalensi and Risk Factors of Intestinal Parasitism in Rural and Remote West Malaysia, PLoS Neglacted Tropical Disease, vol. 5, no. 3, e974.

Notoatmodjo, S., 2007, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Rineka Cipta, Jakarta.

Nur, M.I., Ane, R.L., dan Selomo, M., 2013, Faktor Risiko Sanitasi Lingkungan Rumah Terhadap Kejadian Kecacingan Pada Murid Sekolah Dasar Di Pulau Barrang Lompo Kota Makassar Tahun 2013. Makassar: Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNHAS.

Rahayu dan Ramdani., 2013, Faktor Resiko Terjadinya Kecacingan di SDN Tebing Tinggi di Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan, Jurnal Epidemiologi dan Penyakit Bersumber Binatang.

Rayapu, V., Dhandapany, SP., Shaker, I. dan Kasukurthy, S., 2012, Prevalence of Intestinal Helminthic Parasites in School Going Children in Rural Area of Kuppam, Andhra Pradesh, International Journal of Basic Medical Sciences and Pharmacy (IJBMSP) Vol. 2, No. 2, hlm. 2049-4963.

Saboya, M.I., Catala, L., Nicholls, R.S., dan Ault, S.K., 2013, Update on the Mapping of Prevalence and Intensity of Infection for Soil-Transmitted Helminth Infections in Latin America and the Caribbean: A Call for Action, PLOS Neglected Tropical Diseases, vol. 7, Issue. 9, e2419.

Sali, L., Abdullah, Z., dan Suriah., 2013, Faktor Risiko Infestasi Soil Transmitted Helmiths Pada Anak Usia Sekolah, Fakultas Kesehatan Masyarakat: Universitas Hasanuddin.

Samudar., 2013, Hubungan Infeksi Kecacingan Dengan Status Hemoglobin Pada Anak Sekolah Dasar Diwilayah Pesisir Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013, Prodi Ilmu Gizi, Makasar.

Shang Y, Tang LH, Zhou SS, Chen YD, Yang YC, Lin SX., 2010, Stunting and soil-transmitted-helminth infections among school-age pupils in rural areas of southern China, Parasit Vectors. 2010 Oct 13; 3: 97. doi: 10.1186/1756-3305-3-97.

Soedarto., 2011. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran, Sagung Seto, Jakarta.

Sutrisno, T., 2004, Teknologi Penyediaan Air Bersih, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Tanner, S., Choque, M.E.C., Huanca, T., Thomas, W., William, R.L., dan Victoria, R.G., 2011, The Effects of Local Medicinal Knowledge and Hygiene on Helminth Infections in an Amazonian Society, Social Science & Medicine, vol. 72, 701e709.

Tekeste, Z., Belyhun, Y., Gebrehiwot, A., Moges, B., Workineh, M., Ayalew, G., Mandefro, M., dan Kassu, A., 2013, Epidemiology of Intestinal Schistosomiasis and Soil Transmitted Helminthiasis among Primary School Children in Gorgora, Northwest Ethiopia, Asian Pacific Journal of Tropical Medicine, vol. 3, no. 1, hlm. 61-64.

Uga, S., Hoa, Ng.T.V., Thuan, L.K., Noda, S., dan Fujimaki, Y., 2005. Intestinal Parasitic Infections in Schoolchildren in A Suburban Area of Hanoi, Vietnam, Southeast Asian Journal of Tropical Medicine and Public Health, Bangkok, vol. 36, hlm. 1407-1411UNICEF. 1998. The State of The World’s Children. Oxford University Press, New York.

UNICEF., 1998, The State of The World’s Children, Oxford University Press, New York.

Waryana., 2010, Gizi Reproduksi, Pustaka Rihama, Yogyakarta.

WHO. 2013. Soil-Transmitted Helminth Infections (online). Available from: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs366/en/, diakses tanggal 25 April 2016.

Article Metrics

Abstract view(s): 2796 time(s)
PDF: 3142 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.