Perbedaan Latihan Interval, Sirkuit Training, dan Lari Jarak Jauh terhadap Peningkatan Kebugaran Aerobik pada Atlet Bola Basket di MAN 2 Semarang

Muhammad Dwi Kurniawan, Maskun Pudjianto

DOI: https://doi.org/10.23917/jk.v10i1.5491

Abstract

Pentingnya latihan aerobik pada atlet adalah untuk meningkatkan stamina atlet, sehingga pada saat pertandingan atlet tidak mudah merasa lelah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh terhadap peningkatan kebugaran aerobik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh terhadap peningkatan kebugaran aerobik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu atau Quasi experiment. Penelitian menggunakan three group pre-test and post-testdesign untuk mengetahui manfaat program latihan aerobik yang terencana selama 4 minggu. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yang dipilih dari populasi serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji normalitas data dilakukan dengan uji Sapiro-Wilk. Selanjutnya data diuji menggunakan Paired Simple T Test dan Mean Deference. Hasil penelitian ini adalah nilai t hitung dari latihan interval = -4.341 dengan sig. 0.007, sirkuit training = -2.907 dengan sig. 0.034 dan lari jarak jauh = -7.225 dengan sig.0.001. Ketiga jenis program latihan yang diberikan memiliki nilai sig. <0.05, artinya bahwa latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh dapat mempengaruhi kebugaran aerobik. Secara statistik, ada perbedaan latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh terhadap peningkatan kebugaran aerobik.

Keywords

Kebugaran aerobik; lari jarak jauh; latihan interval; sirkuit traning

Full Text:

PDF

References

Ashadi, Kunjung., 2014, Implementasi Fisiologi Olahraga Prestasi, Pertemuan Ilmiah Ilmu Keolahragaan Nasional 2014, Surabaya.

Becker, J dan Will, F.W. Wu., 2015, Integrating biomechanical and motor control principles in elite high jumpers: A transdisciplinary approach to enhancing sport performance. Department of Kinesiology, California State University, California.

Dahlan, M.S., 2009, Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan, Edisi 4 (Deskriptif, Bivariat dan Multivariat, dilengkapi Aplikasi dengan Menggunakan SPSS), Salemba Medika, Jakarta.

Dixon E. M. Taek Bete, I Ketut Tirtayasa, dan I Made Jawi., 2014, Pelatihan Aerobik 400 Meter Tiga Repetisi Dua Set Dan Dua Repetisi Tiga Set Selama 6 Minggu Sama-Sama Meningkatkan Kecepatan Jalan Cepat 3000 Meter Siswa Kelas VII SMP N 11 Denpasar, Sport and Fitness Journal, vol.02 no.2 halaman: 39-52.

Giriwijoyo, S. dan Sidik, D. Z., 2012, Ilmu Faal Olahraga (Fisiologi Olahraga). PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Marconi, Teixeira Fonseca., Juliana, Altavilla van Petten Machado., Soraya, Alves Pereira., Kelerson, Moura Pinto., Richard Louis Voegels., 2006, Effects of Physical Exercise in Nasal Volume. Sao Paulo : Brazilian Journal Of Otorhinolaryngology, University Of Sao Paulo (Fmusp), Brazil.

Muchamad, Masalmina dan Pujonarko, D. 2005. Influence Of Programmed Aerobic Exercise To VO2max Change of 12 to 14 Years Old Football School Student. Diponegoro Univercity, Semarang.

Notoatmodjo., 2012, Metodologi Penelitian Kesehatan, PT. Rineka Cipta, Jakarta.

PB. PERBASI., 2012, Buku Peraturan Resmi Bola Basket 2012, PB. Perbasi 2012, Jakarta.

Suharjana., 2012, Pentingnya Kebugaran Aerobik Bagi Setiap Atlet Yang Bertanding Pada Kejuaraan Multi Event, Yogyakarta: Medikora, vol. 09 no. 01.

Sukmaningtyas, H., Pudjonarko, D., dan Basjar, E., 2004, Pengaruh Latihan Aerobik dan Anaerobik terhadap Sistem Kardiovaskuler dan Kecepatan Reaksi, Medika Media Indonesia, hal 39: 74-9.

Widodo, Slamet., 2010, Pengaruh Perbedaan Rasio Work Interval Dan Rest Interval Terhadap Kecepatan Lari, Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.

Article Metrics

Abstract view(s): 550 time(s)
PDF: 819 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.