Kombinasi Teknologi Aplikasi GPS Mobile dan Pemetaan SIG dalam Sistem Pemantauan Demam Berdarah (DBD)

Andhy Sulistyo

DOI: https://doi.org/10.23917/khif.v5i1.7136

Abstract

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan yang besar sehingga diperlukan pemantauan terhadap penyebaran kasus DBD. Penelitian ini mengamati proses pemantauan breeding place penyebab DBD dengan aplikasi yang menggabungkan teknologi Global Positioning System (GPS) mobile dan pemetaan Sistem Informasi Geografis (SIG). Pemodelan SIG dilakukan untuk menghasilkan peta zona risiko insiden dengue. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pola sebaran breeding place dan mengetahui faktor pendukung berkembang biaknya jentik nyamuk, khsusnya di wilayah Kabupaten Bantul. Studi dilaksanakan dengan menggunakan pemetaan, teknologi SIG dan teknik analisis statistik spasial. Populasi penelitian berada di wilayah Kabupaten Bantul. Sampel breeding place diambil secara acak menggunakan aplikasi GPS untuk mendapatkan titik koordinat yang tepat. Koordinat breeding place dijadikan sebagai variabel independen sedangkan variabel dependen adalah kepadatan permukiman, jarak dengan sungai, dan ketinggian tempat. Penelitian menunjukkan bahwa breeding place mempunyai nilai Average Nearest Neighbor 0,690 dan nilai z-score -10,663. Tingkat kerawanan DBD di Kabupaten Bantul berdasarkan penyebaran breeding place dipengaruhi oleh kedekatan dengan sungai (66%), kepadatan pemukiman (56%), dan ketinggian wilayah (52%). Disimpulkan bahwa breeding place di Kabupaten Bantul memiliki sifat berkerumun dan menunjukkan pola spasial yang clustered dengan tingkat kerawanan kasus DBD sebesar 64%. Sungai mempunyai pengaruh terhadap keberadaan breeding place yaitu sebesar 66%.

Keywords

demam berdarah, breeding place , GPS, SIG

References

Tyrsa C. N. Monintja, “Hubungan Antara Karakteristik Individu, Pengetahuan, dan Sikap dengan Tindakan PSN DBD Masyarakat Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang Kota Manado,” JIKMU, vol. 5, No. 2b, pp 503-519, 2015.

P.Widyorini, N.E. Wahyuningsih dan R. Murwani, “Faktor Keberadaan Breeding Place dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Semarang,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 4, no.5, pp. 94-99, 2016.

DinKes, Petunjuk Teknis Implementasi PSN 3M Plus dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, Edisi I, Jakarta. 2016.

Yuli Yana dan Sri Ratna Rahayu, “Analisis Spasial Faktor Lingkungan dan Distribusi Kasus Demam Berdarah Dengue,” Higeia, vol. 1, no. 3 2017.

Brisma Meihar Arsandi., Triyogatama Wahyu Widodo., dan Faizah, “Purwarupa Sistem Pembuka Pintu Cerdas Menggunakan Perceptron Berdasarkan Prediksi Kedatangan Pemilik,” IJEIS, vol. 7, no. 1, pp. 83-92, 2017.

Sathyamorthy, D., Shafii, S., Amin, Z. F. M., Jusoh, A., dan Ali, S. Z. “Evaluating the Trade-Off between Global Positioning System (GPS) Accuracy and Power Saving from Reduction of Number of GPS Receiver Channels,” Applied Geomatics, vol 8, no. 2, pp. 67–75, 2016

S.Soegeng, Demam Berdarah Dengue, Edisi kedua. Surabaya, Airlangga University Press, 2006.

A.P. Kusuma dan D.M. Sukendra, “Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Angka Bebas Jentik,” Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, vol. 7, no. 2, pp. 37-44, 2017.

A.P. Wijaya dan A. Sukmono, “Estimasi Tingkat Kerawanan Demam Berdarah Dengue Berbasis Informasi Geospasial,” Jurnal Geografi, vol. 14, no.1, 2017.

WHO, “Panduan Lengkap Pencegahan Dan Pengendalian Dengue Dan Demam Berdarah Dengue,” (alih bahasa Palupi Widyastuti), Regional Office fo South Easth Asia Region World Health Organization, New Delhi Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2001.

Achmadi dan U. Fahmi, Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. Rajawali Press, Jakarta, 2012.

M. Palaniyandi, “Web Mapping GIS: GPS under the GIS Umbrella for Aedes Species Dengue and Chikungunya Vector Mosquito Surveillance and Control,” IJMR, vol 1, no. 3, pp. 18-25, 2014.

Helmy, S.Widodo dan Y.I. Permatasari1, “Sistem Informasi dan Pemantauan Dini terhadap Jentik-Jentik Nyamuk Secara Online di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Semarang,” TELE, vol. 13, no. 1, pp. 38-44, 2015.

Joni Hendri., Roy Nusa Rahagus Edo Santya., dan Heni Prasetyowatil, “Distribusi dan Kepadatan Vektor Demam Berdarah Dengue (Dbd) Berdasarkan Ketinggian Tempat di Kabupaten Ciamis Jawa Barat,” Jurnal Ekologi Kesehatan, vol. 14, no. 1, pp. 17 – 28, 2015.

A.Y Chang, “Combining Google Earth And GIS Mapping Technologies in A Dengue Surveillance System for Developing Countries,” International Journal of Health Geographics, Vol. 8, no. 49, 2009.

M.Z. Chasanah, “Analisis Tingkat Kerawanan Penyakit Demam Berdarah Dengue (Dbd) di Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta dengan Berbantuan Sistem Informasi Geografis,” e Journal UNY, 2016.

Bappeda Bantul 2010, Peta Administrasi Kabupaten Bantul.

Profil Dinas SDA Kabupaten Bantul 2013.

RPJMD Kabupaten Bantul 2011-2015, BPN Kabupaten Bantul.

RPJMD Kabupaten Bantul 2011-2015, BPS Kabupaten Bantul.

Profil Kesehatan Kabupaten Bantul Dinas Kesehatan Bantul 2016.

Whien, J.L. & Bentley, L.D, System Analysis & Design Methods, Sixth Edition. New York: Mc.Graw-Hill, 2004.

E.Reddy, S.Kumar, N. Rollings, dan R.Chandra, “Mobile Application for Dengue Fever Monitoring and Tracking via GPS: Case Study for Fiji,” arXiv, vol. 1503.00814, No. 1, 2015.

B. Raharjo dan M. Ikhsan, Belajar ArcGIS Desktop 10.2/10.3, Geosiana Press .edisi ke 2, Banjar Baru, 2015.

Mohd Hazrin., Helen Guat Hiong., Nadzri Jai1., Norzawati Yeop., Muhammad Hatta., Faizah Paiwai., S. Joanita., dan W. Othman, “Spatial Distribution of Dengue Incidence: A Case Study in Putrajaya,” Journal of Geographic Information System, vol. 8, pp. 89-97, 2016.

Jusniar Ariati dan Athena Anwar, “Model Prediksi Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Berdasarkan Faktor Iklim di Kota Bogor, Jawa Barat,” Bul. Penelit. Kesehat, vol. 42, no. 4, pp. 249-256, 2014.

Article Metrics

Abstract view(s): 82 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 26 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.