Khalayak Twitter Aksi “Reuni 212” 2018: Jaringan Virtual Community dan Digital Masquerading

Ali Al Harkan

DOI: https://doi.org/10.23917/komuniti.v10i2.7360

Abstract

Fenomena Reuni Akbar 212 yang dilaksanakan pada 2 Desember 2018 adalah fenomena yang menarik, sebab tingginya partisipasi kelompok Islam yang berjumlah puluhan hingga ratusan ribu tersebut bermula dari aksi 212 yang semula hanya diikuti oleh ribuan anggota FPI. Salah satu faktor yang mempengaruhi signifikannya peningkatan jumlah peserta aksi dari Aksi Bela Islam I hingga kemarin melakukan reuni yang kedua, adalah adanya aktivitas komunikasi Aksi 212 melalui media sosial. Penelitian ini memiliki rumusan masalah untuk mendalami bagaimana fenomena khalayak aksi Reuni 212 di media sosial Twitter sebagai sebuah komunitas virtual (virtual community) yang membangun jaringan komunikasi. Dengan menggunnakan konsep virtual community Howard Rheingold sebagai pendekatan analisis, serta metode analisis jaringan komunikasi untuk mengetahui pola struktur jaringan komunikasi komunitas yang terjadi, penulis menemukan bahwa 1000 pengguna Twitter yang termasuk dalam jaringan tagar #ReuniAkbar212 pada 2 Desember 2018 merupakan sebuah fenomena komunitas virtual sebagaimana konsepsi Rheingold.

Analisis dengan pendekatan teori virtual community menemukan bahwa komunitas virtual pengguna Twitter dalam jaringan tagar #ReuniAkbar212 mencerminkan adanya aktivitas komunikasi yang dimediasi komputer dan jaringan internet di antara para pengguna yang direpresentasikan oleh akun Twitter; aktivitas komunikasi yang terjadi tersebut dalam terminologi Twitter antara lain berupa tweeting, mentioning, replying, dan retweeting; adanya etos berbagi informasi dalam komunitas yang ditunjukkan dengan tingginya jumlah tweet; dan juga terdapat fenomena kepatuhan netiquette komunitas virtual berupa menghindari penggunaan huruf-huruf kapital agar tidak mengesankan kalimat teriakan. Analisis jaringan komunikasi juga menemukan bahwa akun Twitter @prabowo adalah pusat konsentrasi jaringan komunikasi tagar #ReuniAkbar212. Di sisi lain, analisis digital masquerading menemukan bahwa 71,2% pesan-pesan di dalam komunitas bukanlah bernada politik, sementara 28,8% yang lain adalah komunikasi politik namun tidak adanya indikasi pelaksanaan taktik digital masquerading.

References

Abdulsalam, H. (2018, Desember 4). Reuni 212: Benarkah Klaim 8 Juta Peserta? Diambil kembali dari Tirto: https://tirto.id/reuni-212-benarkah-klaim-8-juta-peserta-daTm

Bimber, B., Cunill, M. C., Copeland, L., & Gibson, R. (2015). Digital Media and Political Participation: The Moderating Role of Political Interest Across Acts and Over Time. Social Science Computer Review, 21-42.

Casemajor, N., Couture, S., Delfin, M., Goerzen, M., & Delfanti, A. (2015). Non-Participation in DIgital Media: Toward a Framework of Mediated Political Action. Media, Culture & Society, 850-866.

Dimitrova, D. V., Shehata, A., Strömbäck, J., & Nord, L. W. (2014). The Effects of Digital Media on Political Knowledge and Participation in Election Campaigns: Evidence From Panel Data. Communication Research, 95-118.

Eriyanto. (2014). Analisis Jaringan Komunikasi: Strategi Baru dalam Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Prenadamedia Group.

Howard, P. N., & Hussain, M. M. (2013). Democracy's Fourth Wave? New York: Oxford University Press.

Littlejohn, S. W. (2002). Theories of Human Communication - Seventh Edition. New York: Wadsworth Group.

Long, P., & Wall, T. (2013). Media Studies: Texts, Production, Context - Second Edition. New York: Routledge.

Rheingold, H. (2000). The Virtual Community: Homesteading on the Electronic Frontier. Massachusetts: MIT Press.

Schroeder, R. (2016). Rethinking Digital Media and Political Change. Convergence: The International Journal of Research into New Media Technologies, 1-16.

Tan, J. (2017). Digital Masquerading: Feminist Media Activism in China. Crime Media Culture, 171-186.

Article Metrics

Abstract view(s): 151 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 144 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.