SETYO NOVANTO SEBAGAI MEME INTERNET: ANALISIS DIMENSI MIMETIK DI YOUTUBE

Lara Sakti Nur Rohmah, Rina Sari Kusuma

DOI: https://doi.org/10.23917/komuniti.v10i2.7884

Abstract

Perkembangan teknologi membuat penyebaran informasi berpindah begitu cepat. Cepatnya penyebaran informasi dari satu orang ke orang lain disebut dengan viral. Berbagai hal viral mudah ditemukan di dunia maya, misalnya gambar viral, video viral, status viral, hingga lagu viral. Sesuatu yang sedang viral di media sosial kerap dijadikan bahan meme oleh warganet. Meme menjadi fenomena hangat di dunia maya dan menjadi wahana hiburan karena sifatnya yang lucu dan menghibur. Salah satu meme yang sempat viral dan menjadi perbincangan hangat di jagat maya adalah meme kasus korupsi e-KTP Setya Novanto. Meme Setya Novanto diunggah ke Youtube oleh warganet sebagai ekspresi kesal dan marah masyarakat atas berbagai “drama” yang dilakukan Setya Novanto di kasus e-KTP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konstruksi pesan meme internet Setya Novanto di Youtube berdasakan model analisis tiga dimensi meme. Metode penelitian ini adalah analisis isi dengan mengikuti model analisis meme Loar Shifman, yakni dengan memecah setiap video menjadi tiga dimensi: content (konten), form (bentuk), dan stance (sudut pandang).

References

Amin, Khoirul, Mohamad D.A.A, Khusnul Khatimah. 2018. Social Media, Cyber Hate, and Racism. Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi. Vol.10, No.1.

Bajari, Atwar. 2015. Metode Penelitian Komunikasi Prosedur, Tren, dan Etika. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Bellar, Wendi. 2013. Reading Religion in Internet Memes. Journal of Religion, Media & Digital Culture (JRMDC). Vol. 2, issue 2, doi: 10.1163/21659214-90000031.

Budiargo, Dian. 2015. Berkomunikasi Ala Net Generation. Jakarta: PT Elex Media.

Christiany, Juditha. 2015. Meme di Media Sosial: Analisis Semiotik Meme Haji Lulung. Jurnal Pekommas. Vol.18. No.2.

Coscia, Michele. 2013. Competition and Success in the Meme Pool: a Case Study on Quickmeme.com. International Conference of Weblogs and Social Media.

David, Eribka Ruthellia, Mariam Sondakh, Stevi Harilama. 2017. Pengaruh Konten Vlog dalam Youtube terhadap Pembentukan Sikap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi. E-journal “Acta Diurna”. Vol.6. No.1.

Gal, Noam, Limor Shifman dan Zohar Kampf. 2015. It Gets Better: Internet Memes and The Construction of Collective Identity. New Media & Society. Vol 18, issue 8, doi: 10.1177/1461444814568784.

Ilham, Muhammad. 2017. Representasi Budaya Populer Meme Comic Indonesia (Analisis Semiotika Meme Dalam Fanpage Meme Comic Indonesia). Surakarta: Skripsi Universitas Hasanuddin.

Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Lubis, Hamid Hasan. 1993. Jenggala Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.

Nasrullah, Rulli. 2015. Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Pujileksono, Sugeng. 2015. Metode Penelitian Kualitatif. Malang: Kelompok Intrans Publishing.

Rahayu, Siti Perdi. 2014. Bentuk dan Fungsi Sapaan Bahasa Prancis dalam Novel Poil de Carotte Karya Jules Renard. Jurnal penelitian humaniora. Vol. 19, No.2.

Shifman, Limor. 2012. An anatomy of a YouTube meme. New Media & Society. Vol.14, issue 2, doi: 10.1177/1461444811412160.

Shifman, Limor. 2013. Memes in a Digital World: Reconciling with a Conceptual Troublemaker. Journal of Computer Mediated Communcation. Vol 18, issue 3.

Shifman, Limor. 2014. Meme in Digital Culture. MIT Press. Cambridge. USA

Soha, Michael, Zachary J. McDowell. 2016. Monetizing a Meme: Youtube, Content ID, and the Harlem Shake. Sage Journal. Vol. 2, issue 1, doi: 10.1177/2056305115623801.

Xu, Weiai Wayne, Ji Yong Park, Ji Young Kim, Han Woo Park. 2016. Networked Cultural Diffusion and Creation on Youtube: An Analysis of Youtube Memes. Journal of broadcasting and electronik media. Vol 60, isuue 1, DOI: 10.1080/08838151.2015.1127241.

Aliansyah, Agil Muhammad. 2017. Berkali-kali lolos hukum, Setya Novanto terjerat di kasus e-KTP. https://www.merdeka.com/peristiwa/berkali-kali-lolos-hukum-setya-novanto-terjerat-di-kasus-e-ktp.html , diakses pada 18 Juli 2017.

Bbc. 2017. The Power of Setya Novanto: Satir 'piawainya' Ketua DPR lepas dari jeratan hukum. https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-41461116, diakses pada 2 Oktober 2017.

Margianto, Heru. 2016. Golkar dan Ketua Umum Baru yang Nyaris Jatuh Tertidur. https://nasional.kompas.com/read/2016/05/18/06061961/golkar.dan.ketua.umum.baru.yang.nyaris.jatuh.tertidur , diakses pada 18 Mei 2016.

Ratnasari, Elise Dwi. 2017. Tiang Lampu Setnov Jadi Wisata baru di Jakarta Selatan. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20171119110118-269-256647/tiang-lampu-setnov-jadi-wisata-baru-di-selatan-jakarta , diakses pada 19 November 2017.

Syahid, 2018. 6 Jenis Konten Youtube yang Dapat Ditiru untuk Meraup Untung. https://elshinta.com/news/156206/2018/09/21/6-jenis-konten-youtube-yang-bisa-ditiru-untuk-meraup-untung, diakses pada 21 September 2018.

Taylor, Gloria Safira. 2017. Fakta dan Kejanggalan Kecelakaan Setya Novanto. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171117195914-12-256453/fakta-dan-kejanggalan-kecelakaan-setya-novanto, diakses pada 18 November 2017.

Waskita, Ferdinand. 2017. Hakim Nilai Penetapan Setya Novanto Sebagai Tersangka Tidak Sesuai Prosedur. http://www.tribunnews.com/nasional/2017/09/29/hakim-nilai-penetapan-setya-novanto-sebagai-tersangka-tidak-sesuai-prosedur?page=2, diakses pada 29 September 2017.

Article Metrics

Abstract view(s): 255 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 198 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.