Implementasi Program Pengurangan Risiko Bencana(PRB) Melalui Pendidikan Formal

Aldila Rahma

DOI: https://doi.org/10.23917/varidika.v30i1.6537

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di jalur Cincin Api
Pasifik memiliki potensi bencana alam yang dapat datang kapan saja dan sulit untuk
diprediksi. Pemerintah Indonesia telah berusaha untuk mengurangi kerugian akibat
bencana melalui penerapan kurikulum kebencanaan dalam pendidikan formaldi
sekolah. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui peran sekolah
dalam usaha pengurangan risiko bencana melalui sektor pendidikan. Artikel ini
disusun menggunakan studi (riset) kepustakaan. Pengetahuan dasar dari pendidikan
pengurangan risiko bencana adalah bagian penting dari usaha untuk meningkatkan
ketahanan anak terhadap bencana. Anak nantinya akan menjadi agen peubah yang
dapat mengajari masyarakatnya agar terbentuk budaya siap siaga menghadapi
bencana. Usaha ini diharapkan akan mendukung program pengurangan risiko bencana
pemerintah Indonesia dalam mencegah atau mengurangi kerugian akibat bencana.

Keywords

anak; bencana; pendidikan formal; sekolah

Full Text:

PDF

References

Astuti, S. I. dan Sudaryono, (2010). “Peran Sekolah dalam Pembelajaran Mitigasi Bencana” dalam Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, vol. 1, no. 1, tahun 2010, hlm. 30-42.

Bencana Kesehatan. ( 2014). “UNISDR Kritik Lemahnya Kebijakan Pencegahan dan Perlindungan Bencana Alam di Indonesia”. (http://bencana-kesehatan.net/index.php/13berita/berita/2020-unisdr-kritik-lemahnya-kebijakan-pencegahan-dan-perlindunganbencana-alam-di-indonesia),

diakses 23 Januari 2018.

BNPB. (2017). “Data Informasi Bencana Indonesia”(http://dibi.bnpb.go.id/dibi/), diakses

tanggal 25 Januari 2018.

Cameron, C and Davies, G. N. (2010). “Children and Disaster Risk Reduction in Asia and the

Pacific: A Way Forward”. Discussion Paper. High-Level Meeting on Cooperation for Child Rights in the Asia Pacific Region. 4-6 November 2010, Beijing, China.

CRED (Centre for Research on the Epidemiology of Disasters), (2009). “EM-DAT. The International Disaster Database” (http://www.emdat.be/classification), diakses 30 Januari 2018

Dapur Ilmiah, (2018). “Penelitian Literatur” (http://dapurilmiah.blogspot.co.id/2014/06/penelitian-literatur.html), diakses tanggal 25 Januari 2018.

Desfandi, M. (2014). “Urgensi Kurikulum Pendidikan Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia”. dalam Jurnal Sosio Didaktika, vol. 1, no. 2, hlm. 191-198

Gugus Tugas Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana dalam Sistem Pendidikan Nasional, (2010). “Strategi Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah”.

Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian Pendidikan Nasional.

Konsorsium Pendidikan Bencana. (2011). “Kerangka Kerja Sekolah Siaga Bencana”. Jakarta: Konsorsium Pendidikan Bencana Indonesia.

Mahpudz, A. (2014). “Pendidikan Siaga Bencana. Pengembangan Pendidikan Pengurangan Resiko Bencana di Sekolah: Catatan Dari Perspektif Pendekatan dan Komponen

Pembelajaran” (https://asepmahpudz.wordpress.com/2014/01/30/pendidikan-siagabencana/),

diakses 1 Maret 2018.

Maryani, E. (2010). “Model Pembelajaran Mitigasi Bencana Dalam Ilmu Pengetahuan Sosial Di Sekolah Menengah Pertama”. GEA, Jurnal Pendidikan Geografi, vol 10, no. 1.

Suharwoto, dkk., (2015). “Modul 1. Pilar 1 – Fasilitas Sekolah Aman”. Jakarta: Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kemendikbud.

Suharwoto, dkk., (2015). “Modul 3. Pilar 3 – Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana”. Jakarta: Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal

Kemendikbud.

UNICEF, (2007). “The Participation of Children and Young People in Emergencies. A Guide For Relief Agencies, Based Largely On Experiences In Asian Tsunami Response”.

Bangkok: UNICEF EAPRO.

UNICEF and UNISDR, (2007). “Let’s Learn to Prevent Disasters! Fun Ways for Kids to Join in Risk Reduction” (https://www.unisdr.org/files/2114_VL108012.pdf), diakses 23 Januari 2018.

UNISDR and UNICEF. (2010). “Assessing World-wide Progress on School Safety: A Scoping Study”. Geneva: UNICEF.

UNESCO and UNICEF. (2012). Disaster Risk Reduction in School Curricula: Case Studies from Thirty Countries. Geneva: United Nations Children Fund and Paris: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

Warsono. (2012). “Hidup Mati di Negeri Cincin Api. Ekspedisi Cincin Api Kompas”. (http://

nationalgeographic.co.id/berita/2012/12/hidup-mati-di-negeri-cincin-api), diakses 12 Maret 2018.

Wisner, B., (2006). “Let Our Children Teach Us! A Review of the Role of Education and Knowledge in Disaster Risk Reduction”. Geneva: UNISDR.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.