Penggabungan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Kendal Menuju Pengelolaan Pendidikan yang Efisien

Muhdi Muhdi(1), Nurkolis Siri Kastawi(2*), Yovitha Yuliejantiningsih(3), Sunandar Sunandar(4)

(1) Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang
(2) Universitas PGRI Semarang
(3) Universitas PGRI Semarang
(4) Universitas PGRI Semarang
(*) Corresponding Author

Abstract

Kabupaten Kendal mencakup 20 kecamatan dan memiliki 551 SDN (Sekolah Dasar Negeri). Total guru di Kabupaten Kendal sebanyak 5.452 orang terdiri dari guru kelas 3.471 orang, guru mata pelajaran 1.410 orang, dan kepala sekolah 571 orang. Banyak SDN di Kabupaten Kendal kekurangan peserta didik dan banyak guru yang belum memenuhi beban mengajar. Hal tersebut mengakibatkan penyelenggaraan pendidikan tidak efisien. Maka tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui: (a) kondisi satuan pendidikan di SDN, (b) kondidi guru di SDN, dan (c) efisiensi pengelolaan pendidikan di SDN. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu analisis data pokok pendidikan, diskusi terpumpun untuk verifikasi dan penentuan sekolah yang digabung, dan diskusi terpumpun untuk membuat kebijakan daerah tentang penggabungan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa: (a) kondisi satuan pendidikan tidak merata karena mayoritas (71%) SDN termasuk katetori sekolah sangat kecil (44%) dan sekolah kecil (27%); (b) kondisi guru kelas mengalami kelebihan di 73% SDN dan guru PNS mendominasi yaitu 66%; dan (c) pengelolaan SDN belum efisien dilihat dari rasio guru siswa karena 76% belum memenuhi aturan, rasio guru kelas dengan rombongan belajar tidak efisien karena 73% SDN kelebihan guru kelas, dan sebanyak 21% guru belum bekerja sesuai dengan regulasi. Berdasarkan hasil pengabdian ini disarankan untuk segera disahkan regulasi guna mengatur agar penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Kendal yang lebih efisien.

Keywords

regrouping sekolah; pengelolaan pendidikan; efisiensi pendidikan; sekolah kecil; sekolah standar nasional

References

Alnet, P. M.; Sulasmono, B. S. (2019). The Evaluation Of Regrouping Program In State Elementary School. Elementary, 5, N. 2, P. 117-126, 2019.

Attaqwa, M. H. (2018). Implementasi Merger Sekolah Di SMKN 12 Surabaya. Jurnal Manajemen Pendidikan, 6, N. 3, P. 1-8, 2018.

Bank Dunia. (2013). Mendayagunakan Guru dengan Lebih Baik: Memperkuat Manajemen Guru untuk Meningkatkan Efisiensi dan Manfaat Belanja Publik, Naskah Kebijakan 74155.

Dwiningrum, S. I. A.; Widiowati, R. (2014). School Resiliency And Social Capital Ff Regrouping Policy After Merapi Eruption In The Special District Of Yogyakarta Of Indonesia (A Case Study At SD Umbulharjo 2, Sleman, Special District Of Yogyakarta). International Journal Of Asian Social Science, 4, N. 4, P. 510-525, 2014.

Dapodikdasmen Semester Gasal 2018-2019 yang diunduh tanggal 8 Januari 2019, www.dapo. dikdasmen.mendikbud.go.id.

Erowati, M. T.; Slameto; Wasitohadi. (2018). Evaluasi Program Regrouping Sekolah Dasar Negeri. Kelola - Jurnal Manajemen Pendidikan, 5, n. 2, p. 152-164, 2018..

Ferina, T. G.; Setyowati, S. (2018). Implementasi Kebijakan Regrouping (Studi Kasus di SD Negeri Banjarsari 1 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro). Jurnal Manajemen Pendidikan, 6, n. 1, p. 1-8, 2018.

Habiby, W. N.; Tetrasari, A.; Maldinni, R.; Pratiwi, I. N. et al. (2018). Dinamika Merger Sekolah: Antara Pengembangan Dan Problem Sekolah. Profesi Pendidikan Dasar, 1, n. 2, p. 177-184, 2018.

Indrayani, L. (2013). Efektivitas Implementasi Regrouping Sekolah Dasar Di SD N0. 2 Banjar Tegal Kecamatan Buleleng. Ekuitas – Jurnal Pendidikan Ekonomi, 1, n. 1, p. 77-85, Desember 2013.

Kepmendiknas Nomor 060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian Sekolah.

Kepmendagri Nomor 421.2/2501/bangda, 1998. Pedoman Pelaksanaan Penggabungan (Regrouping) Sekolah Dasar, Jakarta, 16 Nopember 1998.

Maharani, N. L. (2017). Kebijakan Sekolah Dalam Mengembangkan Budaya Mutu Pada Sekolah Regroupingdi SDN Ungaran 1 Yogyakarta. Jurnal Kebijakan Pendidikan, VI, n. 3, p. 275-288, 2017.

Neraca Pendidikan Daerah 2018, www.kemdikbud.go.id.

Octavia, L. S.; Ulfatin, N.; Arifin, I. (2018). Proses Transisi Budaya Organisasi pada Sekolah Regrouping. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 3, n. 11, p. 1405-1410, November 2018.

Perda Pendidikan No. 4 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Kendal.

Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarpras Pendidikan dasar dan Menengah.

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6058.

Purwaningsih, I. (2014). Implementasi Kebijakan Regrouping Sekolah Dasar di Kabupaten Purworejo. Skripsi: Universitas Negeri Yogyakarta. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2016-2019.

Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Tahun 2016-2021.

Setiawati, T. (2018). Program Penggabungan Sekolah Dasar (SD) Dalam Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Penyelenggaraan Pendidikan. MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran, 4, n. 1, p. 55-62, 2018.

Sudiyono, Sutapa M, dan Purwanto, NA. (2009). Dampak Regrouping Sekolah Dasar Kasus SD Pakem 1 di Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Laporan Penelitian Kelompok FIP UNY.

Triwiyanto, T. (2017). Regrouping of Schools Within One Complex and Teacher Redistribution to Attain Equitable Management and Distribution of Teachers. Atlantis Press, 2017. 13-18 p. (2nd International Conference on Educational Management and Administration (CoEMA 2017), v. 45).

Wigatiningrum, D. N.; Alip, M. (2015). Keefektifan Penggabungan Sekolah Dasar Di Kecamatan Bambanglipuro Bantul. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 3, n. 1, p. 13-23, 2015

Article Metrics

Abstract view(s): 168 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 65 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.