Pengaruh Suhu dan pH Ekstraksi Pektin dari Limbah Kulit Buah

Prabandhani Pamikatsih, Gerald Dewa Agcaya, Akida Mulyaningtyas

DOI: https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v7i2.11028

Abstract

Lebih banyak digunakan pada berbagai industri, hampir 100% kebutuhan pektin di Indonesia lebih penting karena belum ada produsen pektin dalam negeri. Penelitian ini membahas pentingnya suhu (pH dan suhu) pada proses isolasi pektin dari campuran limbah kulit buah. Beberapa kulit buah dengan jumlah yang cukup melimpah yang diperlukan digunakan sebagai bahan baku pembuatan pektin di atas adalah kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), pepaya (Carica papaya), melon (Cucumis melo), nanas (Ananas comosus), serta jeruk ( Citrus sinensis). Dalam penelitian ini isolasi pektin dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut asam oksalat 1 N pada pH 1, 2, 3, 4 dan 5. Proses ekstraksi dilakukan pada suhu 70 ° C, selama 90 menit, dengan kecepatan pengadukan 500 rpm. Selain itu, proses ekstraksi juga dilakukan pada variasi suhu 60 ° C, 70 ° C, 75 ° C, 80 ° C dan 90 ° C untuk mengetahui variasi suhu terhadap karakteristik pektin yang dihasilkan. Karakterisasi pektin dilakukan dengan uji berat, kadar metoksil dan kadar abu. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kondisi operasi yang terbaik untuk ekstraksi pektin dari campuran limbah kulit buah adalah pH 2 dan suhu 70 ° C, di mana pada kondisi ini diperoleh hasil pektin sebesar 9,58-10,37%, kadar metoksil 4,03- 10,54%, berat setara 608,33-702,54mg, serta kadar abu 6,13-6,38%.

Keywords

Ekstraksi; kulit buah; pektin; pH ekstraksi; suhu ekstraksi

References

Antika, S.R., & Kurniawati, P. 2017. Isolasi dan Karakterisasi Pektin dari Kulit Nanas. Prosiding Seminar Nasional Kimia FMIPA UNESA. Universitas Negri Surabaya, Surabaya, 7 Oktober 2017.

Ardiyansyah, G., Hamzah, F., & Efendi, R. 2014. Variasi Tingkat Keasaman Dalam Ekstraksi Pektin Kulit Buah Durian. Jom Faperta, 1(2):1-7.

Aziz, T., Johan, M.E.G., & Sri, D. 2018. Pengaruh Jenis Pelarut, Temperatur dan Waktu Terhadap Karakterisasi Pektin Hasil Ekstraksi dari Kulit Buah Naga ( Hylocereus polyrhizus ). Jurnal Teknik Kimia, 24(1), 17–27.

Badan Pusat Statistik, H. 2017. Statistik Tanaman Buah-buahan dan Sayuran Tahunan Indonesia. Badan Pusat Statisik.

Constenla, D., & Lozano, J.E. 2003. Kinetic model of pectin demethylation. Latin American Applied Research, 33(2), 91–95.

Dewayani, R.A. 2017. Pemanfaatan Komposit dari Kitosan dan Pektin dalam Kulit Jeruk sebagai Adsorben Zat Warna. [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Injilauddin, A.S., Lutfi, M., & Nugroho, A. 2015. Pengaruh Suhu dan Waktu pada Proses Ekstraksi Pektin Dari Kulit Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus). JKPTB. 3(3):280-286.

Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Hortikultura. 2014. Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2014.Direktorat Jenderal Hortikultura.

Perina I, Satiruiani, Felycia, ES, dan H. H. 2007. Ekstraksi pektin dari berbagai macam kulit jeruk. Jurnal Ilmiah Widya Teknik, 6(1): 1–10.

Puspitasari, D.A. 2017. Pemanfaatan Pektin Dari Kulit Jeruk Sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit Dengan Penambahan Kitosan Laktat. [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Raji, Z., Khodaiyan, F., Rezaei, K., Kiani, H., & Hosseini, S.S. 2017. Extraction optimization and physicochemical properties of pectin from melon peel. International Journal of Biological Macromolecules. 98: 709–716.

Sulihono, A., Tarihoran, B., & Agustina, T.E. 2012. Jenis Pelarut Terhadap Ekstraksi Pektin Dari Kulit Jeruk Bali ( Citrus maxima ). Jurnal Teknik Kimia. 18(4):1–8.

Widodo, L.U., Karaman, N., & Candra, Y. 2011. Pektin Dari Kulit Buah Pepaya. J P Kimia. 6(1):783-786.

Zaidel, D.N.A., Rashid, J.M., Hamidon, N.H., Salleh, L.M., & Kassim, A.S. M. 2017. Extraction and characterisation of pectin from dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) peels. Chemical Engineering Transactions. 56: 805–810.

Article Metrics

Abstract view(s): 170 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 123 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.