Keanekaragaman Mollusca (Bivalvia Dan Polyplacophora) Di Wilayah Pesisir Biluhu Provinsi Gorontalo

Dewi Wahyuni Baderan, Marini Susanti Hamidun, Ramli Utina

DOI: https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v7i1.13798

Abstract

Bivalvia dan Polyplacophora menjadi salah satu dari beragam sumber daya hayati yang dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia baik secara lokal maupun dalam skala besar sejak dulu. Meskipun demikian, data dasar terkait pola distribusi maupun keanekaragaman Bivalvia dan Polyplacophora masih sangat terbatas, bahkan jika dibuat perbandingan dengan Kelas Gastropoda yang kerabat dekatnya.. Tujuan penelitian ini: 1) untuk mengetahui komposisi jenis Bivalvia dan Polyplacophora; 2) mengetahui nilai Indeks Keanekaragaman, Kemerataan dan kekayaan Jenis; dan 3) nilai kepadatan. Metode yang digunakan adalah metode jelajah. Penelitian ini menemukan enam spesies Bivalvia dan Polyplacophora yakni Hippopus hippopus, Mactra cuneata, Anadara antiquata, Tucetona pectunculus, Pinctada margaritifera dan Achantopleura gemmata. Tingkat keanekaragaman tertinggi berada pada stasiun I dengan nilai H'=1,641. Indeks kemerataan (E) Bivalvia dan Polyplacophora secara berurut pada stasiun I, II, dan III yakni 0,916; 0,821; 0,9. Indeks kekayaan jenis Bivalvia dan Polyplacophora dimana stasiun I berjumlah 1,3294, stasiun II berjumlah 1,6981 dan stasiun III berjumlah 1,5533. Nilai kepadatan tertinggi dimiliki oleh spesies Hippopus hippopus pada stasiun I yakni 0,0008 Ind/m2. Spesies dengan nilai kepadatan terendah yakni tiga spesies (Anadara antquata, Tucetona penctuculus dan Achantopleura gemmate) pada stasiun II, dan  spesies Tucetona penctuculus pada stasiun III dengan nilai kepadatan masing-masing sebesar 0,00004 Ind/m2.

Keywords

Keanekaragaman, Kepadatan, Bivalvia, Polyplacophora

References

Abdillah B, Karnan, Santoso D. 2019. Struktur Komunitas Mollusca (Gastropoda dan Bivalvia) pada Daerah Intertidal di Perairan Pesisir Poton Bako Lombok Timur Sebagai Sumber Belajar Biologi. Jurnal Pijar MIPA. Vol 14 (3). Hal 208-216.

Badan Pusat Statistik. 2019. Kecamatan Batudaa Pantai dalam Angka.

Bengen. 2002. Ekosistem dan Sumber Daya Alam Pesisir. Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Kelautan IPB. Bogor.

Cappenberg, H. A. W. 2006. Pengamatan Komunitas Moluska di Perairan Kepulauan Derawan Kalimantan Timur. Oseonologi dan Limnologi di Indonesia 39: 75–87.

Dahuri R., Rais J., Ginting Putra S., Sitepu HJ. 2013. Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Secara Terpadu. PT. Balai Pustaka (Persero). Jakarta Timur.

Daget. 1976. Kreteria Kesamarataan.

Eka Yulfa Yuliana, Norma Afiati, M. R. M. 2020. Analisis Kelimpahan Bivalvia di Pantai Prawean Bandengan, Jepara berdasarkan Tekstur Sedimen dan Bahan Organik. Journal of Maquares 9(1): 47–56.

Fachrul, M. F. 2012. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara, Jakarta.

Isdrajad Setyobudiandi, e. a. 2010. Seri Biota Laut Gastropoda Dan Bivalvia : Biota Laut Indonesia. Bogor: STP Hatta-Sjahrir Banda Naira.

Lautetu L M, Kumurus V.A, Warouw F. 2019. Karakteristik Permukiman Masyarakat pada Kawasan Pesisir Kecamatan Bunaken. Jurnal Spasial Vol.6(1). Hal 126-136.

Mueller-dombois, D. and H, E. 1974. Aims and methods of vegetation ecology. John wiley and sons, New York, New York.

Mujiono, N. 2016. Mangrove Gastropods from Lombok Island, West Nusa Tenggara. Jurnal Oseanologi dan Limnologi di Indonesia. Vol 1(3), hal 39-50.

Nurdin, J., Supriatna, J., Patria, M. P., & Budiman, A. 2008. Kepadatan dan keanekaragaman kerang intertidal (mollusca: bivalves) di perairan pantai sumatera barat. in: In Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II Universitas Lampung 17–18.

Odum, E. . 1998. Dasar-dasar Ekologi: Terjemahan dari Fundamentals of ecology. Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta.

Phillips, R. C., & McRoy, C. P. 1980. Handbook of seagrass biology: an ecosystem perspective. Garland STPM Press.

Rudi R, Sahami, F.M, Kasim, F. 2017. Keragaman Bivalvia di Kawasan Pantai Desa Katialada. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Vo.5 (1). Hal 12-17.

Sitorus, B. D. 2008. Keanekaragaman dan Distribusi Bivalvia serta Kaitannya dengan Faktor Fisik-Kimia di Perairan Pantai Labu Kabupaten Serdang. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Medan.

Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif : Metode Analisis Populaasi dan Komunitas. Penerbit Usaha Nasional.

Triwiyanto, K., Suartini, M. N., & Subagio, N. J. 2015. Keanakeragaman Moluska di Pantai Serangan Desa Serangan Kecamatan Denpasar Selatan Bali. Jurnal Biologi 19(2): 63.

Wahyuni, Indria., Sari, Indah Juwita., Ekanara, B. 2017. Biodiversitas Mollusca (Gastropoda Dan Bivalvia) Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Di Kawasan Pesisir Pulau Tunda, Banten. Jurnal Biodidaktika 12(2).

Article Metrics

Abstract view(s): 1677 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 2109 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.