BURNOUT DAN KUALITAS HIDUP CIVITAS AKADEMIKA PADA MASA PANDEMI COVID-19: STUDI DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Yusuf Ari Mashuri(1), Widana Primaningtyas(2*), Heni Hastuti(3), Lukman Aryoseto(4), Novelia Qothrunnada(5), Ratih Puspita Febrinasari(6), Vitri Widyaningsih(7), Ari Natalia Probandari(8)

(1) Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret
(2) Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret
(3) Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret
(4) Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret
(5) Program Studi D4 K3, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret
(6) Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret
(7) Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret
(8) Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret
(*) Corresponding Author

Abstract

ABSTRAK

Burnout sering dikaitkan dengan penurunan prestasi kerja maupun belajar, bahkan mempengaruhi kehidupan keseharian individu. Sejak bulan Maret 2020 Indonesia terkena efek pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19), tak terkecuali pada seluruh civitas akademika Universitas Sebelas Maret (UNS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout dengan kualitas hidup pada civitas akademika UNS pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang. Survei online tentang burnout dan kualitas hidup dilakukan pada bulan Agustus – September 2020. Burnout diukur dengan skala Maslach Burnout Inventory (MBI) yang berisi 22 item pertanyaaan dan telah diadaptasi sesuai dengan konteks Indonesia. Instrumen EQ5D, berisikan 5 item pertanyaaan, yang telah diadaptasi digunakan untuk mengukur kualitas hidup responden. Terdapat hasil korelasi yang signifikan antara skor burnout dengan kualitas hidup pada dosen dan mahasiswa (r= -0,2843 dengan nilai p= 0,011dan r= -0,4045 dengan nilai p= 0,001). Sedangkan untuk tenaga kependidikan didapatkan hasil yang tidak signifikan dengan r= -0,3323 dan p= 0,0903. Usaha komprehensif untuk mengurangi burnout pada civitas akademika diperlukan sebagai upaya peningkatan kualitas hidup.

Kata Kunci: Burnout, Komunitas Akademik, COVID-19, Quality of life

 

ABSTRACT

Burnout is often associated with decrease of work and study performance and could affect the daily living. Since March 2020, Indonesia has been affected by the 2019 coronavirus disease (COVID-19) pandemic, including the Universitas Sebelas Maret (UNS) academic community. This study aimed to determine the relationship between burnout and quality of life in UNS academic community during the COVID-19 pandemic. This was an observational study with a cross sectional approach. An online survey on burnout and quality of life was conducted in August - September 2020. Burnout was measured by the Maslach Burnout Inventory (MBI) scale which contains 22 question items and has been adapted according to the Indonesian context. The EQ5D instrument, which contains 5 question items, has been adapted to measure the quality of life of the respondent. There were significant correlations between the burnout score and the quality of life for the lecturers and students (r = -0.2843 with p-value = 0.011 and r = -0.4045 with p-value < 0.001). Meanwhile, there was no significant result in educational staff group (r = -0.3323 with p-value = 0.0903). There were significant correlations between burnout score and quality of life for lecturers and students, but there was no significant correlation between burnout score and quality of life for education personnel. Comprehensive action to prevent burnout in academic community is needed to improve quality of life.

 

Keywords: Burnout, Academic Community, COVID-19, Quality of life

References

Abang, R., Nursiani, N.P., dan Fanggidae, R.P.C. 2018. Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Kependidikan Pada Kantor Rektorat Universitas Nusa Cendana Kupang. Jurnal Of Management. 7(2). Pp: 225–46.

Al-Shehri, F. 2014. Quality of Life among Saudi Diabetics. Journal of Diabetes Mellitus. 4 Pp: 225-31. doi: 10.4236/jdm.2014.43032.

Alimah, S. dan Swasti, K. G. 2018. Gambaran Burnout pada Mahasiswa Keperawatan di Purwokerto. Jurnal Keperawatan Soedirman, 11(2). P:130. doi: 10.20884/1.jks.2016.11.2.709.

Azwar, A. G. dan Candra, C. 2019. Analisis Beban Kerja Dan Kelelahan Pada Mahasiswa Menggunakan Nasa-Tlx Dan Sofi Studi Kasus Di Universitas Sangga Buana Ypkp Bandung. ReTIMS, 1(1). Pp: 14–21.

Colby, L., Mareka, M., Pillay, S., Sallie, F., van Staden, C., du Plessis, E. D., and Joubert, G. 2018. The association between the levels of burnout and quality of life among fourth-year medical students at the University of the Free State. S Afr J Psychiatr. 24. 1101.

https://doi.org/10.4102/sajpsychiatry.v24i0.1101.

Darmawan, A. A. Y. P. S, Ika A. S, Ika R. 2016. Hubungan Burnout dengan Work-Life Balance pada Dosen Wanita. Mediapsi. 01(01). Pp: 28–39. doi: 10.21776/ub.mps.2015.001.01.4.

Dewi, M. P. 2009. Studi Metaanalisis: Musik untuk menurunkan stres. Jurnal Psikologi. 36(2). Pp: 106-115.

Fares, J., Al Tabosh, H., Saadeddin, Z., El Mouhayyar, C., and Aridi, H. 2016. Stress, burnout and coping strategies in preclinical medical students. N Am J Med Sci. 8(2). Pp: 75–81. doi: 10.4103/1947-2714.177299.

Fradelos, E., Mpelegrinos, S., Mparo, C., Vassilopoulou, C., Argyrou, P., Tsironi, M., and Theofilou, P. 2014. Burnout syndrome impacts on quality of life in nursing professionals: The contribution of perceived social support. Progress in Health Sciences. 4(1). Pp: 102-9.

Gerber, M. Lang, C., Feldmeth, A. K., Elliot, C., Brand, S., Hoslboer-Trachsler, E., and Uwe, P. 2015. Burnout and Mental Health in Swiss Vocational Students: The Moderating Role of Physical Activity. Journal of Research on Adolescence. 25(1). Pp: 63–74. doi: 10.1111/jora.12097.

Indrayani, I. dan Ronoatmodjo, S. 2018. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia di Desa Cipasung Kabupaten Kuningan Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 9(1). Pp: 69–78. doi: 10.22435/kespro.v9i1.892.

Irawati, R. dan Carollina, D. A. 2017. Analisis Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Operator Pada Pt Giken Precision Indonesia. Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis. 5(1). P: 51. doi: 10.35314/inovbiz.v5i1.171.

Juanita, J dan Safitri, C. P. 2016. Hubungan Basic Conditioning Factors Dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia Dengan Diabetes Melitus Di Rsud Dr . Zainoel Abidin Banda Aceh. Idea Nursing Journal. 7(1). Pp: 48–60.

Kassim, M.S.A., Ismail, R., Mohd Yusoff, H. and Ismail, N.H. 2020. How do academicians cope with occupational stressors to alleviate burnout? The experience of a research university. Journal of Public Mental Health. 19(1). Pp: 35–45. doi: 10.1108/JPMH-03-2019-0032.

Lyndon, M. P., Henning, M. A., Alyami, H., Krishna, S., Zeng, I., Yu, T. C., and Hill, A. G. 2017. Burnout, quality of life, motivation, and academic achievement among medical students: A person-oriented approach. Perspectives on medical education. 6(2). Pp: 108-14.

Llorens-Gumbau, S. and Salanova-Soria. M. 2014. Loss and gain cycles? A longitudinal study about burnout, engagement and self-efficacy. Burnout Research. 1(1). Pp: 3–11. doi: 10.1016/j.burn.2014.02.001.

Marine A, Ruotsalainen J, Serra C, V. J. 2006. Preventing occupational stress in healthcare workers. Cochrane database Syst Rev. 10 (4). CD002892. doi: 10.1002/14651858.

Muhyiddin. 2020. Covid-19, New Normal, dan Perencanaan Pembangunan di Indonesia. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning. 4(2). Pp: 240–52. doi: 10.36574/jpp.v4i2.118.

Nuraisyah, F., Kusnanto, H. dan Rahayujati, T. B. 2017. Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Panjaitan II , Kulon Progo. Community Medicine and Public Health. 33(1). Pp: 25–30.

Petra, U. K. 2020. Mendadak Daring Refleksi Pembelajaran Jarak Jauh di UK Petra. Diedit oleh P. D. Liauw Toong Tjiek. Surabaya.

Prawidhana, W. A. dan Prabowo, S. 2015. Pengaruh Musik terhadap Kelelahan Kerja. Psikodimensia. 14(2). Pp: 9-17.

Ratna, M., Saetya, J., Kurniadi, H., Isfandari, S., and Sarasvita, R. 2004. WHOQOL-BREF versi Indonesia. The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF ). WHO. Pp: 1–5.

Saatci E, Tahmiscioglu G, Bozdemir N, Akpinar E, Ozcan S, Kurdak H. 2010. The well-being and treatment satisfaction of diabetic patients in primary care. Health Qual Life Outcomes. 8: 67 doi: 10.1186/1477-7525-8-67.

Tamaela, E. Y. 2011. Konsekuensi Konflik Peran , Kelebihan Beban Kerja dan Motivasi Intrinsik terhadap Burnout pada Dosen yang Merangkap Jabatan Struktural. Aset. 13(2). Pp: 111-22.

Zainudin, H., Meo, M. L. N.,dan Tanaem, N. 2016. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di LSM Perjuangan Kupang. Keperawatan stikes citra husada mandiri kupang. 03. Pp: 16–8. Tersedia pada: jurnalpenyakitdalam.com.

Zis, P. A, Artemios B, Panagiotis N, Antonios H, and Georgios M. 2021. Medical studies during the COVID-19 pandemic : The Impact of Digital Learning on Medical Students' Burnout and Mental Health. Int J Environ Res Public Health. 18 (1). Pp: 4–11. doi: https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-63097

Article Metrics

Abstract view(s): 135 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 133 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.