Hubungan Tingkat Pemahaman Orangtua Terkait Stimulasi dengan Kemampuan Motorik Kasar Usia 15 Bulan di Pediatric Therapy Center Ngawi

Adnan Faris Naufal(1), Anzela Rosepti Farlinda(2*)

(1) Universitas Muhammadiyah Surakarta
(2) Pediatric Therapy Center Ngawi
(*) Corresponding Author

Abstract

Latar belakang : Motorik kasar (gross motor) yaitu aktifitas fisik yang membutuhkan koordinasi sebagian besar tubuh anak, yang melibatkan aktivitas otot besar seperti lengan seseorang untuk bergerak dan berjalan. Terdapat 4 tahapan kemampuan berjalan bayi, yaitu merambat, ditittah, berdiri tanpa bantuan dan berjalan. Dalam fase ini pemberian stimulasi motorik kasar dirasa tepat, karena stimulasi ini dapat mempersiapkan kekuatan otot, koordinasi dan keseimbangan yang diperlukan untuk fase selanjutnya. Permasalahan tumbuh kembang yang terjadi pada balita di sebabkan karena kurangnya stimulasi yang diberikan kepada balita. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pemahan orang tua tentang stimulasi yang adekuat dengan usia balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pemahaman orangtua terkait stimulasi dengan kemampuan motorik kasar usia 15 bulan yang diukur menggunakan kuisioner tingkat pemahaman orangtua dan ASQ3. Metode penelitian menggunakan Cross Sectional Study dengan pengambilan sampel 31 responden dengan menggunakan uji analisis. Hasil uji analisis kendall's tau-b menunjukan nilai p-value = 0.089 (>0.005) yang menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pemahaman orangtua terkait stimulasi dengan kemampuan motorik kasar usia 15 bulan. Kesimpulan tidak ada hubungan antara tingkat pemahaman orangtua terkait stimulasi dengan kemampuan motorik kasar usia 15 bulan di Pediatric Therapy Center Ngawi.

 

Kata kunci : pemahaman orangtua, stimulasi, motorik kasar.

References

Baan, A. B. (2020). Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Jurnal Bungamputi, 6(0), 14-21.

Cesilia, C. W. (2021). Validitas dan Reabilitas. pp. 343-350.

Depkes RI. (2006). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta: DepKes RI.

Hariweni, T. (2003). Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Pekerja tentang Stimulasi pada Pengasuhan Anak Balita. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Hidayat, A. A. (2008). Pengantar Ilmu KesehatanAnak Untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.

Hurlock, B. E. (2006). Perkembangan Anak Jilid 1 (Edisi ke-6 ed.). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kania, N. (2006). Stimulasi Tumbuh Kembang Anak untuk Mencapai Tumbuh Kembang yang Optimal. Seminar Tumbuh Kembang Anak. Bandung. Retrieved Juli 09, 2017

Kurniawati, A. &. (2015). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Tumbuh Kembang Balita dengan Perkembangan Balita Usia 12-36 Bulan di Posyandu Kasih Ibu 7 Banyu Urip Klego Boyolali Tahun 2014. Jurnal Kebidanan Indonesia (Akademi Kebidanan Mambaul Ulum Surakarta), vol 6 (1), 83-100.

Lutfiana & Dwi Tanto. (2021). Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Outbond Game. JMECE: Journal of Modern Early Childhood Education, 01 Nomor 01 , 19-26.

Narendra. (2002). Tumbuh Kembang Anak dan Remaja . Jakarta: PT Seagung Seto.

Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Pendekatan Praktis.

Sakarnadi, A. (2014). Tahapan Perkembangan Bayi Umur 7-14 Bulan. Retrieved Mei 11, 2015

Santrock JW. (2007). Perkembangan Anak. (M. Rachmawati, & A. Kuswanti, Trans.) Jakarta: Penerbit Erlangga.

Santrock, J. (2011). Masa Perkembangan Anak (11th ed ed.). Salemba Humanika.

Soetjiningsih. (2002). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

Sujiono, Y. (2012). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.in PT.Indeks (1st ed.).

Tedjasaputra, M. (2008, Oktober 15). Melatih Keterampilan Motorik Anak. Retrieved from http//www.replubika.co.id/koran_detail

Wang et al. (2017). A cross-sectional study into the correlation of common house hold risk factor and allergic rhinitis in Taiwan's tropical environment. Assian Pacific Journal of Tropical Medicine,10(02),134-140.doi:https://doi.org/10.1016/j.apjtm.2017.01.012

Article Metrics

Abstract view(s): 222 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 135 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.