PENGARUH AROMATERAPI JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH DAN DENYUT NADI ANAK USIA 6-9 TAHUN PADA KUNJUNGAN PERTAMA KE DOKTER GIGI

Septriyani Kaswindiarti, Tafiana Husnul Khotimah

Abstract

Kecemasan dental merupakan perasaan cemas terhadap perawatan gigi dan mulut. Secara fisiologis kecemasan dapat dilihat dari peningkatan tekanan darah dan denyut nadi karena stimulasi dari sistem saraf simpatis yang dapat meningkatkan curah jantung dan vasokonstriksi arteriol sehingga dapat menyebabkan tekanan darah dan denyut nadi meningkat. Salah satu upaya untuk menurunkan kecemasan adalah melalui pemberian aromaterapi yang berasal dari kulit buah jeruk manis yang memiliki kandungan limonene yang dipercaya mampu menurunkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi jeruk manis (Citrus sinensis) terhadap penurunan tekanan darah dan denyut nadi anak usia 6-9 tahun pada kunjungan pertama ke dokter gigi. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan rancangan penelitian pre and posttest design yang membandingkan tekanan darah dan denyut nadi anak menggunakan sphygmomanometer digital antara kelompok kontrol dan kelompok aromaterapi yang diukur sebelum dan saat duduk di kursi gigi dan melihat alat-alat kedokteran gigi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 22, yang terdiri dari 15 kelompok kontrol dan 7 kelompok aromaterapi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh aromaterapi jeruk manis (Citrus sinensis) terhadap penurunan tekanan darah dan denyut nadi anak usia 6-9 tahun pada kunjungan pertama ke dokter gigi sesuai dengan hasil analisis data menggunakan Independent T-test yang menunjukkan nilai signifikansi p<0,05. Terdapat pengaruh aromaterapi jeruk manis (Citrus sinensis) terhadap penurunan tekanan darah dan denyut nadi anak usia 6-9 tahun pada kunjungan pertama ke dokter gigi.

Keywords

Kecemasan dental, tekanan darah, denyut nadi, aromaterapi, jeruk manis

Full Text:

PDF

References

Soeparmin, S., 2008, Peranan Musik dalam Mengurangi Kecemasan Anak Selama Perawatan Gigi, J Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati, hal. 1-5.

Sanger, S. E., Pangemanan, D. H. C., dan Leman, M. A., 2017, Gambaran Kecemasan Anak Usia 6-12 Tahun terhadap Perawatan Gigi di SD Kristen Eben Haezar 2 Manado, e-GIGI, 5(2): 190-196.

Yahya, N. B., Leman, M. A., dan Hutagalung, B. S. P., 2016, Gambaran Kecemasan Pasien Ekstraksi Gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UNSRAT, PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(1): 39–45.

Marwansyah., Mahata, I. B. E., dan Elianora, D., 2018, Tingkat Kecemasan pada Anak dengan Metode Corah's Dental Anxiety Scale (CDAS) di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah Padang, B-Dent, 5(1): 20–29.

Kaswindiarti, S dan Yuliani, T., 2019, Pengaruh Pendinginan Area Injeksi (Pre-cooling) saat Anestesi Lokal terhadap Persepsi Nyeri Anak, JIKG, 2(2): 1–6.

Andrian, I. J., 2016, Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Anak Umur 8 - 12 Tahun Terkait Aksesoris Dental Unit di RSGM - UMY, hal. 1–12.

’Allo, C. B. B., Lampus, B. S. dan Gunawan, P. N., 2016, Hubungan Perasaan Takut Anak terhadap Perawatan Gigi dengan Kebersihan Gigi dan Mulut di RSGM Unsrat Manado, e-GIGI, 4(2): 166–170.

Mathius, N. P. N. E., Sembiring, L., dan Rohinsa, M., 2019, Tingkat Kecemasan Dental Anak Usia 7-12 Tahun yang akan Melakukan Ekstraksi Gigi di RSGM Maranatha, Laporan Penelitian, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Maranatha, hal. 33–42.

Hermawan, L., Subiyono, H. S., dan Rahayu, S., 2012, Pengaruh Pemberian Asupan Cairan (Air) terhadap Profil Denyut Jantung pada Aktivitas Aerobik, Journal of Sport Science and Fitness, 1(2): 14–20.

Venkataramana, M., Pratap, K. V. N. R., Padma, M., Kalyan, S., Reddy, A. A. dan Sandhya, P., 2016, Effect of Aromatherapy on Dental Patient Anxiety: A Randomized Controlled Trial, Journal of Indian Association of Public Health Dentistry, 14(2): 131-134.

Soni, S., Bhatia, R., dan Oberoi, J., 2018, Evaluation of The Efficacy of Aromatherapy on Anxiety Level among Pediatric Patients in a Dental Setting : A Randomized Control Trial, International Journal of Oral Care and Research, 6(2): 44–49.

Jaafarzadeh, M., Arman, S., dan Pour, F. F., 2013, Effect of Aromatherapy with Orange Essential Oil on Salivary Cortisol and Pulse Rate in Children during Dental Treatment: A Randomized Controlled Clinical Trial, Advanced Biomedical Research, 2(1): 1-7.

Anastasia, S., Bayhakki., dan Nauli, F. A., 2015, Pengaruh Aromaterapi Inhalasi Lavender terhadap Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis, Jurnal Online Mahasiswa, 2(2): 1510-1519.

Pertiwi, A., Indriansari, A., dan Kusumaningrum, A., 2016, Pengaruh Aromaterapi Rosemary (Rosmarinus officinalis) terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Akibat Hospitalisasi Pada Anak Usia Prasekolah, Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 3(1): 65-71.

Guyton, A. C., dan Hall, J. E., 2011, Text Book Of Medical Physiology 8th Edition., Elsevier Saunders, Pennsylvania, hal. 641-644.

Article Metrics

Abstract view(s): 482 time(s)
PDF: 406 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.