Pengalaman Berkomunikasi Musisi Etnik dalam Melestarikan Budaya Sunda Melalui Instrumen Karinding

Santi Susanti(1*), Rachmaniar Rachmaniar(2)

(1) Universitas Padjadjaran
(2) 
(*) Corresponding Author

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengalaman berkomunikasi para pengelola Karinding Sadulur (Kasalur), Tasikmalaya, dalam mengenalkan dan meregenerasikan alat musik karinding kepada masyarakat, khususnya generasi muda, melalui jalur pendidikan informal yang mereka berikan. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk mengungkapkan pengalaman berkomunikasi pengelola Karinding Sadulur dalam mengenalkan dan meregenerasikan karinding kepada generasi masyarakat yang meminatinya. Sumber data diperoleh melalui wawancara dan observasi dengan pengelola Karinding Sadulur, serta mengkaji literatur, dokumen, video, serta foto-foto yang berkaitan dengan Karinding Sadulur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pendiri Karinding Sadulur atau tunggul sadulur, memaknai karinding sebagai alat musik yang sarat makna filosofis tentang kehidupan manusia yang kompleks. Komunikasi yang dilakukan oleh Karinding Sadulur dalam mengenalkan karinding kepada masyarakat dilakukan melalui event musik, melalui karya, melalui media sosial, serta melalui edukasi. Kesimpulan penelitian ini, pengemasan karya yang menarik dan kekinian serta cara pengajaran yang menyenangkan merupakan bentuk komunikasi yang dapat menarik minat generasi muda untuk memelajari musik karinding. Semakin banyak generasi muda yang belajar, proses regenerasi seni budaya tradisonal dapat dikatakan berhasil. 

References

Bajari, A. (2009). Konstruksi Makna dan Perilaku Komunikasi Pada Anak Jalanan di Cirebon. Universitas Padjadjaran.

Bandem, I. M., & Murgiyanto, S. (1996). Teater Daerah Indonesia. Kanisius.

Daryana, H. A. (2016). Pergeseran Fungsi Instrumen Karinding Di Jawa Barat. JPKS (Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni), 1(2), 173–192. https://doi.org/10.30870/jpks.v1i2.1028

Effendy, O. U. (2004). Dinamika Komunikasi (6th ed.). Rosda Karya.

Effendy, O. U. (2017). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek (28th ed.). PT. Remaja Rosdakarya.

Fiske, J. (1990). Introduction to Communication Studies. Routledge.

Kimung. (2019). Sejarah Karinding Priangan (1st ed.). Minor Books.

Kuswarno, E. (2009). Fenomenologi: Metode Penelitian Komunikasi. Widya Padjadjaran.

Rakhmat, J. (2018). Psikologi Komunikasi. PT. Remaja Rosdakarya.

Ranjabar, J. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia. Ghalia Indonesia.

Ritzer, G. (2004). Teori Sosiologi Modern. Kencana.

Schutz, A. (1967). The Phenomenology of Social World (T. by G. W. A. F. Lehnert (ed.)). Northwestern University Press.

Sobur, A., & Mulyana, D. (2020). Filsafat Komunikasi: Tradisi, Teori dan Metode Penelitian Fenomenologi (4th ed.). PT. Remaja Rosdakarya.

Wiryanto. (2004). Pengantar Ilmu Komunikasi. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Yuliantini, H. (2013). Modernisasi Seni Pertunjukkan Karinding [Universitas Padjadjaran]. https://repository.unpad.ac.id/frontdoor/index/index/year/0000/docId/124183

Article Metrics

Abstract view(s): 207 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 209 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.