Studi Etnografi Virtual Tentang Keberadaan Penggiat Lingkungan dalam WhatsApp Group Non Lingkungan

Rachmaniar Rachmaniar(1*), Santi Susanti(2)

(1) 
(2) Universitas Padjadjaran
(*) Corresponding Author

Abstract

Keberadaan WhatsApp saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan yang tak dapat dihindar, dan karenanya setiap dari kita tergabung dalam yang namanya WhatsApp Group (WAG), dimana WAG ini dapat berisikan peserta-peserta dengan minat yang beragam, salah satunya minat terkait lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk menganalisa keberadaan penggiat lingkungan yang berada di beberapa WhatsApp Group non lingkungan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori kelompok terpercaya dengan tradisi penelitian etnografi virtual. Hasil yang ditemukan oleh penulis adalah 1) keberadaan penggiat lingkungan dalam suatu grup WhatsApp non lingkungan dapat menjadi media informasi dan edukasi bagi para  peserta lain untuk peduli terhadap lingkungan; 2) hal-hal yang kerap disampaikan penggiat lingkungan pada grup WhatsApp non lingkungan adalah seminar-seminar terkait lingkungan, event-event terkait lingkungan, artikel-artikel terkait lingkungan, berita-berita terkait lingkungan, dan cara ramah untuk lingkungan; dan 3) konsistensi antara hal yang disampaikan peserta penggiat lingkungan di grup WhatsApp non lingkungan dengan perilaku yang ditampakkan saat bertemu langsung telah membuat para peserta lain yang tidak sadar lingkungan menjadi sadar dan sedikit demi sedikit mulai merubah perilakunya demi kebaikan lingkungan.

References

BBC Indonesia. (2016). Pengguna WhatApp mencapai 1 miliar tiap bulan. Diakses pada 9 Agustus 2016, dari http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160202_majalah_bisnis_whatsapp.

Boellstorff, Tom. 2008. Coming of Age in Second Life : An Anthropologist Explores The Virtually Human. New Jersey: Princenton University Press

Hariyani. (2016). Peran Jaringan Sosial pada Kampanye Lingkungan di Media Sosial. Jurnal Informasi, Vol 46, No. 1

Hine, Christine. (2001). Virtual Ethnography. London: Sage Publication Ltd

Hirokawa, R. Y., & Poole, M. S. (Eds.). (1996). Communication and Group Decision Making (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Hirokawa, R. Y., Cathcart, R. S., Samovar, L. A., & Henman, L. D. (Eds.). (2003). Small group communication : theory & practice : anthology (8th ed.). Los Angeles: Roxbury Publishing Company.

Kozinets, R. V. (2002) “The Field Behind the Screen: Using Netnography for Marketing Research in Online Communities,” Journal of Marketing Research, 39(1), p. 61–72. doi: 10.1509/jmkr.39.1.61.18935.

Kozinets, R. V. (2009). Netnography: Doing Ethnographic Research Online. 1st ed. London: Sage Publications Ltd.

Morissan. (2013). Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana.

Nasrullah, Rulli. (2014). Teori dan Riset Media Siber (Cybermedia). Jakarta: Kencana.

Nasrullah, Rulli. (2017). Etnografi Virtual: Riset Komunikasi, Budaya, dan Sosiologi di Internet. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

Prasetyo, Eko. (2017). Mengoptimalkan WhatsApp sebagai Ruang Diskusi Bermanfaat. Diakses pada 31 Mei 2019 dari http://surabaya.tribunnews.com/2017/06/23/mengoptimalkan-whatsapp-sebagai-ruang-diskusi-bermanfaat

Roecker, Jacob., et al. (2008). Both Sides Now: A Bona Fide Group Perspective of Families and Divorce Mediation. American Communication Journal, Vol 10, No 2

Ward, Katie J. (1999). Cyber-ethnography and the emergence of the virtually new community. Journal of Information Technology, 14, 95-105

Yusuf, O. (2016). Angka Fantastis Facebook Messenger dan WhatsApp. Diakses pada 9 Agustus 2016, dari http://tekno.kompas.com/read/2016/04/13/13160107/Angka.Fantastis.Facebook.Messenger.dan.WhatsApp

Article Metrics

Abstract view(s): 239 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 242 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.