ANALISIS PERNIKAHAN USIA DINI DITINJAU DARI SUDUT PANDANG EKONOMI, SOSIAL DAN RELIGI : STUDI PADA KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN

Siti Fatimah Nurhayati(1*), Indah Kurniasasri(2),

(1) IESP / FEB, Universitas Muhammadiyah Surakarta
(2) IESP / FEB, Universitas Muhammadiyah Surakarta
(*) Corresponding Author
DOI: https://doi.org/10.23917/profetika.v21i1.11645

Abstract

This study is entitled "Analysis of Early Age Marriage From an Economic, Social and Religious Perspective: Study in Purwodadi District Grobogan Regency" with the aim of analyzing patterns of early marriage and factors that encourage early marriage. The research data uses primary data with a population of 103 and taken as many as 50 samples. Methods of data collection through observation, interviews, questionnaires and documentation. The analytical tool in this study uses descriptive qualitative analysis. The results showed that there were 2 reasons for early marriage, namely because of their own desires and arranged marriages. There are 3 patterns of early marriage, namely dispensation from the religious court, increasing the age of the KTP and siri marriage, and there are several factors driving the occurrence of early marriage which include economic factors, social factors and religious factors.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pernikahan usia dini dan faktor-faktor yang mendorong terjadinya pernikahan usia dini. Data penelitian menggunakan data primer dengan populasi sebanyak 103  dan diambil sampel sebanyak 50. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 alasan dalam melakukan pernikahan usia dini yaitu karena keinginan sendiri dan dijodohkan. Terdapat 3 pola pernikahan usia dini yaitu dispensasi dari pengadilan agama, menuakan umur di KTP dan nikah siri, serta ada beberapa faktor pendorong terjadinya pernikahan usia dini yaitu meliputi faktor ekonomi, faktor sosial dan faktor religi.

Keywords

Early age marriage, economic, social and religious perspective.

Full Text:

PDF

References

Abror, Khoirul. Hukum Perkawinan dan Percraian. Lampung: Pusat Penerbitan dan Penelitian LP2M. 2015. 1-59.

Adhim, Muhammad Fauzil. Indahnya Pernikahan Dini. Yogyakarta: Gema Insani Press. 2010

Aprianti. “Fenomena Pernikahan Dini Membuat Orang Tua dan Remaja Tidak Takut Mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan”. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. 2018; Vol. 13 (1): 222-230.

Arimurti, Intan dkk. “Analisis Pengetahuan Perempuan Terhadap Perilaku Melakukan Pernikahan Usia Dini Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso”. The Indonesian Journal of Public Health.2017;Vol. 12(2):249–262.

Basyir, Ahmad Azhar. Hukum Perkawinan Islam. Yogyakarta: UII Press ;2004. 2.

Besral. “Determinants Of Early Marriage In Indonesia: A Systematic Review”. International Journal of Science and Health. 2018. No. 3.

Birech. “Child Marriage: A Cultural Health Phenomenon”. International Journal of Humanities and Social Science. 2013;Vol. 3(17).

BKKBN. 2010. Pendewasaan Usia Perkawinan dan Hak-hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia. Jakarta: Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-hak Reproduksi.

Choe. “Early Marriage And Early Motherhood In Nepal”. Journal of Biosocial Science. Cambridge University Press. 2005; Vol.37;143–162

Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: Jumanatul’Ali-Art (JART) .2005. 407.

Djamilah & Reni Kartikawati. “Dampak Perkawinan Anak di Indonesia”. Jurnal Studi Pemuda. 2014;Vol. 3(1).

Fauji, Abdi Hadiono. “Pernikahan Dini Dalam Perspektif Psikologi Komunikasi”. Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam. 2018;Vol. IX, (2): 385-397.

Hastuti, Puji dkk. “Gambaran Terjadinya Pernikahan Dini Akibat Pergaulan Bebas”. Jurnal Riset Kesehatan. 2016;Vol. 5 (1);11 – 13.

Imron, Ali. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2012.

KBBI (Online). Tersedia di: http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php. Diakses pada 22 September 2017.

Khalilah, Marhiyant. Romantika Perkawinan. Jawa Timur: Putra Pelajar. 2000.79.

Mahato. “Causes and Consequences of Child Marriage: A Perspective”. International Journal of Scientific & Engineering Research. 2016. Vol. 7, Issue 7, (698): 2229-5518.

Montazeri. “Determinants of Early Marriage from Married Girls’ Perspectives in Iranian Setting: A Qualitative Study”. Journal of Environmental and Public Health. 2016. ID 8615929;8.

Muthoifin. (2015). Seminar Nasional Novel 12 Menit Perspektif Pendidikan Islam : Isbn : 978-602-361-004-4 Seminar Nasional ISBN : 978-602-361-004-4. 203–210.

Muthoifin. (2016). Rekonstruksi Epistemologi Pendidikan Islam Dalam Pandangan Ibn Jamaah Dan Ki Hadjar Dewantara Muthoifin 201–210.

Muthoifin. (2019). Shariah hotel and mission religion in surakarta indonesia. Humanities and Social Sciences Reviews, 7(4), 973–979.

Muthoifin, & Nuha. (2015). Model Penyelesaian Konflik Antar Kelompok dengan Pendekatan Mahfudzat. Prosiding 96–108.

Muthoifin, & Nuha. (2016). the Optimization of Local Autonomy Politic for Nation Progress and Synergetic on Islamic Perspective. The 4th University Research Coloquium 2016, 72–79.

Novita, Herni, dkk. “Faktor Dominan Penyebab Pernikahan Usia Dini Di Kecamatan Banjarmasin Selatan Tahun 2010-2014”. Jurnal Pendidikan Geografi. 2016;Vol. 3(5) 2016;15-21

Raiya, Abu. A psychological measure of Islamic religiousness:Evidence for relevance, reliability and validity. Ohio: Bowling Green State University; 2008.

Ritzer, George & Goodman Douglas J. 2014. Sociological Theory. Cet. X. Bandung: Kasihan Kreasi Wacana

Sekaran, Uma. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. 2006.

Shihab, M Quraish. Perempuan. Tanggerang: Lentera Hati. 2005.109.

Sugarda, Tarya. Pengantar Studi Sosiologi Kelurga. Bandung: CV

Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia antara Fiqih Munakahat dengan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana. 2007.

Tafsir ath-Thabari, 19/247 Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Tanzeh, Ahmad. Metodologi Penelitian Praktis. Depok Sleman Yogyakarta: Penerbit Teras. 2011.89.

Todaro, Michael P. Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga. Jilid 1. Jakarta: Erlangga. 2000.

Utsman, Muhammad Ra’fat. Fikih Khitbah dan Nikah. Depok Jawa Barat Indonesia: Fathan Media Prima. 2017.75.

Undang-Undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Pasal 7 ayat (1), ayat (2).

Wahab, Abdul. Fiqih Munakahat Khitbah, Nikah dan Talak. Jakarta: AMZAH. 2009.

WHO dan Depkes, Konsep Perkawinan. Jakarta: Depkes RI. 2010.

Zuraidah. “Analisis Pencapaian Pendewasaan Usia Perkawinan Di Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015”. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes. 2016;Vol. VII (1).

Article Metrics

Abstract view(s): 1038 time(s)
PDF: 2613 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.