HUBUNGAN SAINS DAN AGAMA: Refleksi Filosofis atas Pemikiran Ian G. Barbour

Waston Waston

DOI: https://doi.org/10.23917/profetika.v15i1.1968

Abstract

This paper investigates Ian G. Barbour’s thoughts on the relationship between
science and religion from the perspective of philosophy of knowledge, and observes its
relevance for the development of Islamic contemporary thought. The research finds
that according to Barbour there are four typologies of the relationship between science
and religion, namely: (1) Conflict typology, which includes ‘Biblical Literalism’ and
‘Scientific Materialism’; (2) Independence typology, which includes ‘Contrasting Methods’
(including existentialism and neo-orthodoxy) and ‘Differing Languages’ (i.e.
analytic traditions); (3) Dialogue, which contains ‘Presuppositions and Limit Questions’,
and ‘Methodological Parallels’; and (4) Integration, which consists of the three subtypologies
‘Natural Theology’, ‘Theology of Nature’, and ‘Systematic Synthesis’ (which
is indebted to Whitehead’s process theology). The some opinion comes from Cristian
teology, John F. Haught. He finds there are four approachs to study the relation between
science and religion, namely: conflict, contras, contact, and confirmation. But Some
scholars critize Barbour’s typlogies, among them are Cristian and Islamic teology:
Houston Smith and Seyyed Hossein Nasr. Both of the note that Barbour’s integration
has subordinate theology under science; the theology are modofied for the shake of
scientific invention. For Smith and Nasr, who are the supporters of perennial philoshopy,
it is the theology in terms of Tradition that should be the parameter of scientific theories.
Key words: Ian Barbour; conflict; dialogue; independence; integration, science-religion
relationship.

Makalah ini membahas mengenai pemikiran Ian G. Barbour tentang hubungan
antara sains dan agama dari perspektif filsafat ilmu dan bagaimana relevansinya dengan
perkembangan pemikiran Kristen dan Islam kontemporer. Pembahasan ini menemukan bahwa
terdapat empat tipologi hubungan sains dan agama yang dibuat Barbour yaitu: (1) Tipologi
konflik, yang melibatkan antara materialisme ilmiah dan literalisme biblical. (2) Tipologi
independen, memisahkan dua tipe itu dalam dua kawasan yang berbeda. Keduanya dapat
dibedakan berdasakan masalah yang ditelaah, domain yang dirujuk, dan metode
(eksistensialisme dan neo-ortodoksi) yang digunakan dan dua bahasa dan dua fungsinya
yang berbeda (tradisi analitik) (3) Tipologi dialog, yang mempertimbangkan pra-anggapan
dalam upaya ilmiah, atau mengeksplorasi dalam kesejajaran metode antara sains dan agama,
(4) Integrasi, yang terdiri dari natural theology, theology of nature, sintesis sistematis (sains
ataupun agama memberikan kontribusi pada pengembangan metafisika inklusif seperti telogi
filsafat proses Whitehead). Pandangan yang mirip tetapi tak sama dengan Barbour diajukanBaroleh
John F. Haught yang membagi pendekatan ilmu dan agama menjadi: konflik, kontras,
kontak, dan konfirmasi. Keempat pandangan ini bisa dilihat sebagai semacam tipologi seperti
yang dibuat Barbour, namun Haught juga melihatnya sebagai semacam perjalanan. Tetapi,
terdapat beberapa kritik dari pemikir Kristen dan Islam kontemporer terhadap tipologi yang
dibuat oleh Barbour. Diantaranya kritik yang dilakukan oleh Houston Smith dan Seyyed
Hossein Nasr. Keduanya mengkritik Integrasi Barbour karena di sini teologi tampak seperti
ditaklukkan oleh sains; teologi diubah demi mempertimbangkan hasil-hasil pengkajian sain.
Bagi Smith dan Nasr yang keduanya pendukung filsafat perenial, yang sebaliknyalah yang
seharusnya terjadi: teologi tepatnya Tradisi menjadi tolok ukur teori-teori ilmiah.
Kata Kunci: Ian Barbour; konflik; dialog; independen; integrasi; hubungan sain-agama.

Full Text:

PDF

References

Bagir, Zaenal Abidin, 2002. “Pengantar” dalam Ian G. Barbour Terjemahan E.R.

Muhammad, Juru Bicara Tuhan Antara Sains dan Agama. Bandung: Mizan

Barbour, Ian G. 2000. When Science Meets Religion. HarperSan-Francisco, New York:

HarperSan-Fracisco.

______________, 1971. Issues in Science and Religion. New York: Harper&Row.

______________, 1973. Myths, Model, and Paradigm. New York Harper&Row.

______________, 1990. Religion and Science. San Francisco: Harper San Francisco.

Golshani, 1999. Filsafat Sains Menurut Al-Qur’an, Terjemahan Agus Effendi. Bandung:

Mizan.

Haught, John F. 2004. Perjumpaan Sains dan Agama. Terjemahan. Bandung: Mizan Pustaka,

CSCR, dan ICAS.

Moosa, Ibrahim, 2002. Dalam Peters, Ted: Muduzaffar Iqbal; dan Syed Nomanl Haq,

(eds.), God, Life and the Cosmos: Cristian and Islamic Perspectives, Ausgate. Rahman, Fazlur,

l992. “Islam and Modernity: Transformation of an Intelectual Tradision). Chicago&

London: The University of Chicago Press.

Russell, Robert John (ed). 2004. Fifty Years in Science and Religion. Burlington, USA: Asghate

Publishing Company.

Smart, Ninian, 2000. Worldviews: Croscultural Explorations 0f Human Beliefs. Prentice Hall,

New Jersey.

Smith, Huston, 2001. Ajal Agama di Tengah Kedigdayaan Sains. Terj. Ramani Astuti,

Bandung: Mizan Pustaka.

Article Metrics

Abstract view(s): 13769 time(s)
PDF: 12999 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.