FORMAT BARU HUBUNGAN SAINS MODERN DAN ISLAM (STUDI INTEGRASI KEILMUAN ATAS UIN YOGYAKARTA DAN TIGA UINVERSITAS ISLAM SWASTA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN SAINS ISLAM SEUTUHNYA TAHUN 2007-2013)

Anshori Anshori(1*),

(1) Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl A. Yani Pabelan Tromol Pos 1 Telp. (0271) 717417 Surakarta 57102
(*) Corresponding Author
DOI: https://doi.org/10.23917/profetika.v15i1.1969

Abstract

This paper discusses the problem regarding to the integrative knowledge
concept at the four Islamic higher education —namely the State Islamic University,
(UIN Sunan Kalijaga) Yogyakarta, the Indonesia Islamic University (UII) Yogyakarta,
the Muhammadiyah University of Surakarta (UMS), and the Wahid Hasyim University
of Semarang (UNWAHAS). This is a field research study with using the snow ball
technique and the focus of discussion group for interview toward the primary resource
persons, and using the crucial documents from the subjects elected with using the eclectic
data analyzes. This study uses a history-phenomenology perspective.
The result of study toward the four universities put into practice in difference concept
for each universities regarding to the new form on the relation of modern sciences and
Islam as an effort completely building of Islamic sciences. The Sate Islamic University,
Sunan Kalijaga, Yogyakarta follows the concept of integrative-interconnected knowledge
with combining the Islamic Knowledge Wealth, hadlarah al-nash, hadharah alfalsafah,
and hadlarah al-’ilm. UII gave their lectures on having free choice to the
concept of Islamization of Knowledge, Scientification of Islam, and/or Integrative-
Interconnected Knowledge. UII also takes the developing model on the concept of Islamic
University. UMS is more closely with the concept of interconnective knowledge with
strongly promoting to the Islamic economy, the professional medical doctor, the new
ruling elite in politics, and other sector in the life. UNWAHAS has not use an integrativeinterconnected
concept but promoting the values of Islam (ruh) to appreciate the choice
of knowledge paradigm between scientification of Islam and integrativeinterconnected
knowledge.
Key words: modern sciences; Islam; integrative knowledge.

Makalah ini membahas konsep integrasi keilmuan di empat perguruan tinggi
Islam, yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Islam Indonesia (UII)
Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Surakarta dan
Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang. Penelitian ini adalah penelitian
lapangan, data dikumpulkan dengan metode wawancara, focus group discussion, dan
dokumentasi dengan analisis data mengedepankan analisis eklektik. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah historis-fenomenologis. Hasil penelitian tentang Perdebatan tentang hubungan agama
dan sains akhir-akhir ini menarik didiskusikan,
karena terdapat beragam pendapat
tipologi hubungan keduanya.1Di antara tipologi
itu yang sering menjadi sorotan ialah
masalah integrasi ilmu dan agama.Isu bertambah
menarik karena, pertama, pandangan
tentang kapan agama memberi spirit
dalam pengembangan sains dan bagaimana
keduanya (sains dan agama) berjumpa.2 Kedua,
dalam ranah kelembagaan pendidikan
di Indonesia, isu itu menjadi lebih kompleks
ketika terjadi perluasan mandat wilayah
keilmuan IAIN. Semula IAIN hanya mengelola
progam studi mayoritas ilmu-ilmu
agama bertransformasi menjadi UIN yang
mengelola beragam program studi, tambahan
program studi itu di antaranya ialah
progam studi ilmu–ilmu sosial-humaniora,
progam studi sains dan teknologi.
Mulai tahun 2002-2004 tiga IAIN di
Indonesia menjadi Universitas Islam Negeri:
(1) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
(2) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, (3)
UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.3
Transformasi dari IAIN ke UIN menandakan
dimulainya gagasan integrasi sains
Islam dengan sains sekuler, dalam Univerkonsep
keilmuan ini adalah bahwa format baru hubungan sains dan Islam dalam upaya
membangun sains Islam seutuhnya di perguruan tinggi berbeda-beda dan memiliki
distingsi masing-masing. Di UIN Sunan Kalijaga menganut paradigma integrasiinrerkoneksi
keilmuan dengan merajut trilogi khazanah keilmuan hadlarah al-nash,
hadharah al-falsafah, dan hadlarah al-’ilm. UII memberikan kebebasan kepada tenaga
pengajarnya mengambil pilihan paradigma keilmuan bisa islamization of knowledge,
scientification of Islam, integration-interconnection). UMS lebih dekat pada konsep
interkoneksi dengan penekanan kuat kearah ekonomi Islam, tenaga medis kesehatan “dokter
profesional, membangun elit baru di dunia politik dan sektor-sektor yang lain. Unwahas
tidak menggunakan konsep integrasi-interkoneksi tetapi mengedepankan ruh Islam untuk
mengapresiasi pilihan paradigma keilmuan antara scientifation of Islam dan integrationinterconnetion.
Keunikan konsep dasar keilmuan Unwahas adalah lahir atas pemikiran
dan prakarsa para ulama, intelektual, dan pengurus Jam’iyyah Nahdlatul ‘Ulama,
diantaranya adalah menggunakan sistem pesantrenisasi tahfidul quran.
Kata Kunci: sains modern; Islam; integrasi keilmuan.

Full Text:

PDF

References

Abdullah, M. Amin. 2000. “Rekonstruksi Metodologi Studi Agama dalam Masyarakat

Multikultural dan Multireligius”, dalam Jurnal Media Inovasi, No. 02, th. X/2000.

______. 2013. “Ulum al-din ak-Fikr al-Islami dan Dirasat Islamiyah: Sumbangan Kelimuan

Islam untuk Peradabab Global, disampaikan dalam Workshop Pembelajaran Inovatif

Berbasis Integrasi-Interkoneksi, Yogyakarta, 19 Desember 2008, dalam Moch Nur

Ichwan dan Ahmad Muttaqin, Islam, Agama-agama, dan Nilai Kemanusiaan.

Yogyakarta: CISForm.

______. 2006. Islamic Studies di Perguruan Tinggi Pendekatan Integratif-Interkonektif.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

______.2003. “New Horizon of Islamic Studies Through Socio-Cultural Hermeneutics,

dalam Al-Jami’ah Journal of Islamic Studies. Volume 41, Number 1, 2003/1424.

al-‘Alwani, Taha Jabir. 2004. Islamization of Knowledge: Promises, Challenges. And

Perspectives, Islam Online, http: //www.islamonline.net/ English/

contemporary/2004/article 01/shtml.

_______.”Islamization of Attitudes and Practices in Science and Technology”, diakses dari

http://www.amse.net/islamization/2/intuduction/html.

al-Attas, Seyyed Naquib. 1995. Prolegomena to The Metaphysics of Islam. Kuala Lumpur:

ISTAC.

al-Faruqi, Ismail Raji. 2003. Islamisasi Pengetahuan, (terj.) Anas Mahyudin. Bandung:

Pustaka.

Bagir, Zainal Abidin - Jarot Wahyudi et al(ed) 2005. Integrasi Ilmu dan Agama Interpretasi

dan Aksi.Yogyakarta: Penerbit; kerjasama Mizan, MYIA dan SUKA Press UIN

Sunan Kalijaga.

_______. 2002. “Pergolakan Pemikiran dalam Bidang Ilmu Pengetahuan”, dalam Taufik

Abdullah et.al. (eds), Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Jakarta: Ichtiar Baru van

Hoeve.

Bakar, Osman. 1995. Tauhid dan Sains. Bandung: Pustaka Hidayah.

Barbour, Ian G. 2002. When Science Meets Religion: Enemies, Stragers, or Partners? (E. R.

Muhammad, Juru Bicara Tuhan antara Sains dan Agama). Bandung:Mizan.

_______. 1966. Issues in Science and Religion. New York: Harper and Row.

Connolly, Peter. 2002. Aneka Pendekatan Studi Agama.Yogyakarta: LKIS.

Erricker, Clive. 2002. “Pendekatan Fenomenologis”, in Peter Connolly (ed.), Aneka

Pendekatan Studi Agama. Tranlated by Imam Choiri, (Yogyakarta: LKIS.

Guessoum, Nidhal. 2011. Islam’s Quantum Question; Reconciling Muslim Tradition and Modern

Science. London: I.B. Tauris.

Haq, Arinil. 2013. Belajar Al Qur’an Sebagai Dasar Pendidikan Karakter Dalam Keluarga.

Surakarta: Fakultas Psikologi dan Fakultas Agama Islam UMS. tidak diterbitkan.

Ichwan, Moch Nur – Ahmad Muttaqin (eds.). 2013. Islam, Agama-agama dan Nilai

Kemanusiaan: Festschrift untuk M. Amin Abdullah, Yogyakarta: CISForm.

Iqbal, Muzaffar. 1988. Islam and Science, Burlington: Ashgate.

Kartodirdjo, Sartono. 1993. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta:

Gramedia.

Kuntowijoyo. 1994. Dinamika Sejarah Umat Islam Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

______. 2005. Islam Sebagai Ilmu. Bandung: Penerbit Mizan.

______. 2006. Islam Sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika. Yogyakarta: Tiara

Wacana.

______.2003. Metodologi Sejarah, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2003.

______. 2000. Paradigma Islam: Reinterpretasi untuk Aksi. Bandung: Penerbit Mizan.

Kusmana, Aan (ed.). 2006. Integrasi Keilmuan UIN Syarif Hidayatulah Jakarta Menuju

Universitas Riset.Jakarta: Penerbitan kerjasama PPJM dengan UIN Jakarta Press.

Madjid, Nurcholish.(ed.), 1984. Khazanah Intelektual Islam.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

dan Bulan Bintang.

Nashori, H.F. 2003. Agenda Psikologi Islami. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.

______, 2011. H.F. Pola-pola Pengembangan Psikologi Islami: Suatu Evaluasi Kritis. Proceeding

“The Roles of Islamic Psychology in the Effort of Increasing Life Quality”,

International Conference of Association of Islamic Psycology, UIN Maliki, Malang.

Nasr, Seyyed Hossein. 1997. Islam dan Peradaban Modern, (terj.)Anas Mahyuddin.Bandung:

Mizan.

______. 1988. “Islamic Science, Western Science: Common Heritage, Diverse Destinies”,

dalam Ziaudin Sardar (ed.), The Revenge of Athena: Science, Explanationand the

Third World. London: Manshel.

Riyanto, Waryani Fajar. 2013. Integrasi-Interkoneksi Keilmuan Biografi Intelektual M. Amin

Abdullah (1953…), Person, Knowledge, and Institution.Yogyakarta: Suka Press.

Rukmana, Aan. 2013. Seyyed Hossein Nasr Penjaga Taman Spiritualitas Islam. Jakarta: Dian

Rakyat.

Salim, Agus. 2006. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sardar, Ziaudin. 1989. “Islamization of Knowledge or Westernization of Islam?”, dalam

Ziaudin Sardar (ed.), An early Cresent: The Future og Knowledge and the Environment

in Islam. London: Mansel.

______. 2004. Desperately Seeking Paradise Journeys of Sceptical Muslim London: Granta

Books.

______. 1998. Jihad Intelektual: Merumuskan Parameter-parameter Sains Islam. (terj.) A.E.

Priyono. Surabaya: Risalah Gusti.

Shobron, Sudarno - Abdul Fatah Santoso, (eds.). 2011. Studi Islam 3. Surakarta: LPID.

Soleh, Khudhori. 2013. Filsafat Islam dari Klasik hingga Kontemporer. Yogyakarta: Arruz

Media.

Suprayogo, Imam. 2006. Paradigma Pengembangan Keilmuan Islam Perspektif Malang.

Malang: UIN Malang Press.

Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2013. Buku Panduan Baitul Arqam Mahasiswa Bidang

Studi Islam dan Kemuhammadiyahan, Surakarta: Lembaga Pengembangan Ilmuilmu

Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta.

______. 2014. Buku Pedoman Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Surakarta: UMS.

_______. 2014. Buku Pedoman Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Surakarta: UMS.

______. 2013. Pedoman Penyelenggaraan Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran,

Surakarta: Pondok Shabran.

______. 2010. Pola Pembinaan dan Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan Universitas

Muhammadiyah Surakarta. Surakarta: Lembaga Pengembangan Ilmu-ilmu Dasar

Universitas Muhammadiyah Surakarta.

______. 2010. Profil Mentoring Al-Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta:

Lembaga Pengembangan Ilmu-ilmu Dasar Universitas Muhammadiyah

Surakarta.

Internet

http://msyakurunwahas.blogspot.com/2013_05_01_archive.html, diakses 22 Desember

http://pmb.ums.ac.id/2014/programGanda, diakses 4 Januari 2014.

http://www.ums.ac.id. Diakses tanggal 20 Desember 2013.

http://www.unwahas.ac.id tanggal 21 desember 2012.

http://www.uii.ac.id.

DAFTAR INFORMAN/NARASUMBER PENELITIAN

Prof. Dr. M. Amin Abdullah (Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Dr. Waryani Fajar Riyanto (Dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Dr. Jaka Sriyana (Dosen Pascasarjana UII Yogyakarta)

Dr. Fuad Nashori (Dosen Psikologi UII Yogyakarta)

Dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes. (Kepala Direktorat Pendidikan dan Pengembangan

Agama Islam, UII Yogyakarta)

Dr. Abdul Fattah Santoso (Dekan Fakultas Agama Islam UMS Surakarta)

Prof. Dr. Bambang Setiaji (Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Dr. Mahlail Syukur, M.Ag. (Wakil Rektor III Universitas Wahid Hasyim)

Article Metrics

Abstract view(s): 689 time(s)
PDF: 2688 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.