PROSPEK PARTAI ISLAM IDEOLOGIS DI INDONESIA

Sudarno Shobron(1*),

(1) Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Tromol Pos I Surakarta 57102 Phone (0271) 717417, Fax (0271) 725448
(*) Corresponding Author
DOI: https://doi.org/10.23917/profetika.v14i1.2004

Abstract

The ideological Islamic party ever got success in Indonesia in 1955. It was
represented by Masyumi and NU while in 1977 it was represented by United
Development Party (PPP). But the success could not exceed the non Islamic party that
got significant voters so that the Islamic parties still lost. The Reformation era gives
new opportunity for Islamic parties to emerge, for instance the Crescent Star Party
(PBB), Justice Party (PKS) and PPP. These Islamic political parties are permitted to
compete in the general election. There are also parties that have Islamic social
organization mass such as National Mandate Party (PAN) and National Awakening
Party (PKB). The fate of the parties is not far different from the ideological parties in
the Old Order and New Order. Accordingly there should be smart ideas to bore an
ideological party for exampleHizbut Tahrir Indonesia (HTI) to be the participant in the
general election in order that it is able to struggle the Islamic law in Indonesia, but does
this ideological party have a good prospect? This article tries to give the answer.
Key Words: Ideological parties, Islamic law, Hizbut Tahrir Indonesia

Partai Islam Ideologis pernah mengalami kesuksesan di Indonesia pada tahun
1955 yang dipresentasikan oleh Masyumi dan NU, dan pada tahun 1977 oleh Partai
Persatuan Pembangunan (PPP). Namun kesuksesan tersebut tidak dapat melampaui
kesuksesan partai non-Islam yang mendapatkan suara cukup signifikan, sehingga partai
Islam ideologis tetap kalah.Era reformasi memberikan perluang munculnya partai
ideologis atau partai yang berazaskan Islam, misalnya Partai Bulan Bintang (PBB).
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PPP sendiri yang telah lolos verifikasi untuk
mengikuti pemilihan umum, selain partai yang memiliki basis masa organisasi massa
Islam, misalnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Nasib partai-partai ini tidak jauh berbeda dengan partai ideologis pada masa Orde
Lama dan Orde Baru.Untuk itulah perlu ada gagasan cerdas untuk menghadirkan
partai ideologis misalnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai peserta pemilu yang
memperjuangkan syareat Islam di Indonesia, tetapi apakah partai ideologis ini memiliki
prospek? Artikel ini akan mencoba memberikan jawaban.
Kata Kunci: Partai Ideologis, syareat Islam, Hizbut Tahrir Indonesia

Full Text:

PDF

References

Amal, Ichlasul, 1988. “Pengatar”, dalam Ichlasul Amal (ed.), Teori-Teori Mutakhir Partai

Politik. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Azra, Azyumardi, 2009. “Politik Kepentingan”, dalam Republika, Kamis 7 Mei 2009.

Firdaus,Robitul, 2010. Pemisahan Kekuasaan dan Organisasi Negara dalam Sistem

Pemerintahan Islam (Studi Komparatif terhadap Dustur al-Islamy Hizbut Tahrir dan

Qanun asasi NII.Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Friedrich Carl J. 1967. Constitutional Government and Democracy: Theory and Practice in

Europe and America. Waltham Mass: Blaisdell Publishing Company.

Hagopian, Mark N., 1978. Regimes, Movements, and Ideologies: A Comparative Introduction

To Political Science. New York: Longman Inc.

Hakim, Khalifa Abdul, 2008.Islamic Ideology. Lahore: Institute of Islamic Culture

Hawari, Muhammad, 2003. Politik Partai Islam Meretas Jalan Baru Perjuangan Partai Politik

Islam, terj.: Syamsuddin Ramadhan SF. Bogor: IDeA Pustaka Utama.

Heywood,Andrew, 2004. Political Theory An Introduction, Third Edition.New York: Palgrave

Macmillan.

Macridis, Roy C., 1988. “Pengantar Sejarah, Fungsi dan Tipologi Partai-Partai”, dalam

Ichlasul Amal.1988. “Pengatar”, dalam Ichlasul Amal (ed.), Teori-Teori Mutakhir

Partai Politik. Yogyakarta: Tiara Wacana.Nabhani, Taqiyuddin an-. 2008. Pembentukan Partai Politik Islam, terj.: Zakaria, Labin dkk.,

Jakarta: HTI Press.

Neumann, Sigmund, 1963. “Modern Political Parties”, dalam Harry Eckstein dan David

E. Apter (ed.). 1983.Comparative Politics: A Reader. London: The Free Press of Glencoe.

Republika, Selasa 12 Pebruari 2008; Rabu 2 November 2011.

Ritzer, George dan Douglas J. Goodman, 2008.Terori Sosiologi dari Teori Sosiologi Klasik

Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern, terj: Nurhadi. Yogyakarta:

Kreasi Wacana.

Soltau, Roger H., 1961. An Introduction to Politics. London: Longmans Green & Co.

UU Nomor 8/2012 tentang Pemilu Legislatif.

Article Metrics

Abstract view(s): 325 time(s)
PDF: 768 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.