Dekonstruksi Jacques Derrida pada Arsitektur Sekolah Anak Usia Dini di Jepang dan Korea

Teresia Hanna Sanjaya(1*), I Wayan Mudra(2)

(1) Magister Desain ISI Denpasar
(2) ISI Denpasar
(*) Corresponding Author

Abstract

Suasana kelas formal dengan aturan desain baku, tidak berarti menjadi sekolah ramah anak. Ruang dan suasana pembelajaran yang bebas dari dogma/langgam arsitektur tertentu, bisa membantu anak untuk berpikir di luar kotak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji Arsitektur Sekolah Anak Usia Dini Tomoe Gakuen di Jepang dan APAP Open School di Korea, dengan teori Jacques Derrida dalam hal makna, fungsi, dan bentuk. Tujuan penelitian adalah manfaat nilai sosial atau praktis, yakni sekolah/pembelajaran tidak harus di gedung/ruang - ruang formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan dilakukan dengan observasi dan dokumentasi secara online. Hasil penelitian menunjukkan analisa sekolah di Jepang dilihat dari dekonstruksi makna dari kereta menjadi sekolah dan dekonstruksi fungsi dari kendaraan menjadi ruang belajar. Sedangkan, sekolah di Korea mengunakan dekonstruksi makna dari container box menjadi sekolah dan dekonstruksi bentuk di  mana peletakan container box disusun sedemikian rupa. Berdasarkan kedua perbandingan studi kasus terdapat perbedaan dekonstruksi yaitu dekonstruksi makna, dekonstruksi fungsi dan dekonstruksi bentuk.

Keywords

dekonstruksi arsitektur; sekolah; PAUD

Full Text:

PDF

References

Akbar, Emha Taufiq. (2016), “Perancangan Sekolah Tinggi Animasi di Buring, Malang.”, dalam Tugas Akhir UIN Malang, http://etheses.uin-malang.ac.id/5863/1/12660045.pdf

Al – Fayyadl, Muhammad. (2005), Derrida, LKIS, Yogyakarta.

Faizah, Nur Siti. (2017), “Children Education Concept At Tome Gakuen In Tetsuo Kuronayagi’s Novel Entitled: Totto-Chan: The Little Girl At The Window”, dalam http://repository.iainpurwokerto.ac.id/2439/1/COVER_CHAPTER%20I_CHAPTER%20V_BIBLIOGRAPHY.pdf

Hastuti, N. (Juli 2014), “Nilai-Nilai Pendidikan Dan Pengaruhnya Terhadap Hubungan Sosial Anak Dalam Novel Totto-Chan Karya Tetsuko Kuroyanagi.”, dalam Izumi, III/02, https://doi.org/10.14710/izumi.3.2.68-75

Krissandi. (April 2019), “Menyelami Metode Pendidikan Humanistik Sosaku Kobayashi Dalam Novel Totto Chan: The Little Girl At The Window Karya Tetsuko Kuroyanagi.” IZUMI. 8. 26. 10.14710/izumi.8.1.26-37.

Kuroyanagi, T. (2008), Totto Chan: The Little Girl At The Window, Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Mubarrok, Noor Zakiy. (2014), “Dekonstruksi Dalam Arsitektur: Perancangan City Hotel Dengan Makna Batik Kawung Sebagai Referensi Desain”. dalam tugas akhir ITS Malang, http://repository.its.ac.id/402/3/3213207011-Master_Theses.pdf

Taylor, Anne. (2009), Linking Architecture and Education: Sustainable Design of Learning Environments. Albuquerque, University of New Mexico Press, Mexico.

Akino. (September 2017), Totto-Chan, https://aminoapps.com/c/japan/page/item/tottochan/gxsK_IGbLNKMadLxQNjabvkmmgM14V

Arsitur Studio. (2020), Pengertian Arsitektur Dekonstruksi Ciri-Ciri dan Contohnya, https://www.arsitur.com/2017/03/pengertian-arsitektur-dekonstruksi-ciri.html

Chihiro Art Museum Azumino (2017)

https://chihiro.jp/en/azumino/introduction/

Dharma, Agus. (2018), Paradigma Konseptual Ars Dekonstruksi, http://staffsite.gunadarma.ac.id/agus_dh/index.php?stateid=files&xcat_id=0.1

Goltz, Pat. (1 Mei 2004), Sinichi Suzuki had a Good Idea, But… http/www. Seghea com/homescool/ Suzuki.htlm

Lot Tek. (2010), Apap Open School, https://www.archdaily.com/318073/apap-openschool-lot-ek-architecture-design

Tschumi,Bernard. http://www.tschumi.com/projects/3/

Unicef. https://www.unicef.org/publications/files/Child_Friendly_Schools_Manual_EN_040809.pdf

Wibowo, Susanto. (30 Januari 2019), Moms, Kenali Jenis-Jenis Sekolah Usia Dini untuk Anak, https://www.motherandbaby.co.id/article/2019/1/12/11654/Moms-Kenali-Jenis-Jenis-Sekolah-Usia-Dini-untuk-Anak

Article Metrics

Abstract view(s): 51 time(s)
PDF: 64 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.