ANALISIS KUAT TEKAN BETON DENGAN BAHAN TAMBAH SERBUK HALUS GELAS DAN SERBUK HALUS ARANG BRIKET

Iqbal Fahmi Amrulloh

Abstract

Akhir-akhir ini penggunaan limbah/benda padat buangan sering dimanfaatkan sebagai bahan tambah pada cam-puran beton. Berbagai jenis limbah padat yang sering digunakan sebagai bahan tambah campuran beton misal-nya serbuk arang briket, gelas, serat, dan lain-lain. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan kuat tekan maksimal beton dengan bahan tambah serbuk halus gelas dan serbuk halus arang briket dengan nilai fas 0,5 pada umur 28 hari. Dalam penelitian ini terdapat dua jenis riset, yaitu analisis kuat tekan beton dengan bahan tambah serbuk halus gelas serta analisis kuat tekan beton dengan bahan tambah serbuk halus arang bri-ket. Adapun variasi penambahan serbuk halus gelas sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% dari berat se-men. Sedangkan variasi penambahan serbuk halus arang briket sebesar 0%, 5%, 10%, dan 12,5% dari berat se-men. Metode pencampuran yang digunakan adalah metode American Concrete Institute (ACI). nilai kuat tekan rata-rata tertinggi sebesar 38,933 MPa. Dengan penambahan serbuk halus gelas sebesar 20% terhadap berat se-men. Peningkatan kuat tekan sebesar 31,55% bila dibandingkan dengan beton normal dengan kuat tekan sebe-sar 29,596 MPa. Kadar penambah-an serbuk halus gelas yang paling optimum sebesar 19,5% terhadap berat se-men dengan kuat tekan maksimum sebesar 38,300 MPa. Untuk beton dengan bahan tambah serbuk halus arang briket, nilai kuat tekan rata-rata tertinggi sebesar 38,593 MPa denganĀ  penambahan serbuk halus arang briket sebesar 5% terhadap berat semen. Peningkatan kuat tekan sebesar 30,40% bila dibandingkan dengan beton nor-mal dengan kuat tekan sebesar 29,596 MPa.

Kata kunci: serbuk halus gelas, serbuk halus arang briket, kuat tekan beton, filler

Full Text:

PDF

References

ASTM. (1996). Concrete and Aggregates. Vol. 04.02. Easton: MID.

Departemen Perindustrian Republik Indonesia. (1980). Standar Industri Indonesia: Mutu dan Cara Uji Agregat Beton. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional.

Departemen Pekerjaan Umum. (1982). Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia. Bandung : Departemen Pekerjaan Umum.

Departemen Pekerjaan Umum. (1989). Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A. Bandung : Yayasan LPMB.

Departemen Pekerjaan Umum. (1990). Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. Bandung : Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik.

Departemen Pekerjaan Umum. (1991). Spesifikasi Bahan Tambahan untuk Beton. Bandung : Departemen Pekerjaan Umum.

Elra. (2005). Pemakaian Variasi Bahan Tambah Gula Murni dan Abu Arang Briket Pada Campuran Beton Mutu Tinggi. Tugas Akhir. Surakarta : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Julianti, E., Nurminah, M. (2006). Teknologi Pengemasan. Medan : Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Mulyono, T.( 2004). Teknologi Beton. Yogyakarta : Penerbit ANDI.

Murdock, L.J.et all. (1986). Bahan dan Praktek Beton. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Nugroho, R. (2006). Kapasitas Tekan dan Tarik Beton dengan Bahan Tambah Filler Abu Ampas Tebu dan Abu Arang Briket dengan Fas 0.45. Tugas Akhir. Surakarta : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rahayu, T. (2004). Karakteristik Air Sumur Dangkal di Wilayah Kartasura dan Upaya Penjernihannya. Penelitian Sains dan Teknologi, Vol. 5 : 104-124.

Sriyadi, E. (2010). Analisis Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton dengan Bahan Tambah Abu Sekam Padi dan Bestmittel. Tugas Akhir. Surakarta : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tjokrodimuljo, K. (1996). Teknologi Beton. Yogyakarta : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

Triharyanto, H. (2012). Analisis Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton dengan Bahan Tanbah Serbuk Arang Briket dan Besmitel. Tugas Akhir. Surakarta : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Article Level Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.