MENGGALI NILAI KEUTAMAAN DALAM KESUSASTRAAN JAWA KARYA WALI SANGA: KAJIAN SEMIOTIK

Imam Sutardjo

DOI: https://doi.org/10.23917/kls.v25i2.4133

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan berbagai genre sastra Jawa karya dan produk para wali; (2) mengungkapkan nilai-nilai keutamaan hidup yang dapat memerkaya khazanah batin pembaca. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Strategi penelitiannya menggunakan studi kasus terpancang (embedded research and case study). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, simak dan catat. Validasi data dilakukan dengan trianggulasi (sumber) data. Analisis data dilakukan dengan metode pembacaan Semiotik meliputi pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitiannya adalah: (1) sastra Jawa karya dan produk para Wali Sanga dikemas dalam sastra suluk, pewayangan, tembang macapat dan lagu-lagu dolanan; (2) Karya sastra para Wali Sanga nilai-nilai yang bermanfaat dalam memberikan berbagai ajaran keutamaan hidup agar menjadi manusia utama, berbudi pekerti luhur (akhlaqul karimah), unggul, wikan sangkan paran dan dapat mencapai kesempurnaan hidup. Ringkas, karya sastra para Wali Sanga mengandung mutiara terpendam dan lautan kekayaan nilai budaya Jawa yang bernafaskan Islam dan dapat menambah khasanah perkembangan kesusastraan Jawa yang adiluhung.

Kata Kunci: sastra Jawa, produk Wali Sanga, nilai keutamaan hidup.

Full Text:

PDF

References

Darusuprapta. (1982). “Nglacak Tembang Macapat” dalam Almanak Dewi Sri. Yogyakarta:

U.P Indonesia

___________. (1986). Serat Wulang Reh. Surabaya : PT Citra Jaya Murti.

Dojosantosa. (1986). Unsur Religius dalam Sastra Jawa. Semarang Aneka Ilmu.

Hasyim, U. (1974). Sunan Kalijaga. Kudus: Menara.

Kartono, K. (1983). Pengantar Metodologi Research Sosial. Bandung: Alumni.

Kusumadiningrat, K.P.A. (1984). Serat Partawigena (Makutharama). Departement P dan K.: Proyek penerbitan Buku Sastra Indonesia/ Daerah.

Partakusuma, K. K. (1990). “Islam dalam Budaya Jawa” dalam Kedaulatan Rakyat 1 Desember 1990. Yogyakarta.

Poerbatjaraka. (1952). Kapustakaan Djawi. Jakarta: Groningen.

Poerwadarminta. (1939). Baoesastra Djawa. Batavia: Groningen.

Ras. (1983). Bunga Rampai Sastra Jawa Mutakhir. Jakarta; Gra ti Press.

Salam, S. (1960). Sekitar Wali Sanga. Kudus: Menara

Semi, A. M. (1993). Metodologi Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.

Pradopo, S. W. (1984). “Estetika Prosa Jawa Modern” dalam Widyaparwa. Yogyakarta: Balai Bahasa.

Sutopo. H.B. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Suyamto. (1992). Reorientasi dan Revitalisasi Pandangan Hidup Jawa. Semarang: Dahara Prize.

Teeuw, A. (1983). Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.

Wiryatmaja, S. (1981). “Tradisi Sastra Jawa dan Penceritaan Sejarawi” dalam Widya Bhawana No. 3 Tahun II. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Zarkasi, E. (1977). Unsur Islam dalam Pewayangan. Bandung: PT. Alma’arif.

Article Metrics

Abstract view(s): 125 time(s)
PDF: 267 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.