UTILITAS BAHASA DALAM MENGKONSTRUKSI HEGEMONI KEKUASAAN PADA NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK, LINTANG KEMUKUS DINI HARI DAN JANTERA BIANGLALA KARYA AHMAD TOHARI DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI LINGUISTIK

Sugiarti Sugiarti

DOI: https://doi.org/10.23917/kls.v23i2.4313

Abstract

Penelitian ini secara garis besar bertujuan (1) memberikan penjelasan tentanghegemoni kekuasaan yang diungkapkan pengarang dalam teks sastra melalui sistem penanda; (2) memberikan penjelasan tentang hegemoni kekuasaan yang ditunjukkan dalam teks sastra sebagai representasi kondisi kemanusiaan.; (3)menemukan konsep dasar yang dapat memberikan penjelasan tentang bahasa, sistem kekuasaan dan kebudayaan dalam perspektif antropologi linguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif deskriptif sebagai upaya untuk menjelaskan bahwa utilitas bahasa dalam perspektif antropologi linguistik mampu menformulasi dan merekonstruksi hegemoni kekuasaan yang terdapat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari dan Jantera Bianglala karya Ahmad Tohari.. Data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer berupa teks sastra (novel). Sedangkan data sekunder meliputi: (1) berbagai referensi atau jurnal yang relevan dengan permasalahan penelitian; (2) berbagai informasi penting yang diperoleh dari pengarang,budayawan dan pembaca yang dirujuk dari internet. Pengumpulan dapat dilakukan dengan teknik studi dokumentasi atau studi kepustakaan dengan disertai pemahaman arti secara mendalam. Teknik analisis data untuk pemaknaan menggunakan metode pembacaan semiotik yaitu pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hegemoni kekuasaan yang diungkapkan pengarang melalui sistem penanda dapat diperhatikan dalam penggunaan tanda/simbol yang mengarah pada pemaknaan kekuasaan pada kategori linguistik yang dikaitkan dengan budaya masyarakat dalam teks; (2) hegemoni kekuasaan yang ditunjukkan dalam teks sebagai representasi kemanusiaan menunjukkan bahwa bahasa merupakan salah satu alat yang jitu untuk memberikan suatu pembenaran terhadap perilaku manusia untuk kepentingan-kepentingan tertentu; (3) bahasa yang digunakan dalam teks tidak dapat dilepaskan dengan kebudayaan masyarakat dalam memberikan pemaknaan tentang kekuasaan. Representasi kekuasaan tergambar secara jelas dalam membicarakan dan menafsirkan penggunaan penanda bahasa yang mengacu pada realitas sosial.

Kata Kunci: utilitas bahasa, hegemoni kekuasaan, tanda, representasi.

Full Text:

PDF

References

Abdullah, Irwan. 1998. Kebudayaan Area Budaya dan Perubahan Pemaknaan. Makalah pada Internship Dosen-dosen Ilmu Budaya Dasar se-Indonesia. Yogyakarta; Direktorat

Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerjasama dengan Pengelola Mata Kuliah Umum Universitas Gadja Mada.

Anderson, Benedict R. O’G. 1990. Language and Power Exploring Political Cultures in Indonesia. Ithaca and London: Cornell University Press.

Budiman, Kris. 1999. Kosa Semiotika. Yogyakarta: LKiS.

Dayakisni, Tri; Salis Yuniardi. . Psikologi Lintas Budaya, Malang: UMM Press.

Derrida, Jaques. 2002. Dekontruksi Spiritual: Merayakan Ragam Wajah Spiritual. Jakarta: Jalasutra.

Duranti, Alessandro. 1997.Linguistic Anthropology. United Kingdom: Cambridge University Press.

Endraswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Sastra Epistemologis, Model Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

Fairclough, Norman. 2000. Discourse and Social Change. USA: Blackwell Publisher.

Halim Amran (ed). 1980. Politik Bahasa Nasional I,II. Jakarta: Balai Pustaka.

J. Waluyo, Herman. 1990. Hermeneutik dalam Terlaah Sastra. (Makalah Pertemuan Ilmiah Nasional III HISKI di Malang , 26-28 November 1990.

Koentjaraningrat. 1981. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kuntjara, Esther. 2003. Gender, Bahasa dan Kekuasaan. Jakarta: Gunung Mulia.

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogjakarta: Pustaka Pelajar.

Reffaterre, Michael.1978. Semiotics of Poetry. Blommington & London: Indiana University Press.

Ricoeur, Paul. 1978. Main Trends in Philosophy. New York: Holmes and Meler Publisher.

Oemaryati, 1992. “Dengan Sastra Mencerdaskan Siswa: Memperkaya Pengalaman dan Pengetahuan” dalam : Sumardi, Muljanto (ed) 1992. Berbagai Pendekatan dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Santosa, Puji. 1993. Ancangan Semiotika dan Pengkajian Susastra. Bandung: Angkasa.

Selden, Raman. 1993. Panduan Pembaca. Teori Sastra Masa Kini. (Diterjemahkan oleh Rahmat Djoko Pradopo ). Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Sibarani, Robert. 2004. Antroplogi Linguistik. Medan: Penerbit Poda.

Soeratno, Chamamah. 1998. Bahasa sebagai Manifestasi Budaya. Makalah pada Internship Dosen-dosen Ilmu Budaya Dasar se-Indonesia. Yogyakarta; Direktorat Jendral

Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerjasama dengan Mata Kuliah Umum Universitas Gadja Mada.

Sugiarti. 2004. Studi Manifestasi Keadilan Gender pada Novel Layar Terkembang Karya Sutan Takdir Alisyahbana Keberangkatan Karya Nh. Dini dan Saman Karya: Ayu Utami serta Manfaatnya bagi Pengajaran Apresiasi Sastra ( Hasil

Penelitian Dosen Muda Dirjen Dikti). Malang: Lembaga Penelitian UMM.

Sugiarti. 2005. Telaah Dekonstruksi Kekuasaan dalam Novel Fontenay ke Maggalianes Karya NH Dini dalam Perspektif Budaya. ( Hasil Penelitian DPP). Malang: Lembaga Penelitian UMM.

Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Thomas, Linda; Shan Wareing. 2006. Bahasa, Masyarakat dan Kekuasaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Verhaar, JWM. 1982. Pengantar Linguistik. Yogyakarta: UGM Press.

Wahyudi, Agus. 1996. Bahasa dalam Wacana Simbolik. (dalam Surya 4 September 1996).

Wahyono, Bayu. 1996. Bahasa Indonesia dan Masyarakat Kreatif. (dalam Kompas 31 Oktober 1996).

Article Metrics

Abstract view(s): 240 time(s)
PDF: 168 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.