Konservasi Mangrove Berbasis TRM (Tanam Rawat Monitoring) untuk Menjaga Sumberdaya Laut di Cengkrong, Trenggalek

Novia Citra Paringsih, Prabang Setyono, Sunarto Sunarto

DOI: https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v4i2.6882

Abstract

Hutan Mangrove terletak di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur telah mengalami penurunan spesies diakibatkan perilaku konsumtif masyarakat dalam memanfaatkan mangrove. Keberadaan mangrove sangat penting untuk menjaga kesetabilan
sumberdaya laut khususnya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) pada tiga zonasi, melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar terkait partisipasi dalam konservasi mangrove, dan membuat
strategi konservasi hutan mangrove berbasis Tanam Rawat Monitoring. Metode penelitian deskriptif kuantitatif, pengambilan data mangrove random sampling dan pengambilan data wawancara kepada masyarakat sekitar purposive sampling. Analisis vegetasi menggunakan Indeks Nilai Penting, analisis partisipasi masyarakat menggunakan Pressure State Response. Hasil penelitian zonasi A didominasi Sonneratia alba (99,84%) kategori pohon, Sonneratia alba (89,03%) kategori anakan
pohon, Rhizophora mucronata (80,74%) kategori semai, zonasi B didominasi Sonneratia alba (120,57%) kategori pohon, Sonnratia alba (57,55%) kategori anakan pohon, Sonneratia alba, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata (32,47%)
kategori semai, zonasi C didominasi Lumnitzera racemosa (132,40%) kategori pohon, Xylocarpus granatum (113,03%) kategori anakan pohon, Lumnitzera racemosa (60,28%) kategori semai. Pendekatan partisipatif dan kemitraan kepada
masyarakat sekitar melalui Pokmaswas Kejung Samudera berjalan lancar. Kesimpulannya konservasi berbasis Tanam Rawat Monitoringdi kawasan mangrove Cengkrong lebih efektif untuk diterapkan,  konservasi mangrove tersebut diharapkan dapat menjadi role model masyarakat untuk menjaga hutan mangrove dan sumberdaya laut.

Keywords

konservasi, mangrove, TRM, sumberdaya laut

Full Text:

PDF

References

Abdullah, K., Said, A.M., & Omar, D. (2014). Community Based Conservation in Managing Mangrove Rehabilitation in Perak and Selangor. Journal Social and Behavioral Sciences. 153,

-131.

Amrial, Y., Effendi, H., & Damar, A. (2015). Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berbasis Silvofishery di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Jurnal Kebijkan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 5, 59-70.

Badan Pusat Statistik. (2016). Kecamatan Watulimo dalam Angka 2016. BPS Trenggalek: Trenggalek.

Bidayani, E., Soemarno., Harahap, N., & Rudianto. (2016). Blue Economy Approach Based Mangrove Resources Conservation for Coastal Community’s Prosperity in Sidoarjo Regency,

East Java, Indonesia. International Journal of Ecosystem. 6, 1-9.

Bengen, D.G. (2000). Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut: Bogor.

Chandra, I. A., Seca, G., & Hena, A.M.K. (2011). Aboveground Biomass Production of Rhizophora apiculata Blume in Sarawak Mangrove Forest. Journal Agricultural and Biological Sciences. 6,469-474.

Christiansen, S.D., Guzman, T.L., & Galves, J.C.P. (2016). Motivations and Valued Attributes of Ecotourism in a Natural Protected Area: Santay Island (Ecuador). Journal Mediteran of Social Sciences. 7, 240-249.

Dahdouh-Guebas, F., C Mathenge, J.G., Kairo., N Koedam. (2000). Utilization Mangrove Wood Products Around Mida Creek (Kenya) Among Subsistence and Comercial Users. Journal

Economic Botany. 54, 513-527.

Dahuri, Rochmin., Jacob Rais., Sapta Putra Ginting., & M.J Sitepu. (2001). Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Pradnya Paramita: Jakarta.

Daryon, B.S., Sidiq, Y., & Maryanto, S.D. (2016). Pengembangan Serta Budidaya Melon di Pantai Bocor Kabupaten Kebumen Melalui Implementasi Education for Sustainable Development.Jurnal Bioeksperimen. 2, 44-53.

De Silva, K.H.W.L., & Amarasinghe, M.D. (2010). Vegetative Propagation of Some Selected Mangrove Species from Negombo Estuary, Sri Lanka. Journal Aquast Sci. 15, 25-38.

Dinas Kelautan Perikanan. (2016). Rehabilitasi Hutan Mangrove. Berita Acara Rehabilitasi Hutan Mangrove di Kabupaten Trenggalek: Trenggalek.

Elhaq, I.H., & Satria, A. (2011). Persepsi Pesanggem Mengenai Hutan Mangrove dan Partisipasi

Pesanggem dalam Pengelolaan Tambak Mangrove Ramah Lingkungan Model Empang Parit. Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia. 5, 97-103.

Hinricks, S., Nordhaus, I., & Geist, S.J. (2008). Status Diversity and Distribution Patterns of Mangrove Vegetation in the Segara Anakan Lagon Java Indonesia. Journal Environ Change. 9, 275-289.

Huge, J., Velde, K.V., Capistros, F.B., Japay, J.H., Satyanarayana, B., Ishak, M.N., Zuniga, M.Q.,

Lokman, Bin H.M., Sulong, I., Koedam, N., & Guebas, F.D. (2016). Mapping Discourses Using Q Methodology in Matag Mangrove Forest. Journal Environmental Management.

, 988-997.

Kartijono, N.E., Rahayuningsih, M., & Abdullah, M. (2010). Keanekaragaman Jenis Vegetasi dan Profil Habitat Burung di Hutan Mangrove Pulau Nyamuk Taman Nasional Karimunjawa.

Jurnal Biosaintifika. 2, 27-39.

Kaunang, T.D., Kimbal, J.D. (2009). Komposisi Struktur Vegetasi Hutan Mangrove di Taman Nasional Bunaken Sulawesi Utara. Jurnal Agritek. 17, 1163-1171.

Keraf, A.S. (2002). Etika Lingkungan. Kompas Media Nusantara: Jakarta.

Krebs, C.J. (1972). The Experimental Analysisof Distribution and Abundance. Harper International:New York.

Kustanti, A. (2011). Manajemen Hutan Mangrove. Institu Pertanian Bogor Press: Bogor.

Mahmudi, M., Nuddin H., & Diana, A. (2007). Daya Dukung Ekologi dan Ekonomi Ekosistem Mangrove Terhadap Produksi Perikanan sebagai Dasar Pengelolaanm Sumberdaya Mangrove di

Wilayah Pesisir. Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia: Jakarta.

Moriizumi, Y., Matsui, N., & Handono, H. (2010). Simplified Life Cycle Sustainability Assessment of Mangrove Management: A Case of Plantation on Westelands in Thailand. Journal Cleaner Production. 18, 1629-1638.

Noor, J. (2011). Metodologi Penelitian. Prenadarmedia Group: Jakarta.

Noor, Y.R., Khazali, M., & Suryadiputra, I.N.N. (2012). Panduan Pengenalan Mangrove Indonesia.Perlindungan hutan konservasi alam WI-IP: Bogor.

Novianty, R., Sastrawibawa, S., & Juliandri, D. (2012). Identifikasi Kerusakan dan Upaya Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Pantai Utara Kabupaten Subang. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 3, 41-47.

Orizal., Kusmana, C. (2008). Studi Ekologi Hutan Mangrove di Pantai Timur Sumatera Utara.Jurnal Biodiversitas. 9, 25-29.

Pranata, R.T.H., & Satria, A. (2015). Strategi Adaptasi Nelayan Terhadap Penetapan Kawaan Konservasi Perairan Daerah di Misool Selatan, KKPD Raja Ampat. Jurnal Kebijakan Sosial

Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 5, 113-128.

Qiu, W., & Jones, P.J.S. (2013). The Emerging Policy Landscape For Marine Spatial Planing in Europe. Journal Marine Policy. 39, 182-190.

Ritohardoyo, S. (2009). Ekologi Manusia. Program Studi Ilmu Lingkungan. Sekolah Pasca Sarjana UGM: Yogyakarta.

Saputra, S.W. (2003). Kondisi Perairan Segara Anakan Ditinjau dari Indikator Biotik. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Sarno. (2016). Penanaman Mangrove di Dalam Pot. Jurnal Bioeksperimen. 2, 17-24.

Sulastini, D. (2011). Mangrove Taman Nasional Alas Purwo. Balai Taman Nasional: Banyuwangi.

Susanto, A.H., Soedarti, T., & Purnobasuki, H. (2013). Struktur Komunitas Mangrove di Sekitar Jembatan Suramadu Sisi Surabaya. Jurnal Bioscientiae. 10, 1-10.

Susilo, E., Purwanti, P., & Lestariadi, R.A. (2015). Keberlanjutn “Kejung Samudera” dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Mangrove di Pancer Cengkrong dan Damas,Pantai Prigi, Trenggalek. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Periknan. 5, 19-25.

Susilowati, I., Muhajirin T., Waridin, Tri W., & Agung S. (2005). Pengembangan Model Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (Usaha Mikro, Kecil Menengah Dan Koperasi UMKMK)

dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten/ Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Riset Unggulan Kemasyarakatan dan Kemitraan: Jakarta.

Van, T.T., Wilson, N., Tung, H.T., Quisthoudt, K., Minh, V.Q., Tuan, L.X., Guebas, F.D., & Koedam, N. (2015). Changes In Mangrove Vegetation Area And Character In A War And

Land Use Change Affected Region Of Vietnam (Mui Ca Mau) Over Six Decades. Journal Oecologica. 63, 71-81.

Yanuartanti, I.W., Kusmana, C., & Ismail, A. (2015). Kelayakan Rehabilitasi Mangrove Dengan Teknik Guludan Dalam Perspektif Perdagangan Karbon Di Kawasan Hijau Lindung Muara

Angke, Provinsi Dki Jakarta. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 5, 180186.

Yuniartati, I., Triyanto., Wijaya, N.I., Lestari, F.S., Setiawan, F., & Sutrisno. (2016). Mangrove of Berau: Ecological Conditions, Fisheries, and Management Options. Journal Indonesian Fisheries Research. 22, 37-42.

Zamroni, Y., & Rohyani, I.S. (2008). Produksi Serasah Hutan Mangrove di Perairan Pantai Teluk Sepi, Lombok Barat. Jurnal Biodiversitas. 9, 284-287.

Article Metrics

Abstract view(s): 281 time(s)
PDF: 311 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.