KELEKATAN (ATTACHMENT) PADA REMAJA KEMBAR

Pranoto Aji, Zahrotul Uyun

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v12i1.1611

Abstract

Kelekatan (attachment) merupakan ikatan antara dua orang individu atau lebih berupa hubungan psikologis yang diskriminatif dan spesifi k, serta mengikat seseorang dengan orang lain dalam rentang waktu dan ruang tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam mengenai kelekatan pada remaja kembar. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah 5 pasang remaja kembar yang berasal dari Surakarta dan Klaten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fi gur lekat yang lebih banyak dipilih oleh informan adalah pasangan kembarnya, selain itu terdapat pula ayah, ibu dan kakak. Alasan pemilihan fi gur lekat karena intensitas interaksi yang sering dan kualitas hubungan yang saling perhatian dan adanya ikatan emosi diantara keduanya. Kedekatan yang terjadi pada remaja kembar pada umumnya baik, layaknya seorang adik dan kakak pada umum- nya, meskipun demikian didalam kedekatan tersebut masih terjadi pertengkaran meski dalam skala kecil. Terdapat dua model kelekatan yang muncul pada remaja kembar yaitu secure attachment dan insecure attachment. Remaja kembar yang mendapatkan secure attachment lebih nampak sebagai individu yang terbuka dan mudah dalam menjalin hubungan baru sedangkan remaja kembar yang mendapatkan insecure attachment terlihat sebagai individu yang tertutup dan kurang mampu ber- adaptasi dengan lingkungan yang baru.

Full Text:

PDF

References

Alish, H. (1998). Kebutuhan Anak. http//:www.geocities/kebutuhan anak.com. Diakses pada tanggal 14 Agustus 2010 pukul 11.45 WIB

Apriani, H. (2010). Dampak Kelekatan pada Anak. (http://psikologi-online.com/mengenal-anak- kembar). diakses pada tanggal 15 Agustus 2010 pukul 20.45 WIB

Collin, V. L. (1996). Human attachment. USA : McGraw Hill.

Collins, N. L. & Feeney, B. C. (2004). Working models of attachment shape perceptions of social support : Evidence from experimental and observational studies. Journal of Personality and Social Psychology. Volume 87, 363-383

Drever, J. (1988). Kamus Psikologi. Alih Bahasa: Simanjuntak, N. Jakarta: P.T. Bina Aksara

Durkin, K. (1995). Developmental Social Psychology. Massachussets : Blackwell Publisher Inc.

Hetherington & Parke. (1999). Chid psychology : A cntemporary view point (4th ed). USA : Mc- graww-Hill College Companies, Inc.

Hurlock, E. B. (1991). Psikologi perkembangan : Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Alih Bahasa : Tjandrasa, Med. Meitasari. Jakarta : Erlangga

______. (1997). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Ja- karta: Erlangga

______ . (1999). Psikologi Perkembangan. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Kelima. Alih bahasa: Dra. Istiwidayanti dan Drs. Soedjarwo, M.Sc. Jakarta:Erlangga

Mar’at, S. (2006). Psikologi perkembangan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Moloeng, L. J.. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rasdakarya

Mulyadi, S. (1996). Kiat menghadapi anak kembar. Jakarta: P.T. Elek Media Komputindo

Poerwandari, E, K. (1998). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. LPSP3, Jakarta: Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia

Pratiwi, F. (2007). Penyesuaian Diri Remaja Penyandang Kanker Payu Dara. Skripsi (tidak diter- bitkan). Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Rifai, M. S. (2002). Psikologi Perkembangan Remaja (Dari Segi Kehidupan Sosial). Jakarta: Bina Aksara

Santrock, J. W. (2002). Attachment related psychodynamics. attachment and human development. edisi ke 8. New Jersey : Mcgraw Hill

_____. (2006). Psikologi remaja. Jakarta : PT RajaGrafi ndo Persada.

Article Metrics

Abstract view(s): 322 time(s)
PDF: 2474 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.